Dongeng Sex Bercinta Dengan Cewek Kembar
By Blinger
—
Jumat, 16 Februari 2018
—
Add Comment
—
Cerita Dewasa,
Cerita Lesbian,
Cerita Mesum,
Cerita Ngetot,
Cerita Sex
Cerita Sex Bercinta Dengan Cewek Kembar - Ini ialah pengalamanku yang paling mengesankan dan bahkan bisa dibilang paling gilaak seumur hidupku. Aku menyetubuhi dua gadis kembar di parkiran kendaraan beroda empat suatu mall. Dan gilanya lagi dua gadis kembar ini berjilbab, dan aku mengentot kedua gadis kembar ini dalam keadaan mereka masih berjilbab, sungguh sensasi yang sangat gilaaak buatku, tetapi juga sungguh indah mampu meniduri memek dua gadis abg berjilbab yang ternyata doyan akan Sex itu.
Cerita Sex Bercinta Dengan Cewek Kembar
Dan teruslah saya berjalan-jalan sambil menyaksikan sekeliling, hingga aku merasa bosan sebab aku tak memperoleh apa yang aku inginkan. Kemudian saya singgah disebuah resto, dan aku memesan secankir kopi. Di resto saya mengambil HP yang ada disaku celanaku berniat untuk menghubungi temanku, namun ketika HP telah ada ditanganku saya menyaksikan kedepan, dari jauh saya menyaksikan sosok dua abg berjilbab sedang asik nongkrong sambil bercandaan. Sesaat perhatianku pun tertuju terhadap dua gadis abg berjilbab itu. Dan segeralah saya kekasir dan mengeluarkan uang kopiku dan saya eksklusif berjalan menuju daerah dimana kedua gadis abg berjilbab itu berada.
“Selamat siang nih adik-adik, lagi pada ngapain nih ??” tanyaku.
“Siang juga om..” jawab mereka bersama-sama sambil tersenyum.
“Lagi iseng-iseng aja om, abis dari sekolah” jawab yang satu.
“Om boleh duduk disini gak ?” tanyaku dengan sopan.
“boleh donk om, silakan” jawab yang satu lagi.
“Om boleh kenalan kan ??” tanyaku.
“Hihi…iya boleh donk om…” jawabnya
“Aku Fara, yang ini saudaraku Vera” jawabnya sambil ternsenyum.
Setelah kuperhatikan kedua gadis berjilbab ini mengenakan aksesoris yang tidak mengecewakan mahal dari bros untuk peniti jilbab mereka, hingga cincin, gelang, jam tangan bahkan handpone seri modern. Wah keliatannya mereka betul-betul belum dewasa dari kelompok atas.
“Kalian saudara kembar kan ?? berapa nih usianya ??” tanyaku penasaran.
“Iya om…kita sekarang 17 tahun sebentar lagi 18 tahun”.
“Oooh…udah gede- gede ya” kataku sambil melirik payudara Fara, uh penisku perlahan lahan mengeras, membayangkan bisa meremas2 empat buah payudara dibalik jilbab gadis gadis ini.
“ya iyalah om, kan udah sma” jawab Vera yang tak sadar apa bahwasanya yang aku maksud.
“kalian nggak pulang, udah sore begini masak gadis2 elok seperti kalian masi blum pulang”.
“om mampu aja ah, masi mau minum2 dahulu om bentar lagi juga pulang” jawab Fara sambil ngobrol.Cerita Sex Pembantu
kuperhatikan kedua gadis ini, walaupun kembar namun saya mulai bisa membedakan antara Fara dengan Vera. Fara yang berusia lebih tua beberapa menit dari Vera ini memiliki buah dada yang sedikit lebih besar dari adiknya.selebihnya tak ada perbedaan. “Aaah seandainya bisa kutelanjangi kedua gadis berjilbab ini, apa mungkin rasa jepitan vaFara 2 orang saudara kembar berbeda yah” kataku dalam hati yang telah sarat nafsu.
“Kalian udah punya pacar belum ??” tanyaku.
