Dongeng Dewasa Ngentot Penyanyi Dangdut
By Blinger
—
Sabtu, 10 Februari 2018
—
Add Comment
—
Cerita Dewasa,
Cerita Lesbian,
Cerita Mesum,
Cerita Ngetot,
Cerita Sex
Cerita Dewasa Ngentot Penyanyi Dangdut - Aku peran ke kota Semarang untuk ngurusin kerjaanku, saya ngebut ngerjain kerjaan sampe ampir gak tidur supaya kerjaan cepet beres dan saya bisa kalem disana, kebetulan hari ini malming, jadi pas bener. kerjaan simpulan, malming pula. Malem itu di lingkungan komplex perusahaan ada hajatan, dibandingkan dengan bengong di hotel saya kesana aja, siapa tau dapet kenalan amoy elok kan. setting ruangannya ialah dengan meja lingkaran dan beberapa bangku mengelilinginya.
Cerita Dewasa Ngentot Penyanyi Dangdut
Karena kenal dengan panitia hajatan, saya dikasi meja yang bersahabat dengan panggung sehingga mampu menikmati hiburan yang sedang berjalan. Hiburan malam itu yakni dangdutan, ya lumayan lah dalam hatiku berkata, dari pada suntuk terus kelelahan di hotel. Penyanyinya juga yummy-yummy dipandang, lumayan anggun-anggun sexy pula. Ada satu orang yang menawan perhatianku, Anaknya cantik juga, kutaksir umurnya sekitar 26 tahunan. Dia pake dress mini ketat warna hitam bercorak garis-garis berwarna hijau bau tanah yang membungkus toket dan badannya sampe paha. Toketnya Merangsang juga si ngeliatnya. Apalagi dia pinter banget ngegoyang pinggulnya mengiringi irama dangdut yg sedang dinyanyikannya.
"Pak, minat ni kliatannya ma yang nyanyi",
kata panitia hajatan menyaksikan saya menatap tanpa kedip ke penyanyi yang sedang goyang dipentas.
"Ah, bapak tau aja".
"Ya tau lah pak, natapnya aja tanpa kedip. Ntar kalo dia dah slesai nyanyi aku suru nemenin bapak ya. Tanya aja ma anaknya, kalo beliau mau ya bawa aja pak".
Hebat banget ni servis panitia ke aku, padahal saya cuma tamu biasa, mungkin sebab dateng dari head office jadi dapet fasilitas. Tu penyanyi nyanyi beberapa lagu, dari dangdut brubah ke lagi pop terus ke lagu cinta, suaranya mendayu2, goyangannya gak seseru goyang dangdutnya.
Akhirnya slesai juga beliau nyanyi. Dia menghilang ke balik panggung, tetapi tak lama kemudian menghampiri saya diantar si panitia tadi.
"Om mo ditemenin ya".
"Iya, kau dah gak nyanyi lagi?"
"Udah final nyanyinya kok om, om siapa?"
aku menyebut namaku,
"kamu siapa".
"Ikif om".
“kamu seneng nyanyi ya?”
"Ya seneng nyanyinya ya seneng honornya".
"Mangnya buat apa honornya?"
"Ya buat keperluan sehari-hari lah om, kan kerjaanku ya ini om".
"Kita keluar yuk, cari tempat kalem buat ngobrol".
"Bole om".
"Gak buru2 mesti pulang kan?"
"Ya enggak lah om, kan saya bebas, lagian tadi pamitnya nyanyi dan biasanya nyanyi kan ampe malem banget. Mangnya om mo bawa Ikif kemana s?i".
"Jalan aja yuk".
Aku ngajak Ikif keluar, cari taksi, menuju ke pub deket hotelku. Disana kita ngobrol aja sembari dengerin live music yang diabawakan oleh grup musik lokal. saya pesen minuman beralkohol,
"kamu gak apa kan kalo minumannya ada alkoholnya dikit".
"Gak apa om, namun jangan banyak2, ntar Ikif mabuk lagi"
Aku seneng melihat paras cantiknya yang masi tampak penyanyi banget, matanya yang menawan, hidungnya mancung dan bibirnya yang imut merah merekah. Rambutnya yang tergerai sampe ke bahu diwarnai kepirangan, yang ngetrend dikalangan para amoy.
"Kif, kamu manis deh".
"Om mulai deh gombalnya".
