728 x 90

Native bar

Dongeng Asusila Di Kampus Jogja

 Cerita Mesum Di Kampus Jogja bacalah dongeng seks dewasa ini dengan pelan supaya bisa merasakan sensasi yang sungguh teransang dan bergairah. Aku Fadil mahasiswa di Kampus X di jogja, berasal dari keluarga sederhana di kota di luar jogja. Di jogja ini saya tinggal ngekos di suatu dusun dekat dengan kampus dan rata-rata rumah disini memang dijadikan kos-kosan, baik untuk putri maupun putra. Kosanku berada didaerah bab belakang dusun dan dibagian depanku ada kos putra, disamping ada kos putri, dan di belakang ada kos putri yang dihuni 7 orang.


  bacalah cerita seks dewasa ini dengan pelan agar bisa merasakan sensasi yang sangat teran Cerita Mesum Di Kampus Jogja
 Cerita Mesum Di Kampus Jogja

Yang akan saya ceritakan disini yaitu pengalamanku dengan penghuni kos putri yang berada di belakang kosku. Singkat dongeng aku dan penghuni kos putra yang lainnya memang telah kenal dan lumayan akrab dengan penghuni kos putri belakang, jadi kalo ada yang perlu sumbangan tinggal bilang saja. Aku sering sekali main ke kosan putri itu untuk sekedar ngobrol-ngobrol saja diruang tamunya, itupun bila dikosanku lagi sepi,

maklum saja saya sendiri yang angkatan tua yang nyaris gak ada kerjaan, sedangkan yang yang lain masih sibuk dengan kuliah dan aktivitas-kegiatan yang lain. Saking seringnya saya main ke kosan belakang, ketujuh cewek penghuninya sudah sungguh sudah biasa dengan kehadiranku disana, dan ada satu orang cewek berjulukan Ana, tingginya sekitar 165cm, beratnya sekitar 50kg, kulitnya kuning, ukuran Branya mungkin hanya 34A, pernah sesudah mandi masih dengan balutan handuk sejengkal diatas lutut ia melalui didepanku dengan santainya. Aku yang masih sangat wajar sebagai laki-laki sempat bengong menyaksikan pahanya yang mulus ternyata, dan ia masbodoh aja tampaknya.

Sampai sebuah hari, di saat liburan UAS sekitar menjelang sore ketika saya tiba ke kosan belakang seperti biasa, disana hanya ada Ana sendiri, dia menggunakan daster bunga-bunga tipis selutut, ia sedang didepan komputer dikamarnya yang terbuka pintunya, kupikir ia lagi melaksanakan tugas
“lagi ngapain, An? Yang laen kemana?” tanyaku didepan pintu, “eh Mas Fadil, lagi suntuk nih, lagi ngegame aja, yang laen kan mudik mas, trus Mbak rina kan KKN pulangnya malem terus” jawabnya sambil masih memainkan mousenya

“masuk mas”.
Aku pun masuk dan duduk di karpetnya
“ emang kau ga pulang kampung juga An?”
“saya kan ngambil SP mas, males klo mesti ngulang reguler” jawabnya.
“lagi ngegame apa sih?” tanyaku lagi
“ini nih maen monopoly, abis yang ada hanya ini” sambil mengganti posisi kakinya bersila dan sempat menunjukkan pahanya, akupun melongo lagi di hidangkan pahanya itu, hingga akhirnya dia sadar dan sambil menutup pahanya ia bilang
“hayo ngliatin apa?”

“eh ngga, ga liat apa-apa” jawabku gelagapan
“hayooo ngaku, pasti nafsu ya, dasar cowo” dia bilang
“yeee jangan cowo aja donk yang salah, yang membuatnafsu kan cewe” kataku membela diri
“wuuu ngeles aja” beliau bilang sambil melanjutkan gamenya tadi, “eh mas punya film ga? BT nih”
“film apa ya? Yang di tempatku kan dah di tonton semuanya” jawabku
“yaaah apa aja deeeh” dia memohon

“apa dong, ya emang udah ga ada lagi, ada juga bokep tuh klo mau”
“mau dong mas mau” ia bilang
aku kaget mendengar itu pribadi bilang
“beneran nih, nanti kepengen repot lagi”
“udah sana ambilin, aku iseng ni mas”
“tapi nontonnya bersamaya” kubilang

“iihh ga mau ah, nanti malah mas fadil pengen, bisa diperkosa aku”
“ga bakalan atuh sampe kaya gitu, mau diambilin ga niy? Tapi nonton bareng ya”
“iya deh, ambil sana” pintanya.
Secepatnya saya lari ke kos kemudian mengcopy bokep yang ada di komputer dikamarku, saya copy yang cantik-cantik saja, lalu sesudah tamat saya eksklusif berlari ke kamar Ana dan menyerahkannya. Ana pun pribadi mengcopy yang ada di flashdiskku.