“Fara udah tuh om, nama pacarnya andi, hihi…”
“Iiih….apaan sih git, beliau tuh cuma temen deket aja juga…” katanya malu.
kulihat ada yang abnormal dengan kedua akil balig cukup akal berjilbab ini. Mengapa sepertinya sangat mudah akrab dengan orang yang belum dikenal seperti aku. Aku mulai berpikir tampaknya dua gadis ini mampu kupakai malam ini. Akupun mulai mengeluarkan jurus mautku.
“Kalian udah pernah pacaran kan ?”
“Iya udah Om…tapi ya gitu deh namanya juga anak sma.” jawab Vera
“Umm tetapi maaf nih yah, kalian udah pernah begitu belum ??” tanyaku sambil tersenyum badung.
Fara sedikit terkejut “begitu gimana om??”
“umm begini.. kayak ciuman pelukan, dan main2 itu sama pacar kalian belum” Sejenak mereka kaget dengan pertanyaanku kemudian Vera balas menjawab
“Iiiih…om apaan sih…kok nanyanya begituan”
“Ya kan om mau tau ??” Mereka termenung sejenak kemudian saling berbisik.
“Emang bener om mau tau ???” tanya Fara menggoda.
“Iyha iya dong dik Fara yang bagus” kataku sambil mengedipkan mata tampaknya mereka sadar maksud gerak gerikku, kemudian dengan tersenyum badung Vera menjawab.
“om, kalau mau kita mampu jalan-jalan sama om namun kaloo…” Vera berhenti mengatakan kemudian mengambil handponnya dan mengetik lalu menunjukkan handponnya padaku.
Astaga pikirku, inilah saatnya. Saat yang dari tadi kunantikan. Vera ternyata meminta sejumlah duit dan kriteria. Kesempatan ini tak boleh kulewatkan. Akupun tersenyum lebar dan jantungku makin berdegup kencang. Tiba2 aku terjaga sebuah hal.
“eh maaf yah Fara, Vera, kalo kalian mau nemenin om kok kenapa kalian memakai jilbab”
“oh ini, ini kan ketentuan wajib disekolah harus pakai jilbab om” jawab Fara.
Ooh saya baru menyadari segala sesuatunya, kenapa menjelang malam hari kerja kedua gadis berjibab ini masih dipusat perbelanjaaan, kenapa mereka memakai barang2 mahal, kenapa mereka mudah sekali untuk diajak ngobrol hingga ke hal2 yang nakal. “ok kalo gitu yuk kita pergi, om ke atm dulu ngambil duit saku untuk gadis2nya om” kataku sambil mengedipkan mata yang dijawab dengan sedikit tawa dan tatapan nakal. Sekitar jam 6 sore, aku bareng kedua gadis berjilbab ini keluar dari mall dan menuju suatu atm dibasement mall tersebut. Ternyata basement tersebut agak sepi, cuma berisi mobil2 dan beberapa supir, tukang parkir dan satpam yang sempat memandangku iri, alasannya adalah saya yang asyik bercanda dengan kedua gadis berjiblab ini. Atm tersebut ternyata cukup tertutup, dengan ruangan yang cukup besar.
Akupun mulai mengakses mesin tersebut sambil berbincang2 dengan kedua gadis berjilbab ini. Sambil memencet tombol2 saya lirik keadaan diluar, sepertinya posisiku cukup tertutup dan tak ada orang yang melihat, ah aku yang sudah tak tahan dari tadi mulai melancarkan aksiku. Kedua gadis berjilbab ini bangun dikanan kiriku, sambil menanti mesin atm melakukan pekerjaan , aku tarik kedua tanganku kebelakang lalu meremas-remas kedua buah pantat Fara dan Vera yang kenyal itu.
“ iihh om bandel, masi dibasement juga” jawab Vera dan suatu cubitan kecil dipinggangku oleh Fara.
“Iya deh iya deh om nggak badung” jawabku sambil mempesona tanganku dari pantat kedua gadis ini.
