Cerita Akil Balig Cukup Akal Dengan Tante Kasar
By Blinger
—
Jumat, 16 Februari 2018
—
Add Comment
—
Cerita Dewasa,
Cerita Lesbian,
Cerita Mesum,
Cerita Ngetot,
Cerita Sex
Cerita Dewasa Dengan Tante Agresif - Peristiwa itu bermula dikala aku berhasrat untuk mencari kawasan kos-kosan di Surabaya. Pada ketika itu, pencarian kawasan kost-kostan ternyata membuahkan hasil. Setelah aku menetap di tempat kost-kostan yang gres, aku berkenalan dengan seorang wanita, sebut saja namanya Varia. Usia Varia ketika itu gres menginjak 30 tahun dengan status janda Tionghoa beranak satu.
Cerita Dewasa Dengan Tante Agresif
Dengan hanya mengenakan handuk, aku mencoba menggoda Varia. Dengan terkejut beliau kemudian meladeni olok-olokanku. Aku makin berani mengolok-oloknya. Akhirnya beliau mengejarku. Aku akal-akalan berusaha mengelak dan menjajal masuk ke kamarku. Eh.. ternyata beliau tidak menghentikan niatnya untuk memukulku dan ikut masuk ke kamarku.
“Awas kamu.. entar kuperkosa gres tahu..” gertaknya.
“Coba kalau berani..” tantangku sarat harap.
Aku menatap matanya, kulihat, ada kerinduan yang selama ini terpendam, oleh jamahan laki-laki. Kemudian, tanpa dikomando dia menutup kamarku. Aku yang bergotong-royong juga menahan gairah tidak membuang-buang peluang itu.
Aku meraih tangannya, Varia tidak menolak. Kemudian kami sama-sama berpagutan bibir. Ternyata, wanita anggun ini sungguh bergairah. Belum lagi saya bisa berbuat lebih banyak, ternyata dia menyambar handuk yang kukenakan. Ia terkejut saat menyaksikan kejantananku sudah setengah bangun. Tanpa basa-bau, beliau menyambar kejantananku serta meremas-remasnya.
“Oh.. ennaakk.. terussh..” desisanku ternyata mengundang gairahnya untuk berbuat lebih jauh. Tiba-datang ia berjongkok, serta melumat kepala kontolku.
“Uf.. Sshh.. Auhh.. Nikmmaat..” Ia sangat mahir mirip tidak menunjukkan potensi terhadap untuk berbuat tanya.
Dengan semangat, ia terus mengulum dan mengocok kontolku. Aku terus dibuai dengan sejuta kenikmatan. Sambil terus mengocok, mulutnya terus melumat dan memaju-mundurkan kepalanya.
“Oh.. aduhh..” teriakku kenikmatan.
Akhirnya nyaris 10 menit aku mencicipi ada sesuatu yang mendesak hendak keluar dari kontolku.
“Oh.. tahann.. sshh. Uh.. aku mau kkeluaar.. Oh..”
Dengan saat itu juga muncratlah air maniku ke dalam mulutnya. Sambil terus mencok dan mengulum kepala kontolku, Varia berusaha membersihkan segala mani yang masih tersisa.
Aku merasakan nikmat yang luar biasa. Varia tersenyum. Lalu saya mencium bibirnya. Kami berciuman kembali. Lidahnya terus dimasukkan ke dalam mulutku. Aku sambut dengan mengulum dan menghisap lidahnya.
Perlahan-lahan kejantananku bangun kembali. Kemudian, tanpa kuminta, Varia melepaskan seluruh pakaiannya termasuk bra dan CDnya. Mataku tak berkedip. Buah dadanya yang molek berwarna putih mulus dengan puting yang kemerahan terasa menantang untuk kulumat. Kuremas-remas lembut payudaranya yang semakin bisul.
“Ohh.. Teruss Ted.. Teruss..” desahnya.