"beneran, cantik, masi penyanyi banget lagi".
"Om suka kan ma penyanyi kaya Iki?f".
"Suka banget".
"Sering jalan ma penyanyi ya ditempat om sana?".
"Suka juga".
"Om ngapain kalo ngajak penyanyi?"
"Ya jalan aja, denger musik, minum2".
"Cuma itu aja?"
"Mangnya kau mo diajak kemana, ya udah ayuk deh".
Aku mengajaknya meninggalkan pub menuju ke hotel. Dia diem aja waktu kuajak masuk ke kamarku.
"Kamu suka ya pacaran dikamar". Dia mengangguk,.
"Ma sapa?pacar kamu?" Kembali ia ngangguk.
"Sampe maen?" anggukan kembali.
"Sering?"
"Tiap malming om".
"Trus ari ini kok enggak?"
"Dia lagi ke ibu kota".
"Ngapain".
"Ngurus kerjanya".
"Kok kau mau di ajakin maen?”
“Maen gituan lah”
“abis ia maksa si om".
"Trus".
"Ya keterusan om, abis lezat si".
"Trus kok mau saya ajak ke kamar".
"Ikif pengen ngerasain maen ma om om, kata temen Ikif nikmatnya beda kalo maen ma om om".
saya memeluknya dan mencium bibirnya. Ikif menyambut ciumanku, lidah kami saling melilit. Sementara berciuman aku mengelus2 punggungnya, terus sampe kepinggangnya yang terbuka alasannya dress pendek. kuelus2 pinggangnya, saya menjajal memasukkan tanganku menuju memeknya, tidak susah alasannya adalah dressnya yang sangat mini dan ketat hampir kelihatan pantatnya. Ku elus lembut dan kuteken masuk tanganku masuk kedalam memeknya dari luar cd. Ikif malah sengaja menggesek2kan memeknya ke tanganku dan menggoyang-goyangkan pinggulnya.
"Om, rasanya ngeganjel de, om punya besar ya".
"Liat ja ndiri". Dia memegang kontolku
Ikif duduk disofa, aku duduk disebelahnya, saya mencium bibirnya lagi, dia menyambut ciumanku dengan napsu juga, tangannya mulai mengelus selangkanganku. saya gak mo kalah, toketnya yang baru numbuh pun kuremas pelan. Dia rupanya dah gak sabaran,
"Ikif pengen liat kontol om, kayanya gede banget deh".
"Buka ja".
Diapun membuka ban pinggangku, kemudian kancing celanaku dilepas dan ritsluiting diturunkan. Segera tangannya merogoh kedalam cdku.
"Wuih om gedenya, kirain kontol cowok Ikif dah gede banget, gak taunya kontol om lebi gede lagi. Pasti om besar lengan berkuasa ngen totnya ya".
"Kok kau tau si, mangnya perna maen ma om om?".
"Kata temen om, dia perna di entot ma om yang kontolnya kata ia gede banget, ampe lemes udahannya, si om gak puas2nya ngentotin temen Ikif tu". kontolku diremes dan dikocoknya pelan. kontolku yang masih ngaceng dengan kerasnya mengangguk2. Dia tampaknya napsu juga liat kontolku.
"Keras banget om", katanya sambil semakin keras meremas kontolku dan terus dikocok2.
ngacengnya telah keras banget. Aku udah gak sabar pengen merasakan kontolku keluar masuk memeknya. Aku menyuruhnya melepas celanaku sedang aku melepas bajuku, sehingga saya dah berbugil ria. Aku memeluknya serta mencium bibirnya. Diapun menghisap2 bibirku sedang tanganku mulai meremas2 toketnya yang telah mulai mengeras dari luar dress. Tanganku nyelip kedalam branya dan memlintir pentilnya yang imut, yang juga sudah mengeras.
"Kif sudah napsu ya, pentilnya telah keras. memek kamu pasti udah basah ya Kif", kataku lagi.
"Terus dikocok Kif" desisku. Aku sekarang berbaring.
kontolku mulai dijilat, dikocok sambil diremas biji pelernya.
"Ikif isep ya kontol om",
katanya sambil menurunkan kepalanya dan memasukkan kontolku ke mulutnya.
"Ohh sshh, lezat banget Kif"
erangku. Dia menjilati kepala kontolku, diisep sambil terus dikocok2. Sesekali dimasukan sedalam mungkin kedalam mulutnya sambil dikenyot.
