728 x 90

Native bar

Kisah Ngentot Tante Berjilbab

 Pesonaceritaku.com - Cerita Ngentot Tante Berjilbab - Mula-mula saya tidak perduli sebab hobiku untuk tidur di bis sungguh kuat tetapi kegemaran itu lenyap seketika dikala cewek berjilbab di sebelahku mempesona tas dipangkuannya untuk mengambil hp-nya yg berdering. Sepasang paha semok tercetak terperinci dari rok biru bau tanah panjang nan ketat yang dipakainya. Pemandangan itu cukup mempesona sehingga menggugah seleraku menjadi bangun. Aku lantas mencari akal bagaimana memancing percakapan dan mencari berita.


mula aku tidak perduli karena hobiku untuk tidur di bis sangat kuat namun hobi itu lenyap  Cerita Ngentot Tante Berjilbab
 Cerita Ngentot Tante Berjilbab

Sepertinya telah alamnya dikala kita kepepet seringkali ada ide yg keluar. Saat itu sesudah dia selesai menelefon tiba-datang mulutku telah meluncur ucapan ,"Wachhh... hobinya sama juga yach !. Sejenak beliau memandangku gundah, mungkin berpikir orang ini sok bersahabat banget sich."Hobi apaan ? tanyanya.
"Itu nitip mangkir", sahutku dan beliau tertawa kecil.
"Tau aja kamu. Dasar tukang nguping", sahutnya.

Akhirnya obrolan bergulir. Selama percakapan saya tidak menanyakan nama, pekerjaan maupun teleponnya, tapi lebih banyak cerita lucu. Sampai kesannya beliau ngomong
"kamu lucu juga yach.., nggak kaya perjaka yang laen.
""Maksud kau ?" tanyaku lagi."

Biasanya mereka gres ngobrol sebentar udah nanya nama terus minta nomor telepon." Setelah itu kami saling berkenalan. Perempuan muda berjilbab bernama Siti Fathiya, lazimdipanggil Tia. Obrolan terus berlanjut sampe ia turun di Thamrin dan saya terus ke kota. Dua hari lalu aku berjumpa dia lagi. Cewek bagus berjilbab itu menghampiriku dan duduk disebelahku sambil bercerita bahwa teman-temannya ingin tau alasannya ia hari itu punya banyak cerita konyol. Pagi itu kami menjadi lebih erat. Sambil bercanda tiba-tiba ia berkata :"Kamu pasti suka maen cewek yach, soalnya kau andal ngobrol banget. Pasti banyak cewek di bis ini yang kau pacarin.

"Sumpah mati aku kaget sekali denger omongan ia. Kayanya maksud aku buat kencan ama dia udah ketauan. Akhirnya karena udah nanggung saya ceritain aja ke dia kalo saya telah beristri dan punya anak. Ech rupanya beliau umumaja, justru aku yang jadi kaget alasannya adalah ternyata dia sudah nggak perawan lagi alasannya adalah pernah Ngentot waktu lulus sekolah dahulu. Sekarang beliau sudah bercerai. Wuichhh, nggak nyangka banget kalo doi ternyata janda muda. Selanjutnya telah bisa ditebak. Obrolan sudah lebih ringan arahnya. Akupun mulai memancing dialog ke arah yang mempunyai kecenderungan sex. Keakraban dan keterbukaan ke arah sex sudah di depan mata.

HIBURAN GAMBAR
Cerita Bokep - Sampai sebuah sore setelah dua bulan perkenalan, kami janjian pulang bareng. Hari itu ia mengenakan jilbab merah muda sewarna dengan hem dan rok panjangnya. Posisi duduk kami telah bersahabat dan menempel. Bahkan Tia tidak sungkan lagi mencubit saya setiap dia menahan tawa atau tidak tahan saya goda. Beberapa kali dikala ia mencubit saya tahan tangannya dan dia tampaknya tidak keberatan dikala akhirnya tangan kirinya aku tumpangkan di pahaku dan saya elus-elus lengannya yang tertutup hem lengan panjangnya sambil terus ngobrol. Akhirnya dia sadar dan berbisik, "Wachh, kok betah banget ngelus tanganku, entar lengan bajuku jadi kusut lho.