Kamipun menontonnya, saya duduk berada disebelah kirinya, dan dia duduk sambil memegang bantal. Kami tak ada bicara saat film itu dimulai. Baru beberapa menit menonton, saya mulai horny alasannya adalah gres kali ini saya nonton bokep sama cewek yang bukan pacarku berdua saja, kontan saja akupun agak-agak salah tingkah berubah-ganti posisi duduk demi menutupi kontolku yang sudah bangun tegang. Tak berapa lama sepertinya diapun mulai merasakan hal yang serupa, nafasnya mulai tak terorganisir dan agak berat mirip ada yang ditahan, duduknya pun mulai berganti posisi dan sekarang bersila sambil memeluk bantalnya itu. Seandainya saya yang jadi bantalnya, hmmmmm.

Akhirnya saya memberanikan diri bertanya
“kenapa, An? hayoo”
“apaan sih, ga kenapa-napa ko, mas tuh yang kenapa dari tadi gerak-gerak terus?” ia merengut
“ yahhh, namanya juga nonton bokep An, nontonnya sama cewek anggun berdua aja lagi” kubilang
“emangnya kenapa klo nonton ma cewek berdua aja”, sepertinya beliau memancingku
nekad saja saya bilang
“ya, jadi kepengen lah karenanya”
“tuuh kan bener yang saya bilang tadi” Dia melanjutkan
“ mas fadil suka ya begituan?”
dan aku jawab asal

“ya sukalah, lezat sih”
“lah kamu sendiri suka nonton bokep ya? Dah dari kapan? Jangan-jangan kau juga udah lagi?” langsung saya cecar saja sekalian
“iihhh, apaan sih” beliau bilang,
“udahhh ngaku ajah, udah pernah kan?kalo udah juga ga papa, rahasia aman kok, hehe” aku cecar terus
“mmmm tau ah” ia malu tampaknya, lalu dia mengalihkan dan mengajukan pertanyaan
“mas fadil klo begituan suka jilatin kaya gitu mas” sambil menunjuk adegan perjaka lagi jilatin memek cewek
“iya, suka, di oral juga suka, kenapa? Pengen ya hehehe”

“ihhhh orang hanya nanya” jawabnya aib-malu
“kau emangnya belom pernah di oral kaya gitu An?”
“belom lah,saya sebenernya pernah ML 2 kali, tp cowokku ga pernah tuh ngejilatin ‘itu’ku, aku terus yang disuruh isepin ‘anu’nya “ jadinya ia ngaku juga
“ wahh keenakan cowokmu donk, diisep terus kontolnya ma kamu, dah jago dunk, jadi pengen, hehe”
“wuuu sana ma pacarmu sana” katanya

“pacarku kan jauh An” jawabku.
Aku pribadi bergeser merapatkan diri disamping beliau
“ an, mau aku jilatin memeknya ga?” saya eksklusif aja abis udah ga tahan. Dia diam saja, aku cium pipinya diapun menghadapkan mukanya kearahku, saya dekatkan bibirku ke bibirnya dan kamipun berciuman dengan sungguh berangasan. Tangan kiriku mulai meraba toketnya, diapun melenguh “mmmh” sambil tetap berciuman.

“An, udah usang saya pingin ngerasain ngentot sama kamu” kataku
“aku juga mas, saya kan sering mancing mas fadil, tetapi mas kayanya ga ngerasa” ia bilang
“ihh pake mancing-mancing segala, kan tinggal ajak aja saya niscaya mau”
“yeee era saya yang ajak” katanya manja sambil menggelayutkan tangannya dileherku
“memiliki arti boleh dong memeknya aku jilat” sambil kuturunkan tanganku ke memeknya yang masih terbalut dasternya

“lom diijinin aja tangannya udah megang memekku nih” sambil tersenyum lalu menciumiku.Aku pribadi melumat bibirnya sambil mengangkat dasternya sampai tanganku dan memeknya hanya dibatasi CD tipis saja. Ana telah mulai memasukkan tangannya kedalam celana(dikala itu saya cuma menggunakan celana boxer) dan CD ku sampai menjamah kontolku dan lalu mengelusnya lembut
“mmmhhh Ana sayang”

Aku membuka kaosku kemudian melepaskan dasternya sekalian hingga tersisa CD dan bra nya saja.
“kau seksi An”
“mas fadil juga kontolnya gede, Ana suka banget, Ana isep ya?”
“iya An, saya juga ga sabar pingin memek km”
Akupun bangun, Ana memelorotkan celana sekaligus CDku hingga kontolku seperti melompat kedepan mukanya saking tegangnya, Ana sedikit kaget dikala menyaksikan kontolku yang memiliki panjang sekitar 17cm
“mas, gede ih, pacarku ga segede ini kontolnya”

Saat beliau sudah membuka mulutnya ingin melahap kontolku, saya langsung menariknya hingga berdiri
“sebentar sayang, dah ga sabaran pengen isep ya?”
Ana mengangguk manyun
“kita 69 yuk sayang”
Aku membuka tali bra nya dan kemudian cdnya kuturunkan, terlihat bersih memeknya tanpa jembut.
“memek kamu bersih sayang”