"Oohh, yummy banget Kif"
teriakku keenakan. Dia berhenti menghisap kontolku tetapi terus dikocok2.
"Isep lagi Kif, isep lagi, yummy banget"
kataku. Kembali kontolku dikocok sambil dipelintir pelan.
"sshh, ohh, eennaakk bbannggett Kif. lezat banget, terus Kif", desisku. Dia terus melakukan kegiatan tangannya.
"Kif isep lagi donngg..jangan pake tangan aja..ayo donk Kif" pintaku.
Dia hanya tersenyum dan mulai menghisap lagi. Kali ini benar benar hot isapannya, kepalanya bergoyang kekiri kanan dan naik turun berkali kali sementara tangannya terus mengocok dan memutar batang kontolku.
"Kif saya mau keluarr nih" kataku. Badanku mulai menegang. Dia terus menghisap kontolku sambil terus memutar dan mengocok batang kontolku yang kian menegang keras.
"Terus Kif, isep terus" jeritku. Dia terus menghisap kontolku dan alhasil
"ccrreett.. ccrreett.. ccrreett..", pejuku muncrat dimulutnya.
kontolku terus dihisapnya. Aku ngecret 5 kali didalam mulutnya. pejuku diludahkan dan beliau membersihkan mulutnya yang belepotan sisa pejuku. Aku duduk disebelahnya dan mencium pipinya
"Makasih ya Kif, enak banget deh" kataku sambil mencium pipinya lagi.
"Mulut atas aja dah segini enaknya, apalagi yang bawah ya".
". Ya udah om istirahat dulu, Ikif mau ambil minum dahulu, mas mau minum apa?" tanyanya sambil membuka lemari es.
"Apa aja deh, nanti juga aku minum" jawabku.
Dia mengambil aqua botol dari lemari es, dibukanya tutupnya dengan pembuka botol yang tersedia dan dituangnya ke dua gelas. Aku dan ia minum segelas eksklusif tandas.
"Cape ya om. Tadi pejunya ngecrotnya banyak si".
"saya kan berkala minum jamu2an pasak bumi Kif, jadi kalo dah ngaceng susah banget rebahnya. Bawaannya mau tegak terus. Kalo tegak terus kan kudu dimasukin kan".
"Sekarang dah pengen maen ama Ikif", tanyanya menarik hati.
"Istirahat dahulu ya Kif". Aku segera menedu ramuan jamuku.
"Buat persiapan ngerjain Ikif ya om".
"He eh. kamu dah pengalaman maen ama pemuda kamu ya Kif?".
"Iya om, skarang Ikif pengen ngerasain kontol gede om kluar masuk memek Ikif".
Aku memeluk pinggangnya serta mencium lehernya.
"Sshh" ia mendesis.
Aku meraba toketnya, kuremasnya pelan. Dia mulai mengerang. Dia kutelentangkan diranjang, bibirnya kulumat. Dia balas mencium dengan penuh napsu. kontolku dielus dan dikocok lagi, sampe keras sekali. Aku terus meremas toketnya dan mulai menjilati lehernya lalu turun dan terus turun mencium penggalan dadanya.
"teruuss, buka dressku om, bbuukkaa!" katanya setengah berteriak.
Aku terus turun menciumi bagian dadanya sambil gosok2 selangkangannya.
"aayyoo om buka!" teriaknya.
Kembali aku mencium bibirnya. Dia membalas ciumanku dengan sarat napsu. Aku menjilati telinganya. toketnya kembali kuremas2. Tanganku satunya terus menggosok selangkangannya.
"Buka donk, sshh, Ikif udah ngga tahan nih" desahnya.
Aku terus saja melakukan aktivitasku.
"Om jahil ya" katanya sambil mencium bibirku dengan hot.
kontolku mulai diremas dan dikocok.
"Isep Kif. saya pengen diisep lagi", kataku sambil sedikit menarik kepalanya mendekati kontolku.
Dia terus mengocok sementara verbal dan lidahnya terus menghisap dan menjilat kontolku. Aku tidak tahan lagi, secepatnya ia kutelentangkan, sambil mencium lehernya. toketnya kuremasa dan tangan satunya meraba selangkangannya.
"Masukin om. Ikif udah ngga tahan lagi" desisnya.
