728 x 90

Native bar

Kisah Sex Ngentot Nenek Sendiri

 Cerita Sex Ngentot Nenek Sendiri - NENEK.. OH NENEKKU Usiaku menginjak 16 tahun dikala nenek tinggal di rumahku. Semenjak kakek meninggal bertahun-tahun yang kemudian nenek tinggal sendirian di rumah besarnya ditemani beberapa pembantu dan pengelola rumah. Namun sehabis nenek mengalami gangguan pada daya ingatnya (pikun), orang tuaku menetapkan untuk menjinjing nenek ke rumah alasannya selalu cemas jika ditunggui oleh orang lain di daerah terpisah. Karena pikunnya sudah berat, orang tuaku berpesan kepada kami agar menjaga nenek tambahan hati-hati, walaupun kita telah menawarkan seorang suster.

 
 Semenjak kakek meninggal beberapa tahun yang lalu nenek tinggal sendirian di rumah besarn Cerita Sex Ngentot Nenek Sendiri
Cerita Sex Ngentot Nenek Sendiri

Usia nenek kira-kira 60 tahun, tetapi kondisinya tidak seperti pada umumnya manula, nenek pandai merawat diri alasannya dia dulunya isteri seorang pejabat tinggi. Badannya langsing dan masih kelihatan segar, meskipun tidak seperti, boleh dibilang tipenya Titiek Puspa lah. Sudah tentu waktu mudanya nenek cantik sekali, mirip yang saya lihat di foto-fotonya.

Penyakit nenek yang paling parah ialah kondisinya yang pikun, hingga-sampai tidak mengetahui kita semuanya. Kesenangannya, saban hari kisah wacana masa-periode lalu seolah-olah ia sedang terlibat obrolan dengan orang dahulu yang dikenalnya. Untungnya secara fisik masih sehat walafiat. Dia masih mampu mengurusi dirinya sehari-hari. Masalah paling berat yakni harus mengawasi beliau sepanjang waktu, mirip mengawasi balita.

Nenek yaitu orang yang perfeksionis dalam hal penampilanya. Kelihatanya sebagian besar waktunya habis untuk mematut/merias dirinya. Tiap pagi beliau turun dari kamarnya di lantai atas untuk sarapan, terus mandi lalu mulai me-tata rias dirinya. Menurut alam pikirannya dia berada pada kala 25 tahun ke belakang dikala sedang tour bareng suaminya. Rumahku dianggapnya hotel yang ia tinggali selagi tour. Berkali-kali kita harus mencegatnya di pintu depan, yang katanya mau keluar hotel dulu keliling kota.

Cerita selanjutnya, kita telah terbiasa dengan segala kewalahan mengurusi nenek pikun. Sampai sebuah hari segala tanggung jawab menjaga nenek tertumpah seluruhnya kepadaku. Aku baru saja pulang dari rumah Yanti, pacarku. Lama-lama kepingin juga merasakan vagina perawan. Usiaku ketika itu 19 tahun. Yanti telah mau saat kuajak ke pangandaran liburan ini. Wah.. pokoknya pikiranku sudah sarat dengan vagina perawannya yanti.

Baru saja aku masuk rumah, ayah telah memanggilku kemudian ngomong, mirip sudah direncanakan ayah dan ibuku akan menghadiri akad nikah anak kliennya di Singapora selama sepekan, tapi Mbak Wien suster nenekku mendadak mudik sebab ibunya meninggal. hasilnya selaku orang satu-satunya di rumah saya yang harus mempertahankan nenek sendirian.

Kesel sekali hatiku, hancur deh liburanku namun mau gimana lagi, aku tidak mampu berbuat apa-apa lagi alasannya adalah keadaanya mendesak. Meskipun di depan ayahku manggut-manggut tapi hatiku gondok sekali. Gagal total bulan maduku bareng Yanti, padahal telah kurencanakan masak-masak.

Untuk antisipasi menjaga nenek 24 jam setiap hari dalam seminggu, aku beli masakan dan minumana secukupnya, dan tidak lupa aku sewa VCD porno banyak sekali. Ayah dan ibuku berangkat sehabis makan siang sementara Mbak Wien sudah berangkat semenjak kemaren sore.

Aku cek nenek di kamarnya, lalu saya ke ruang tengah nonton VDC sambil makan kuliner kecil. Tak terasa waktu telah sore dan hampir gelap, karena pada umumnya nonton VCD porno, aku jadi horny sekali, terlebih ingat Yanti, wah.. kapalaku serasa mau pecah alasannya menahan nafsu. Akhirnya saya kocok-kocok sendiri penisku. Aku masih duduk di depan TV sambil mengocok penisku dikala kulihat nenek turun dari kamarnya. Wow..!, cantiknya... Dia menggunakan gaun malam warna biru yang ketat sehingga tampak makin seksi, rambutnya tertata rapi, tampaknya perlu waktu yang cukup lama untuk merias dirinya mirip itu. Kulihat penampilan nenek malam itu sungguh istimewa.