Lalu kurangkul pinggang kedua gadis berjilbab ini dan menawan mereka kearah tubuhku, uhhhh payudara payudara dibalik jilbab kedua gadis berjilbab ini sangat sama kenyal dan nikmatnya.
“ihhh si om ini badung banget sih” kata mereka dengan senyum manja.Cerita Sex Pembantu
Lalu tanganku mulai meraba naik kepunggungnya kemudian bergeser masuk keketiak mereka menyelusup kebelakang jilbab mengikuti alur bh mereka dan menggenggam payudara payudara gadis gadis ini yang tidak bersinggungan dengan dadaku.
“iiiiihh si ooomm dari tadi pembangkang banget sihhh” kata Fara sambil kedua gadis ini menjajal melepaskan diri dari genggaman tanganku pada buah dada mereka.
“duh Fara Vera, jangan begitu dong, ini uangnya” kataku ketika tiba2 mesin atm tersebut mengeluarkan uang beberapa juta rupiah.
Akupun mengambil duit tersebut kemudian memperlihatkan uang tersebut kepada mereka, tampaknya kali ini mereka luluh dan mata mereka tampak berbinar2 menyaksikan uang yang lumayan banyak tersebut dan mulai tersenyum genit. Akupun dengan nakalnya menyampirkan jilbab Fara dan Vera kepundaknya lalu membuka 3 buah kancing paling, dan kulihat yang daritadi menciptakan penisku sangat keras, empat buah payudara gadis smu yang sangat menggemaskan terbungkus BH yang sangat sexy dengan jilbab yang menutupi kepala mereka, akupun menyelipkan beberapa lembar ratusan ribu rupiah kedalam BH mereka sambil merasakan kenyalnya payudara mereka lalu saya teruskan dengan meremas-remas payudara bahenol kedua gadis ini.
“uhhhh, dada Fara lebih besar sedikit namun sama nikmatnya dan sama cantiknya dengan Vera, om udah bener bener nggak besar lengan berkuasa nih, ini uangnya dp dulu yah nanti kalo udah selese nemenin om semua uang ini boleh kalian miliki” kataku dengan sarat nafsu. Vera dan Farapun cuma tersenyum genit sambil keenakan menikmati remasan demi remasan dan plintiran pada payudara dan putting mereka. Tanpa disadari ada orang mengetuk pintu atm. Kami bertigapun terkejut bukan kepalang, aku baru menyadari ada orang antri menanti dari tadi. Akupun secepatnya mempesona kedua tanganku dari payudara mereka, Vera dan Farapun terkejut luar biasa dan langsung mengancingkan kembali baju mereka dan menjulurkan jilbab mereka untuk menutupi buah dada montoknya.
“ih om si, untung nggak dibuka pintunya kan aib om” kata Vera
“iya deh maaf, tetapi om udah nggak berpengaruh nih, kita cari daerah yuk nanti disambung lagi deh ditempat om” kataku
“ih si om, kita cantik sih jadi om nggak besar lengan berkuasa deh” kata Fara dan disambut tawa mereka cekikian.
“yaudah, yuk, eh ayo gandeng tangan om dong” bisikku manja kekeduanya kamipun keluar dari kotak atm yang sudah dinantikan 3 orang yang mengantri dari tadi.
Mereka tampak kesal namun agak terkejut ketika menyaksikan seorang lelaki digandeng dua orang gadis ABG kembar yang masih segar dan berjilbab. Ah biarin ajah, emang gua pikirin, akupun menarik kedua daun muda yang sangat menggemaskan ini kesudut lapangan parkir kawasan mobilku berada yang jauh dari kawasan tunggu supir dan satpam. Sambil berlangsung kedua lengan atasku mencicipi lembutnya bab luar buah dada Fara dan Vera yang terus bersenggolan dengan tanganku yang mereka rangkul. Aduh sungguh nikmat rasanya, batang penisku kian tak kuat ingin secepatnya menikmati kedua gadis kembar ini. Gedung parkir di mall ini cuma setengah kendaraan beroda empat kebawah yang tertutupi tembok, selebihnya cuma ditutupi oleh kawat2 besi sehingga walaupun gelap namun samar2 mampu terlihat dari luar gedung parkir. Ide gilapun timbul dikepalaku aku akan menikmati kedua gadis berjilbab ini ditempat terbuka sebelum nanti kutelanjangi, kumandikan dan kusabuni setiap inci tubuh mereka dirumahku nanti.