Aku melepaskan dress nya. Dia mengangkat tangannya keatas biar aku gampang melepaskannya. Kemudian kancing celananya kubuka dan kutarik celananya kebawah. Dia mengangkat pantatnya untuk mempermudah lepasnya celananya.
"Wah kamu merangsang sekali Kif", kataku sambil menciumi potongan toketnya.
CDnya telah basah karena lendir yang keluar dari memeknya semenjak ia ngemut kontolku. Tanganku menjalar kebelakang punggungnya dan melepas kaitan branya, gak usang lalu CDnya menyusul. Dia juga dah telanjang bulat mirip saya. Aku memandangi tubuh telanjangnya yang masi penyanyi banget, Toketnya baru menyembul dihiasi dengan sepasang pentil imut yang berwarna pink. Jembutnya yang halus, tidak mengecewakan lebat mengitari memeknya yang juga erwarna pink, tembem, siap menjepit koktolku kalo saya mencoblosnya. toketnya pribadi kuisep,
"iisseepp pentilnya, om" desahnya.
Kemudian ia mendorong kepalaku kebawah,
"Jilat memek Ikif om", desahnya keenakkan karena saya sudah menjilati itilku dan menumpangkan kaki kirinya kepundakku.
Aku terus menjilati memeknya dan memasukan lidahku dalam-dalam.
"tteerruuss om, yang dalem. Oohh Ikif uuddaahh mmauu klluuaarr nniihh" jeritnya sambil terus menekan kepalaku. Aku terus menghisap dan menjilati memeknya.
"Ikif nyampe om, isep tteerruuss memek Ikif" , dia bergetar dan menggelinjang menikmati jilatan-jilatan lidahku di memeknya.
beliau yang sedang telentang pribadi kunaiki. Aku mengesek-gesekan kontolku di memeknya, langsung saja napsuku bangun lagi
"masukin om, mmaasuukiin dong" desahnya berulang kali.
Aku membalikkan tubuhnya dan sehingga beliau tengkurap. Perut bawahnya kuganjang bantal yang ada di dipan, kakinya kurenggangkan dan saya pribadi menusukkan kontolku ke memeknya. Terasa sekali memeknya ketat sekali menjepit kepala kontolku, maklum aja kata dia baru sekali ini memeknya kemasukan kontol segede kontolku.
"aahh om, eennaakk baannggeett" desahnya,
"memek Ikif kudu nganga lebar banget mo nelen kontol om, gede banget sih". Aku menggenjotnya makin cepat. Karena napsunya yang sudah berdiri lagi, dia merasakan telah akan nyampe.
Aku terus memompa kontolku keluar masuk memeknya dengan segera dan keras.
"Terus om, enjot Ikif yang keras om, ach" desisnya,
"bener temen Ikif, nikmat banget deh dienjot kontol segede kontol om".
Akhirnya ia nggak tahan lagi dan "Om, Ikif nyampee, aahh", jeritnya,
badannya sampe bergetar saking nikmatnya. Aku masih saja menggenjot memeknya beberapa lama, kemudian aku mencabut kontolku, diakusuruh nungging dan kontol kembali kusodokkan ke dalam memeknya dengan keras, eksklusif ambles semuanya. Nikmat sekali rasanya. Kembali saya mengenjotkan kontolku dari belakang keluar masuk memeknya dengan keras. Berulang kali aku mengenjot kontolku sehingga mentok di memeknya.
"Kif. aku mau ngecret" jeritku.
"Bareng ya om, Ikif keluar",
ia menjerit panjang sementara saya kian memperkeras enjotanku. Akhirnya
"Kif, saya mau ngecret", jeritku dan pejuku kembali muncrat, kali ini membanjiri memeknya. Terasa sekali semburan pejuku berulang kali dimemeknya.
Dia telungkup dan saya menindihnya. Aku kemudian telentang, dia juga. Liar sekali ya ni penyanyi amoy, gres sekali ini aku ngentotin penyanyi yang liar kayak gini. Gak apa2 si, yang penting kan nikmat banget. Tak usang lalu saya tertidur, diapun tertidur juga.