"Habis gemes ngeliat muka manis kamu, apalagi bibir tipis kau," sahutku sambil nyengir.
"Dasar abnormal kamu," katanya
sambil menyubit pahaku.Serrrrrr..., pahaku berdesir dan si junior pribadi bergerak memanjang. Aku lihat bangku sekelilingku telah kosong sementara situasi gelap malam menciptakan suasana di dalam bis agak remang-remang. Aku angkat tangan kirinya dan saya kecup lembut punggung jarinya. Janda muda berjilbab itu cuma tersenyum dan mempererat genggaman tangannya. Akhhhhh... sudah ada lampu hijau pikirku. Akhirnya saya lanjutkan ciuman pada punggung jarinya menjadi gigitan kecil dan hisapan lembut dan berpengaruh pada ujung jarinya.

Tampaknya beliau menikmati sensasi hisapan di jarinya. Wajahnya yang dihiasi jilbab itu terlihat sendu terlihat anggun sekali. Dan akibatnya ia menyender ke samping pundakku. Ketika bis memasuki jalan tol, aktivitas kami meningkat. Tangan kananku telah mengusap payudaranya yang putih berukuran 36 B dari luar kemeja merah mudanya. Terasa padat dan kenyal. Lalu perlahan jemariku membuka kancing kemejanya satu persatu dan menyusup kedalam BH miliknya. Putingnya makin lama makin mengeras dan terasa bertambah panjang beberapa mili. Sementara itu tangannya juga tidak tinggal membisu mulai mengelus-ngelus penisku dari luar. Setelah beberapa menit kemudian tiba-tiba sikapnya menjelma liar dan bergairah. Dia tarik ritsletingku dan terus merogoh dan meremas penisku yang telah tegang. Tanganku yang di dada ditarik dan diarah kan ke selangkangannya. Aku tidak mampu berbuat banyak alasannya posisinya tidak menguntungkan sehingga hanya bisa mengelus paha dari luar rok panjangnya saja. Aktifitas kami terhenti masa nyaris datang di tujuan. Dan dengan nafas yang masih tersengal-sengal menahan birahi kami membenahi busana masing-masing. Turun dari bis aku bilang mau anter beliau hingga akrab rumahnya. Aku tau kita bakal melewati pinggir jalan tol. Daerah itu sepi dan saya telah merencanakan untuk menyalurkan hasratku di daerah itu.

 Tampaknya janda muda berjilbab itu juga memiliki hasrat yang sama. Ketika berjalan, tangan kirikuku merangkul sambil mengelus payudaranya dari luar hem merah muda lengan panjang yang dikenakannya. Dan saat kita melewati jalan yang sepi tersebut secepat kilat tangan kananku menjangkau kepalanya yang dibalut jilbab merah muda versi modis dan eksklusif mencium dan melumat bibir tipisnya itu. Dengan cepat pula cewek berjilbab itu menyambut bibirku, menghisap dan menyedotnya. Tangannya pribadi beraksi menurunkan ritsleting celanaku dan aku sendiri langsung mengangkat rok panjang model ketat miliknya. Rrrretttttt... aku tarik bergairah cdnya..., jariku eksklusif menyelusup masuk ke vaginanya terasa hangat dan licin. Rupanya beliau sangat terangsang sejak di bis tadi. Di tengah deru nafasnya Tia berdesah : "Ayo mas... masukin aja... aku kepengen banget nech. Hhhhhh..."
"Sebentar sayang, Kita cari tempat yang kondusif." sahutku
Aku tarik ia melewati pagar pengaman tol dan ditengah rimbun pohon saya senderkan ia dan sehabis mempesona rok panjang model ketatnya itu hingga sepinggang Lalu tergesa-gesa kuloloskan celana dalamnya lalu kuangkat kaki kanannya. Sengaja celana dalamnya kusangkutkan di pergelangan kaki kanan yang kuangkat itu biar celana dalamnya tidak kotor menjamah tanah.