Kuhisap-hisap pentilnya yang mengeras, semnetara tangan kiriku menelusuri pangkal pahanya. Akhirnya aku sukses meraih penggalan yang berada di celah-celah pahanya. Tanganku mengesek-geseknya. Desahan kenikmatan semakin melenguh dari mulutnya. Kemudian ciumanku beralih ke perut dan terus ke bawah pusar. Aku membaringkan tubuhnya ke kasur. Tanpa dikomando, kusibakkan pahanya. Aku melihat vaginanya berwarna merah muda dengan rumput-hitam yang tidak begitu tebal.
Dengan sarat nafsu, aku menciumi memeknya dan kujilati seluruh bibir kemaluannya.
“Oh.. teruss.. Ted.. Aduhh.. Nikmat..”
Aku terus mempermainkan klitorisnya yang lumayan besar. Seperti orang yang sedang mengecup bibir, bibirku merapat dibelahan vaginanya dan kumainkan lidahku yang terus berputar-putar di kelentitnya mirip ular cobra.
“Ted.. oh.. teruss sayangg.. Oh.. Hhh.”
Desis kenikmatan yang keluar dari mulutnya, makin membuatku bersemangat. Kusibakkan bibir kemaluannya tanpa menghentikkan pengecap dan sedotanku beraksi.
“Srucuup-srucuup.. oh.. Nikmat.. Teruss.. Teruss..” teriakannya kian merintih.
Tiba-datang ia menekankan kepalaku ke memeknya, kuhisap besar lengan berkuasa lubang memeknya. Ia mengangkat pinggul, cairan lendir yang keluar dari memeknya bertambah banyak.
“Aduhh.. Akku.. keluuaarr.. Oh.. Oh.. Croot.. Croot.”
Ternyata Varia mengalami orgasme yang dahsyat. Sebagaimana yang dia kerjakan kepadaku, aku juga tidak menghentikan hisapan serta jilatan lidahku dari memeknya. Aku menelan semua cairan yang kelyuar dari memeknya. Terasa sedikit asin namun nikmat.
Varia masih menikmati orgasmenya, dengan spontan, saya memasukkan kontolku ke dalam memeknya yang lembap. Bless..
“Oh.. enakk..”
Tanpa mengalami hambatan, kontolku terus menerjang ke dalam lembutnya vagina Varia.
“Oh.. Variaa.. sayang.. enakk.”
Batang kontolku sepeti dipilin-pilin. Varia yang mulai berangasan kembali terus menggoyangkan pinggulnya.
“Oh.. Ted.. Terus.. Sayang.. Mmhhss..”
Kontolku kuhujamkan lagi lebih dalam. Sekitar 15 menit saya menindih Varia.. Lalu ia meminta biar saya berada di bawah.
“Kamu di bawah ya, sayang..” bisiknya sarat nikmat.
Aku cuma pasra. Tanpa melepaskan hujaman kontolku dari memeknya, kami merobah posisi. Dengan semangat menggelora, kontolku terus digoyangnya. Varia dengan hentakan pinggulnya yang maju-mundur makin menenggelamkan kontolku ke liang memeknya.
“Oh.. Remas dadaku.. Sayaangg. Terus.. Oh.. Au.. Sayang enakk..” erangan kenikmatan terus menyembur dari mulutnya.
“Oh.. Varia.. terus goyang sayang..” teriakku memancing nafsunya.
Benar saja. Kira-kira 15 menit lalu goyang pinggulnya kian dipercepat. Sembari pinggulnya bergoyang, tangannya menekan berpengaruh ke arah dadaku. Aku mengimbanginya dengan memaksimalkan pinggulku supaya kontolku menghujam lebih dalam.
“Tedii.. Ah.. aku.. Keluuaarr, sayang.. Oh..”
Ternyata Varia sudah meraih orgasme yang kedua. Aku makin mencoba mengayuh kembali lebih singkat. Karena tampaknya otot kemaluanku sudah dijalari rasa nikmat ingin menyemburkan sperma.
Kemudian aku membalikkan badan Varia, sehingga posisinya di bawah. Aku menganjal pinggulnya dengan bantal. Aku memutar-mutarkan pinggulku seperti irama goyang dangdut.
“Oh.. Varia.. Nikmatnya.. Aku keluuarr..”
Crott.. Crott.. Tttcrott.
