Kisah Cukup Umur Perengut Kesucian
By Blinger
—
Senin, 19 Februari 2018
—
Add Comment
—
Cerita Dewasa,
Cerita Lesbian,
Cerita Mesum,
Cerita Ngetot,
Cerita Sex
Pesonaceritaku.com - Cerita Dewasa Perengut Kesucian - Namaku Nita, dan kali ini aku akan menunjukkan cerita dikala aku dewasa. Sekarang aku kuliah di salah satu akademi tinggi swasta di kota D. Dulu aku tinggal bersama kedua orang tuaku dan juga kakakku di sebuah perumahan yang amat menjemukan sehingga aku menetapkan untuk mampu berdiri diatas kaki sendiri dengan menghuni kamar kostan milik dari tetanggaku yang baru menikah sehingga ia di boyong oleh suaminya ke Jakarta.
Cerita Dewasa Perengut Kesucian
Sebagai gambaran kostanku terdiri dari 3 lantai lantai pertama dihuni pemilik kosanku yang sekaligus rumah utama pemilik kostan, sedang lantai kedua dihuni oleh anak kost baik itu perjaka ato cewek secara kostanku yaitu kostan campur, sedang untuk lantai ketiga daerah pemilik kost menaruh alat2 fitnes selaku salah satu fasilitas yang diberikan kepada anak2 kost dan ada 3 kamar kost yang salah satunya saya tinggali.
Hari pertama aku menghuni saya lapor dengan Pemilik kostan dimana saya tinggal, beliau kebetulan tinggal di lantai 1 sedangkan aku di lantai 3. Setelah melapor aku dimohon bantuannya untuk mempertahankan kebetulan keponakan laki-lakinya yaitu sahabat kakakku sekolah dulu yang juga tinggal disitu. Dia tinggal disebelahku namanya Mas Reno. DIa penduduknya sangat ramah dan tampaksangat Dewasa. Hari kedua saya menjajal untuk menegur dan menyapa Mas Reno, yang usianya sekitar 25 – 27 tahunan. Orangnya ramah dan baik sekali. Yang aku heran hingga umur segitu ia belum punya pacar, mungkin punya masalah dengan karir yang cantik sehingga beliau harus konsen dengan karirnya.
Berikut yakni pengalamanku diwaktu tidak terduga . Sekedar gambaran, Aku mempunyai tinggi tubuh sekitar 167 cm, mempunyai pinggul yang besar, yang bulat, pinggang yang ramping, dan perut yang agak rata (ini dikarenakan senam aerobic, fitness, dan renang yang tekun aku ikuti secara terjadwal). Dengan paras yang manis dan warna kulit yang putih bersih, wajarlah jika Saya menjadi harapan banyak cowok utamanya teman sekolah dan juga sahabat kakakku.
Hingga pada sebuah sore, ketika aku pulang kuliah, setelah mencuci tampang dan berwudlu untuk melaksanakan sholat ashar, aku mendengar ada ketukan pintu di kamarku , kemudian aku intip dari jendela kamarku ternyata Mas Reno yang tiba sambil menenteng gelas berisi kopi nescafe. “eh ya ada apa Mas” kataku sambil membuka pintu. “Ngga Nit, punya air panas ga? ” . “Ada mas, kebetulan dispensernya masih penuh galonnya” jawabku.
silahkan ambil mas..! kataku sambil mempersilahkan masuk dan aku menunjukkan daerah dispenser tersebut. makasih Nita jawab mas Reno dengan senyum manisnya. sambil mengisi gelasnya dengan air panas, mas Reno mengajakku ber Cerita menanyakan kabar kakakku dan juga orang tuaku.
Tanpa disadari air panas yang beliau ambil telah penuh dan tumpah hingga mengenai tangannya. dan spontan mas Reno terkejut menjerit dan mengibaskan tangannya sehingga gelas yang ia pegang terlempar mengenai tannganku dan juga mukena yang ketika itu telah aku pakai bagian atasnya. kontan aku menjerit kesakitan alasannya air panas tadi dan juga kopinya menyiram sebagian tangan dan bajuku.
Aduh, maa.... Nita.. Mas Reno langsung menjajal menolongku dan memegang dan membersihkan kopi yang masih melekat di tanganku.. Otomatis dikala itu aku cuma bisa meringgis menahan sakit dan bajuku yang berlumuran kopi. Setelah tanganku dibersihkan.. saya pamit ke kamar mandi lagi untuk mengubah bajuku dan juga untuk wudlu lagi alasannya sudah tidak suci lagi dan juga bajuku udah ternoda. Terlihat tanganku melepuh dan membekas hitam. Terlihat Mas Reno sungguh merasa bersalah akhir kejadian ini..
Maaf banget ya Nit.. mas ga sengaja.. ucap mas Reno.. Udah gapapa mas.. kini Nita udah wudlu lagi dan sudah suci lagi meski ada noda hitam balasan tersiram air panas di tangan Nita. Nita sholat dulu mas.. jawabku sambil menahan sakit.. Iya Nit, Mas balik dulu ya... tar habis sholat mas antar ke dokter ya semoga lukanya diobati.. kata mas Reno dengan raut tampang yang menyesal.. Setelah itu akupun sholat sambil tanganku masih gemetaran..

0 Response to "Kisah Cukup Umur Perengut Kesucian"