Setelah sampai disudut daerah mobilku diparkir akupun mendorong perlahan kedua gadis berjilbab ini hingga bersandar ditembok dengan kedua tanganku menekan sebuah payudara Fara dan Vera. “Fara, Vera, kita main disini dahulu yuk, kan gelap nggak ada orang, om udah nggak tahan nih, nanti uang jajannya om tambah deh, tetapi nanti malem main kerumah om dulu kita main2 lagi, besok pagi baru om anter kesekolah, gimana?” Vera dan Fara hanya berpandangan lalu salah satunya mengangguk, “boleh om tetapi ati2 yah kalo ada orang, kan malu om diliatin orang” akupun tersenyum dan tanpa basa basi langsung kusampirkan jilbab Fara dan Vera, pribadi kubuka kancing2 bajunya dan kubuka seragam sekolah mereka, dan pribadi kulepas BH mereka, kulemparkan bra mereka kejok belakang mobilku kemudian kupakaikan kembali baju seragam mereka tanpa kukancingi lagi, sangat indah badan saudara kembar ini.
Dengan jilbab putih yang masih mereka kenakan dan payudara yang putih dan empat buah putting berwarna coklat yang kecil sungguh indah sekali, akupun tak bisa menahan nafsuku, segera kumainkan empat buah payudara gadis kembar ini bergantian, dari remasan, plintiran pada puting2 payudara mereka sampai hisapan hisapan dan giVeran2 kecil menciptakan mereka menggelinjang mendesah menikmati permainanku. Lalu kuhentikan permainanku, kuperintahkan kedua gadis ini untuk mengangkat kedua roknya perlahan. Pelan-pelan kulihat kaki mungil mereka yang dikemas sepatu dan kaus kaki menutup betis mereka, lutut, dan aww, paha paha yang putih dan mulus kemudian kemaluan yang masih tertutup celana dalam putih yang tipis. Aku sungguh tak berpengaruh, pribadi kutarik turun celana dalam mereka dan kupandangi vagina Fara dan Vera yang kecil karena umur mereka yang masih 16 tahun. Kuambil celana dalam mereka dan kulemparkan ke jok belakang mobil. Lalu kututup pintu mobilku.
“Lho om kok kita nggak dimobil om ajah, kan takut ada yang ngeliat om” kata Vera khawatir dengan keadaanya yang berjilbab namun baju seragam yang terbuka yang memperlihatkan dua buah payudaranya yang menggantung sambil mengangkat rok hingga pinggang yang menawarkan vaginanya. “Nggak papa Fara, nanti kau tau, jauh lebih nikmat rasanya kalo ditempat begini lho” kataku sambil menawan kedua gadis itu dan kusuruh duduk dikap depan mobilku yang posisinya didinding lapangan parkir, yang hanya tertutup jeruji2 besi dan tampak dari luar samar2. “iii om malu” jawab Vera sambil duduk dan menutup rok dan bajunya sambil melipat tangan didadanya. Tampak didepanku dua orang gadis kembar berjilbab yang siap kunikmati beberapa ketika lagi, disebuah gedung parkir, dan gilanya lagi meskipun agak gelap namun niscaya secara samar2 tampakdari jalan raya diluar gedung.