Dengan kasar aku buka celanaku dan megarahkan penisku ke vaginanya tapi cukup susah juga. Akhirnya ia menuntun penisku memasuki vaginanya. ?Emmhhh...!?, kepala janda muda berjilbab merah muda itu mendongak sembari melenguh tatkala ujung penisku mulai penetrasi kedalam vaginanya. Luar biasa, itulah sensasi yang aku rasakan dikala penisku mulai menyeruak memasuki vaginanya yang sudah dibasahi cairan nafsu. Ditengah deru mobil yang melintasi jalan tol aku memompa pantatku dengan gerakan pelan dan menghentak pada saat mencapai pangkal penisku. Tia menyambut dengan menggigit pundakku setiap aku menghentak penisku masuk kedalam vaginanya. "Ooochhhh... auchhhh... Masssss... oochhh...", desahnya. Birahi dan ketegangan bercampur aduk dalam hatiku ketika terdengar bunyi orang melintasi jalan dibalik pagar. Namun lokasi kami cukup aman sebab gelapnya malam dan terlindung pohon yang cukup lebat. Bahkan mungkin orang yang berjalan itu tidak akan berpikir ada sepasang manusia yang cukup ajaib untuk ber cinta di pinggir jalan tol tersebut.

"Gantian mas... saya cape", katanya.
Aku lantas duduk menyandar dan wanita muda berjilbab merah muda itu memegang rok panjang yang kusingkap tadi agar tidak jatuh kebawah. Kemudian Tia mulai berjongkok mengarahkan vaginanya. Ketika penisku kembali menyeruak diantara daging lembut vaginanya yang telah licin, sensasi itu kembali menerpa diriku. Sambil memegang bahuku, beliau mulai menekan pantatnya dan menggerakan pinggulnya dengan cara menggesek perlahan, maju mundur sambil sesekali memutar. Kenikmatan itu kembali mendera dan semakin tinggi intensitasnya saat saya menolong dengan menekan keatas pinggulku sambil menarik pantatnya. Desahan suaranya kian keras setiap kali kemaluan kami bergesekan, "uchhhhh... ssshhh... uchhhhh...". Mataku sendiri terpejam menikmati rasa yang tercipta dari pergesekan bulu kemaluan kami sambil terus menggerakkan pinggul mengimbangi gerakannya.
"Terus sayang... ayo terus", desahku.

Keringat telah membasahi punggungnya dan gerakan kami telah mulai melambat namun tekanan kian ditingkatkan untuk mengimbangi rasa nikmat yang menjalar disekujur badan kami dan terus bergerak ke arah pinggul kami, berkumpul dan berpusar di ujung kemaluan kami. Berdenyut dan ujung penisku mulai siap meledak, sementara perempuan berjilbab ini mulai mengerang sambil menjepitkan vaginanya lebih keras lagi. "Hegghhhhhh... hhhegghhhh... heghhh... terus mas... sodok... sodok terussss... mas... yachhh... disitu... terus... terussss... ooocchhhhhhh".

 Dengan desahan panjang sambil mendongakkan kepalanya yang terbungkus jilbab, Tia menekan dan menjepit keras penisku sementara vaginanya terus berdenyut-denyut. ?Mass...mmhh...oouuccchh...?, pekiknya tertahan sembari menundukkan kepalanya yang berjilbab itu tatkala meraih puncaknya. Aku cuma mampu melamun sambil memeluk tubuhnya menanti dia selesai orgasme. Ketika jepitannya mulai mengendur saya langsung bereaksi meneruskan rasa yang tertunda itu, tanpa basa bau rasa nikmat itu mulai menerjang kembali, berkumpul dan meledak menyemburkan cairan kenikmatanku ke dalam vaginanya. Aku sodokan penisku sambil menekan pinggulnya sementara kakiku mengejang menikmati pedoman rasa yang menerjang keluar dari tubuhku itu. Setelah beristirahat beberapa menit kami saling memandang... kesudahannya tersenyum dan tertawa."Kamu memang bener-bener abnormal, tapi jujur saya sungguh menggemari bercinta dengan cara mirip ini. Aku belum pernah senikmat ini bercinta." akunya. "He.. he.. he.. sama donk", kataku sambil mengecup bibir sang janda muda berjilbab yang tipis itu sementara kemaluanku mulai mengendur di dalam vaginanya. Setelah itu kami membereskan busana masing dan berjanji untuk mengarungi kenikmatan seks ini untuk hari-hari mendatang.

0 Response to "Kisah Ngentot Tante Berjilbab"

sosial bar