Ketika beliau terbangun, dia segera menuju ke kamar mandi dan membersihkan diri dibawah shower. Aku mengikutinya dan memeluknya dari belakang. Dibawah shower kita saling berpelukan, saling menyabuni. toket dan kontol menjadi sasaran, awalnya dielus, risikonya diremes2. kontolku keras lagi karena terus saja diremas dan dikocoknya. Aku duduk diatas toilet, kontolku telah tegak mengacung keras. Dia duduk membelakanginya, kaki dikangkangkan dan mengarahkan kontolku ke memeknya. Terasa sekali, perlahan kontolku mulai lagi menyesaki memeknya. Aku menyodokkan kontolku dari bawah keluar masuk memeknya.
"Om, genjot yang cepet om", rintihnya saking nikmatnya.
Pinggulnya digoyang dengan liar mengiringi keluar masuknya kontolku di memeknya. Aku meremas2 toketnya sambil mempesona tubuhnya kebelakang. Aku mencium bibirnya dan beliau membalas ciumanku. Cukup usang saya menyodok memeknya pada posisi itu sampai akhirnya dengan sodokan yang lebih singkat dan keras aku ngecret di memeknya. Diapun nyampe bersamaan dengan muncratnya pejuku.
"Sst om"
jeritnya dan saya memeluk beliau dengan erat. Hingga beberapa dikala saya masih memeluknya, ia menikmati sensasi itu dengan berciuman lembut.
"Trim's ya om, om telah membawa Ikif ke surga kenikmatan", katanya.
"aku juga merasa lezat sekali ngenjot kau. memek kamu jauh lebih nikmat dari memeknya penyanyi laen yang perna aku en totin, mana kedutan nya kerasa banget lagi", kataku memuji.
Selesai maen dan mandi, saya pesen sarapan dari room service. Aku pesen nasi goreng buat saya dan dia serta 2 cangkir teh panas elok. Karena room service menerima pesanan 24 jam, sebentar saja pesananku dah dianter, maklum masi pagi buta, jadi gak ada tamu laen yang pesen rupanya. Selesai makan aku duduk di sofa dan mengajaknya duduk disebelahku. Kemudian kucium bibirnya, dia membalas ciumanku dan menjulurkan lidahnya ke dalam mulutku. Aku mengemut lidahnya dan aku sudah mulai meremas2 toket imutnya, pentilnya kuplintir2. Diperlakukan mirip itu napsunya berdiri kembali. pentilnya kuemut,
" Om terruss emut pentil ikif om. enak".
Dia secepatnya menyambar kontolku, diremas2, dikocok2 sampai balasannya menegang lagi.
"Om andal deh, baru ngecret dimemek Ikif, dikocik bentar dah ngaceng lagi, keras banget lagi, terusin diranjang yuk", katanya sambil bangun.
Aku tidak membawanya ke ranjang tetapi menelentangkannya di sofa.
"Buat variasi ya Kif",
kataku sambil mulai mengelus itilkunya. Pahanya otomatis mengangkang dan diletakkan dipundakku ketika itilkunya kukilik2 dengan jari, memeknya mulai lembap lagi.
"Om, kalau gini terus Ikif rasanya mau pingsan kenikmatan".
Kemudian saya mulai menjilati memeknya. Aku tau kalo dijilat memeknya pasti napsunya lebih berkobar2 lagi.
"aduhhh Ikif nggak berpengaruh, 0m, masukkin om".
Dia mengangkat kakinya dan mengangkang lebar2. Aku segera mengamblaskan kontolku ke memeknya. memeknya berkedut2 ketika kemasukan kontolku yang keras itu.
"Enjot yang keras om", teriaknya lagi.
"Kif, memek kau kedutannya kenceng banget, lezat banget Kif",
kataku sambil memompa kontolku keluar masuk memeknya, makin lama makin cepat. Diapun semakin aktif memutar-mutar pinggulku mengiringi keluar masuknya kontolku di memeknya, ditekannya pantatku dengan kakinya yang melingkari pinggangku dengan keras hingga kontolku rasanya masuk kian dalam dimemeknya.
"Enak om", lenguhnya lagi.
Aku terus mengenjot sambil meremas toketnya, sesekali kuemut pentilnya. sampai hasilnya "Ooom"
jeritnya sambil menjepitkan pahanya kuat2. kontol terus kusodokan semakin cepat dan jadinya..Crot.. croot..croot.. Terasa sekali muncratnya pejuku dimemeknya.
"Nikmat sekali om".

0 Response to "Dongeng Dewasa Ngentot Penyanyi Dangdut"