Tanpa memperdulikan ucapan Vera akupun menawan kepala kedua gadis berjilbab ini dan mencium bibir merkea bersamaan, ah lezat rasanya ketika mencium mereka bersama-sama. Tampaknya mereka menyukainya, kemudian tanpa basa basi kuangkat rok sekolah Fara dan kujilat2 vaginanya, juga tangan kananku masuk kedalam rok diantara kaki Vera dan mengelitik vagina dan klitorisnya sambil saya memuaskan kakaknya. Kedua gadis berjilbab ini cuma bisa menggelinjang dan mendesah pelan, perlahan nafsu mulai merasuki keduanya yang tampaknya telah tak aib lagi dan mulai meremas remas payudara mereka sendiri. Kurasakan cairan mulai membasahi vagina kedua saudara kembar ini. Akupun semakin tak tahan, pribadi kubuka celanaku dan mengeluarkan penisku dan kumasukkan kedalam vagina Fara sambil terus mengaduk2 vagina Vera dengan 3 buah jariku.
Ahh penisku serasa dipijit2 didalam vaginanya. Walaupun sempit tapi dikala mulai kusodok pelan2 serasa tak ada yang membatasi, ternyata Fara sudah tidak perawan lagi, begitujuga dengan Vera yang sedari tadi pasrah penuh kenikmatan dengan tiga buah jariku divaginanya. Akupun dengan segera memajumundurkan penisku didalam vagina Fara bergantian dengan Vera. Wajah mereka yang terbungkus jilbab sangat tampak menggemaskan membuatku makin bergairah meremas2 payudara2 mereka. Aku menyuruh kedua saudara ini untuk menunduk dan bertumpu pada terali2 besi gedung parkir. Kuangkat rok panjang mereka dan kulipat dan kuselipkan dipinggang mereka, sehingga dengan bebasnya saya mampu melihat pantat, vagina dan bab kaki gadis gadis ini.Mungkin karnea kedua gadis kembar ini belum orgasme mereka terlihat mau melakukan apa saja asalkan terus kuaduk-aduk vagina mereka. Mereka tak aib meskipun kurang jelas terlihat dari jalan raya didepan gedung parkir ini. Akupun kian bernafsu dengan menyodokkan penisku kedalam vagina Vera dan Fara bergantian dari belakang sambil kutarik jilbab mereka yang menciptakan mereka mendongak keatas sambil menikmati hentakan demi hentakan penisku dilubang vagina mereka secara bergantian.
Tak usang lalu Fara merintih2 “om oomm remes payudaraku yang keras, terus masukin penisnya cepetan sedikit aku udah nggak tahan mau keluar” akupun yang memang penuh nafsu secepatnya menuruti undangan Fara, kucengkram kedua payudaranya dari belakang, dan kupercepat hentakan penisku jauh lebih dalam kelubang vaginanya.yang membuat Fara semakin menjerit2 kecil mencicipinya. Tiba2 dari jauh kulihat seseorang haltebus yang mengarah kegedung parkir diseberang jalan tampaknya menyaksikan adegan yang kulakukan, dan Fara walaupuan daritadi merem melek menikmati permainanku menyadari ada seseorang yang ikut menikmati tubuhnya dari jauh. “om ada orang tuh dihalte ngeliatin kita, namun aku udah nggak besar lengan berkuasa om dikit lagi mau keluaarr. Ah biarin ajaaaahhh…” jawabnya yang terlihat kian bernafsu sebab dilihat orang tersebut.Cerita Sex Pembantu
Akupun kian bernafsu mempertontonkan adegan mesra ini keorang tersebut yang kian membuatku terpacu.tiba2 “ahhhh ahhhh ahhh” Fara merintih dan kurasakan vaFaranya mengeluarkan cairan yang sungguh banyak dan risikonya Fara melamun lemas walaupun aku tetap memacu penisku kevaFaranya. Akupun menghentikan aksiku. “duh om udah nggak kuat, om lanjutin sama Vera aja yah..” katanya dengan tersenyum penuh kepuasan. “Iyah nggak papa sayang,tapi kau disini aja ya temenin om main dengan adikmu ini” kataku sambil menjulurkan rok Fara sehingga menutupi bagian bawah tubuhnya lalu kubalikkan tubuhnya kucium mesra, dan kupandangi adiknya. “ihh omm kan udah sama kak Fara tadi, aku dicuekin, daritadi udah nggak tahan om” katanya dengan cemberut bandel.