"Saya akan pergi makan malam bersama suami aku", katanya, sambil ngeloyor menuju pintu depan.
Tadinya akan kubiarkan saja beliau pergi. Tapi kuurungkan niatku itu, kiamat tuh bila hingga nenek hilang, cepat kuhampiri dan kupegang tangannya.
"Lepaskan aku anak muda", katanya marah.
"Akan kulaporkan kamu terhadap pimpinan hotel ini."
Sambil berkata begitu, dia menepiskan tangannya sambil tetap mencoba melangkah ke pintu depan. Untung tangannya kupegang besar lengan berkuasa sekali. Kucoba menawarkan klarifikasi, seperti yang sudah-telah tapi tidak berhasil. Alam pikirannya masih perihal dunia masa lalunya dan tak pernah mengenali lagi alam positif sekarang ini.

Secara datang-datang ia meronta berpengaruh sekali dan terlepas dari peganganku. Kemudian berlari ke arah pintu depan. Secepat kilat aku mengejarnya. Kukunci pintu depan. Setengah kuseret kutarik nenek kembali ke kamarnya. Sambil menaiki tangga ia ngomel-ngomel sambil mukuli punggungku. Biasanya kubujuk ia sambil meladeni ocehannya pastinya sambil berpura-pura jadi orang pikun juga. Tapi kali ini lagi nggak mood, berhubung aku masih dongkol dan nggerundel.

Begitu hingga di kamarnya, dengan agak keras kudorong beliau ke kawasan tidurnya. Karena kudorong datang-datang ia agak terjengkang lalu terguling di ranjangnya sambil kedua kakinya terangkat ke atas. Ketika itulah gaun bawahnya melorot hingga pinggangnya. Ketika itu kulihat celana dalam nenek berwarna hitam, kakinya masih padat dan putih mulus, para pembaca juga nggak bakalan nyangka jikalau itu paha manula.

"Keterlaluan", tangisnya. "Aku akan laporkan kamu sama administrasi hotel ini", katanya lagi sambil merapikan bajunya. Aku tidak tahu apa yang terjadi, mungkin alasannya sedang horny berat. Kutarik lagi bajunya sambil kucoba melepaskan ke atas lewat kepalanya. Setelah itu tanganku merayap ke bawah lagi, Kutarik celana dalamnya perlahan-lahan hingga hasilnya lepas di ujung kakinya.

Nenek nampaknya shock beberapa dikala dan cuma membisu terbaring di ranjangnya. Aku bangkit sambil terus perhatikan vaginanya. Penisku telah keras sekali, apalagi bayanganku perihal rencana piknik bersama Yanti berkecamuk lagi. Cepat-cepat kubuka seluruh pakaianku, kemudian naik ke atas ranjang. Aku berlutut diantara kedua kakinya. Tanganku mulai mengelus-elus pahanya, kemudian perlahan-lahan kuelus vaginanya. Ooohh.. tubuhku bagaikan dialiri strum ratusan watt, menggelepar-gelepar sambil leherku tercekat menelan ludah.

Meskipun sudah pikun, tampaknya dia mulai menyadari apa yang sedang terjadi. Dia berusaha melepaskan diri. Kudekap beliau bersahabat-erat. Dia meronta-ronta minta dilepaskan ketika kutindih tubuhnya. Sambil tangan kananku mendekapnya, kupegang penisku dengan tangan kiri, kemudian kuarahkan dan kutempelkan di bibir vaginanya lalu perlahan-lahan mulai kutekan.

Dia mengerang. Mula-mula kugenjot pelan sekali. Kudorong kian dalam setiap kali kutekan. "Ooohh.. eeenak sekali". Vaginanya makin basah. Tiba-datang tangannya terlepas lalu mempesona kepalaku, dan menciumku dengan sungguh dalam sekali.
"Oh Mas Satro..! Aku selalu mencintaimu", diantara desahannya sambil menangis.
Dalam fikiranya dia sedang bersetubuh dengan suaminya (kakekku).
"Aku minta dari belakang mirip yang biasa kita lakukan", beliau memohon.

Kulonggarkan dekapanku dan kubiarkan dia berbalik lalu nungging. Kuarahkan penisku ke vaginanya.
"Ooohh.. ssshhh", kian nikmat, tampaknya makin sempit dan menjepit. Kita berhubungan intim dengan doggy style. Setiap kali kugenjot dan kudorong ia mengerang dan mendesah serta tubuhnya mengejang-ngejang.
"Oh Mas Sastroo..! saya mau kellluarhhh.. shhh.."

Kita orgasme secara bersama-sama. Kutekan dalam sekali dan kusemprtokan seluruh air maniku hingga ke dasar-dasarnya. Kita berbaring kecapekan beberapa dikala. Tiba-tiba tangannya mengelus-elus penisku. "Oh.. shhh" saya tegang lagi. Kuraba dan kuelus seluruh lekuk tubuhnya BH-nya yang berwarna hitam kulepaskan dan kini semua pakaianya teronggok di lantai, kita benar-benarbugil ketika itu. Kamipun bersetubuh lagi. Bermacam-macam gaya kami praktekkan hari itu sampai saya merasa puas menyetubuhi nenekku sendiri. Kejadian itu berjalan sampai seminggu sampai orang tuaku kembali dari Singapura. Setelah kedua orang tuaku kembali dari Singapura saya tidak pernah lagi menyetubuhi nenekku tetapi selaku gantinya saya setubuhi Yanti, pacarku.

0 Response to "Kisah Sex Ngentot Nenek Sendiri"

sosial bar