“gres kemaren saya cukur mas, abis suka gatel kalo ada bulunya, mas suka ngga?”
“suka banget sayang” sambil kuciumi memeknya.
Ana naik ke kasurnya dengan posisi telentang mengundangku, akupun naik dan memposisikan kontolku berhadapan dengan mukanya kemudian mukaku didepan memeknya.Aku mulai menjilati memeknya dengan lembut , Ana tanpa ragu memasukkan kontolku ke mulutnya dan mengocoknya perlahan
“oughhh, mmmhhh Ana sayang” memek Ana terasa sungguh legit aku menjilati klitorisnya yang kemerahan
“hmpffhhh….mmmpphhh” Ana melenguh

Sekitar 5 menit kami di posisi ini, kami sudah sama-sama tidak tahan, saya mengganti posisiku berada di atas badan telentang Ana dan mengarahkan kontolku ke memeknya. Memeknya telah agak lembap sesudah oral tadi, saya menggesek-gesekkan kontolku sesaat
“ohhhh, masukin masku sayang, Ana ga tahan lagi mmmmhhh”

Aku senang mendengarnya memohon minta di entot. Aku menekankan kontolku perlahan, baru kepalanya yang masuk, agak susah, aku hentakkan sedikit, Ana menggigit bibirnya, dan kesannya kontolku berhasil memasuki lubang senggamanya, sempit dan seret rasanya membuatku mencicipi kenikmatan dikala aku awal bercinta dengan pacarku, namun ini terasa lebih mungkin sebab lebih menantang. Aku memompa memeknya perlahan-lahan, Ana mengikuti gerakanku dengan menggerakkan pinggulnya mengarahkan memeknya. Aku genjot terus sambil kupeluk Ana dan menciumi bibirnya yang merah basah.

“mmh. Hmmpppf….sayang yummy banget sayang, memek kamu sempit banget, kontolku kaya dipijet-pijet”
“ he emh mas, oughhh terus mas, masukin terus mas, supaya Ana jepit kontolnya, ahhhhh” bicaranya terengah-engah

Aku menggenjot terus hingga kesannya kontolku amblas didalam memeknya. Aku semakin cepat memompa liang senggamanya.“ahhh,,ohhhh, masku,,,ohh,,entot saya ohh..lezat banget mas sayang, Ana pingin oohhhhh dientot mas terus, ayo ooougghhh” Ana telah tak karuan omongannya saking mencicipinya.
15 menitan kami bercinta dalam posisi tersebut dan aku memintanya nungging untuk posisi doggy , Ana berdasarkan saja, saya masukkan kontolku kememeknya lagi dan sekarang telah agak tanpa gangguan meskipun masih terasa sempitnya seperti memeras dan menyedot kontolku masuk. Aku memegang pantatnya yang mulus bersih sambil aku pompa tak terlalu cepat, Anapun memajumundurkan memeknya hingga seperti akan menelan kontolku semuanya dan sangat nikmat rasanya.

Aku mempercepat genjotanku di memeknya, Ana sedikit berteriak kenikmatan
“auhh mas,, mmmhh terus mas, lezat ahhh…kontol mas…oohhh sayang”
Nafasku semakin mengejar-ngejar dan bernafsu mendengar ocehannya itu membuat genjotanku menjadi sangat cepat

“sayang, saya kluarin dimana sayang…ah ah oughh”
“didalem…argh aja sayang auuhhh ga papa, Ana juga mau keluar mmmhhh”
Genjotanku cepat sekali alasannya spermaku sudah tak tertahankan lagi mau keluar.
“arrrgghhh saya keluar sayanggg”
Dan dikala itu juga badan Ana mengejang orgasme
“ahhhhhhh, saya juga ssssshh mas”

Aku muntahkan spermaku dalam lubang memek Ana, saya memutar badan Ana dengan kontol masih tertancap di memeknya,saya memeluk dan menciumnya
“kau hebat sayang, memek kamu andal jepitannya”
“mas fadil juga”

Dia mengajakku ke kamar mandi untuk membersihkan badan kami, dengan masih telanjang kami keluar kamar dan menuju kamar mandi. Aku membersihkan seluruh tubuhnya dengan perasaan sayang yang luar biasa, dan diapun melakukan hal yang sama kepadaku.
Setelah akhir membersihkan badan kami, kami kembali kekamarnya dan memakai kembali pakaian kami,dikala itu beliau bilang kepadaku

“makasih ya mas, udah ngasih kepuasan buat saya, lezat banget ngentot sama kau mas”
“sama-sama sayang, besok-besok lagi ya?”
“siap mas. Muachh” jawabnya sambil menciumku
Akupun kembali ke kosku dengan hati sungguh senang dan dikala ada peluang berdua kamipun melakukannya lagi. Atau ketika sama-sama tidak tahan kami janjian ke hotel untuk memuaskan nafsu kami.
Tamat

0 Response to "Dongeng Asusila Di Kampus Jogja"

sosial bar