Ternyata walaupun payudara Vera sedikit lebih kecil dari kakaknya, namun hasrat Sexnya jauh melampaui kakaknya. “Vera juga mau om, ayo cepet tu orang dihalte depan lagi ngeliatin, Vera udah nggak tahann ayo omm cepettt” kata Vera memelas. Wah ternyata adiknya jauh lebih bergairah dan maniak dari kakaknya. Akupun langsung menancapkan penisku kevagina Vera dari belakang yang sudah memasang posisi menunduk dengan menumpukan tangannya pada jeruji besi didinding gedung parkir ini.sambil kugenjot vaginanya, kuremas2 payudara kiri Vera dari belakang dengan tangan kiriku sementara tangan kananku kugunakan untuk memeluk Fara sambil mencium bibirnya dan meraba2 payudaranya.tak disangka Vera ternyata begitu exebisionis, dalam genjotanku ia melambaikan tangan dan tersenyum genit kepada lelaki yang menatap agresi kita dari tadi.akupun tak peduli terus saja kupermainkan vaginanya.
Tapi usang kelamaan aku bosan dengan posisi ini, kubalikkan badan Vera, dan kugendong lalu kududukkan ditepi kap depan mobil jeepku dan kusandarkan Fara bangkit disampingnya, akupun melanjutkan aksiku menancapkan penisku kevagina Vera sambil mencium dan menjilat jilat putting payudaranya bergantian dengan mencium bibir Fara kakaknya, sambil tangan kiriku meremas2 payudara Fara.ohhh sungguh berlipat2 rasanya menikmati tubuh dua orang gadis kembar yang masih mengenakan jilbab putih namun 4 buah payudara mereka terbuka bebas dan sedang kujamah, sedangkan vagina Vera sedang kunikmati dengan penisku dan vagina Fara sesekali kuremas2 dari balik rok yang kuangkat keatas. Tak lama kemudian, Verapun mencapai titik puncaknya,ia menggelinjang dan mendongak keatas sambil memeluk kepalaku diantara dua buah payudaranya dengan bersahabat dan tiba2 tiga kali kurasakan semprotan cairan didalam vagina Vera serentak dengan semprotan spermaku didalamnya.
“aahahhchhhhh ommmm saya ahhhhh” jeritnya… Farapun cuma tersenyum menyaksikan ulah adiknya yang sedang dalam titik puncaknya. Setelah beberapa ketika kurapihkan busana kedua gadis kembar ini, kurapihkan rok mereka, lalu kukancingkan kembali baju mereka, kujulurkan lagi jilbab mereka menutupi payudara dan vaFara yang kini tak mengenakan bh dan celana dalam. “Yuk kita belanja, kita nonton juga yuk, nanti kita lanjut lagi dirumah om yah” kataku genit. Fara dan Vera hanya tersipu malu.
Lalu kedua gadis kembar ini kurangkul dan kuajak kedalam mall sambil dengan nakalnya kuraba payudara mereka yang kali ini dengan mudah kuplintir dari luar pakaian mereka putting yang menonjol dibalik bajunya, tetapi sengaja ditutupi jilbab mereka supaya tak tertangkap tangan, tetapi buah dada buah dada yang tak disanggah itu tampak lebih menarik hati bergoyang goyang dibalik pakaian mereka meskipun sudah ditutupi jilbab, ukiran demi goresan dan remasan tanganku dipayudara mereka sangat lezat, meskipun batang kemaluanku telah lemas, namun aku masih ingin menikmati badan gadis kembar berjilbab ini. Kamipun masuk kedalam mall dan mulai jaga image, Fara dan Vera jalan disampingku dengan biasa2 saja semoga tak terlalu menarik perhatian.. kamipun menuju bioskop dilantai atas dan berbelanja tiket film, tetapi sebelum masuk ke bioskop, Vera mengajak kakaknya ketoilet untuk membersihkan sisa2 cairan vagina dan spermaku yang masih membasahi vaginanya.

0 Response to "Dongeng Sex Bercinta Dengan Cewek Kembar"