Aku tidak berpengaruh lagi menjaga sepermaku.. Dan pribadi saja memenuhi liang vagina Varia.
“Oh.. Ted.. kamu begitu perkasa.”
Telah usang aku menantikan hal ini. Ujarnya sembari tangannya terus mengelus punggungku yang masih mencicipi kenikmatan alasannya adalah, Varia memainkan otot kemaluannya untuk meremas-remas kontolku.
Kemudian, tanpa kukomando, Varia berusaha mencabut kontolku yang tampak mengkilat karena cairan spermaku dan cairan memeknya. Dengan posisi 69, kemudian beliau meneduhi aku dan langsung mulutnya bergerak ke kepala kontolku yang sudah mulai layu. Aku memandangi lobang memeknya. Varia terus mengulum dan memainkan lidahnya di leher dan kepala kontolku. Tangan kanannya terus mengocok-ngocok batang kontolku. Sesekali beliau menghisap dengan keras lobang kontolku. Aku merasa nikmat dan geli.
“Ohh.. Varia.. Geli..” desahku lirih.
Namun Varia tidak peduli. Ia terus mengecup, mengulum dan mengocok-ngocok kontolku. Aku tidak tinggal diam, cairan rangsangan yang keluar dari vagina varia membuatku agresif kembali. Aku lalu mengecup dan menjilati lobang memeknya. Kelentitnya yang berada di sebelah atas tidak pernah saya lepaskan dari jilatan lidahku. Aku menempelkan bibirku dikelentit itu.
“Oh.. Ted.. lezat.. ya.. Oh..” desisnya.
Varia menghentikan sejenak aksinya alasannya tidak kuat menahan kenikmatan yang kuberikan.
“Oh.. Terus.. Sss.” desahnya sembari kepalanya bangun tegak.
Kini mememeknya menyanggupi mulutku. Ia menggerak-gerakkan pinggulnya.
“Ohh.. Yaahh. Teruss.. Oh.. Ooohh” saya menyedot besar lengan berkuasa lobang vaginanya.
“Ted.. Akukk ohh.. Keluuaarra.. Ssshhss..”
Ia menghentikan gerakannya, namun aku terus menguras-nyedot lobang memeknya dan nyaris senmua cairan yang keuar masuk kemulutku. Kemudian dengan sisa-sisa tenaganya, kontolku kembali menjadi sasaran mulutnya. Aku sungguh suka sekali dan mencicipinya. Kuakui, Varia ialah wanita yang sungguh berakal membahagiakan pasangannya.
Varia terus menghisap dan menyedoti kontolku sembari mengocok-ngocoknya. Aku merasakan nikmat yang tiada tara.
“Oh.. Varia.. Teruss.. Teruss..” rintihku menahan sejuta kenikmatan. Varia terus mempercepat gerakan kepalanya.
“Au.. Varia.. Aku.. Keluuarr.. Oh..”
Croott.. Croott.. Croot..
Maniku tumpah ke dalam mulutnya. Sementara varia seakan tidak merelakan setetespun air maniku meleleh keluar.
“Terimakasih sayang..” ucapku..
Aku merasa puas.. Ia mengecup bibirku.
“Ted.. mungkinkah selamanya kita mampu seperti ini. Aku sangat puas dengan pelayananmu. Aku tidak ingin tindakan ini kamu lakukan dengan perempuan lain. Aku sungguh puas. Biarlah saya saja yang menerima kepuasan ini.” Aku cuma melongo.
Sejak ketika itu, aku sering meniduri di kamarnya, senantiasa dalam kondisi telanjang lingkaran, kadang-kadang beliau juga tidur di dalam kamar kostku, pastinya dengan mengendap-endap. Terkadang, kami tidur saling tumpang tindih, membentuk posisi 69, aku tertidur dengan menghirup aroma segar kemaluannya, sedangkan Varia mengulum penisku. Di era pagi, penisku selalu ereksi, diemut-emutnya penisku yang ereksi itu, sementara saya dengan cueknya tetap tidur sambil menikmati oralnya, kadang-kadang aku jilat kemaluannya sebab gemas.

0 Response to "Cerita Akil Balig Cukup Akal Dengan Tante Kasar"