Cerita Ngentot Dengan Bibi Sendiri
By Blinger
—
Minggu, 11 Februari 2018
—
Add Comment
—
Cerita Dewasa,
Cerita Lesbian,
Cerita Mesum,
Cerita Ngetot,
Cerita Sex
Cerita Ngentot Dengan Bibi Sendiri - Bermula dari 5 tahun silam, dikala pertama kali aku menginjakkan kaki di Jakarta ketika itu umurku gres 18 tahun dan baru lulus SMA. Sebagai seorang perjaka perantau yang masih lugu, saya ke pulau Jawa untuk melanjutkan studi dan mengadu nasib. Paman dan Bibi yang tinggal di suatu kota kecil B sebelah timur Jakarta. Dengan berbekal alamat rumah Paman, aku memutuskan untuk eksklusif berangkat ke kota B dengan menggunakan bis.
Cerita Ngentot Dengan Bibi Sendiri
Tiba di kota B sudah menjelang sore hari, kedatanganku disambut dengan baik oleh Paman dan bibiku, telah sebulan saya tinggal dirumah mereka dan aku diperlakukan sangat bagus oleh mereka maklum mereka tidak mempunyai anak, sehari-hari kusibukan diriku dengan membantu bibik membeli kebutuhan warung di biro sambil menanti panggilan kerja,
Selama saya tinggal dirumah mereka ku perhtikan Pamanku sangat jarang berada di rumah tekadang dalam sepekan hanya sekali pamanku berada di rumah, saat itu tidak ada dalam pikiranku jika paman mempunyai dua isteri sebab yang kutahu cuma Bibik lah isteri Paman satu-satunya dan aku pikir mungkin sebab kegiatan Paman sebagai sopir Ekspedisi lah yang membuat Paman jarang pulang, menginjak bulan kedua saya mulai merasakan ada perubahan di rumah paman dan bibiku, pada suatu malam ketika Pamanku pulang kerumah setelah sepekan tidak pulang, ku dengar keributan antara Paman dan Bibiku saat itu kudengar Bibi menuduh Paman telah menipu dirinya dan sudah kawin lagi dengan wanita lain, hanya itu yang saya dengar dari keributan antara bibi dan pamanku selebihnya aku tutup telinga dan ngeloyor masuk kamar untuk tidur.
Hari-hari berikutnya kulihat Bibiku terlihat duka dan lebih banyak mengurung diri di kamarnya sedangkan Pamanku sebagaimana kebiasaannya tidak pernah ada dirumah otomatis aktivitas toko kelontong dirumah saya yang ngurus, Pada Suatu malam sehabis menutup pintu toko kulihat bibiku keluar dari kamarnya menggunakan daster tipis dengan tampang sendu memanggilku mengajak saya ngobrol sambil nonton TV,
pada ketika ngobrol tersebut ku coba menghibur Bibiku sambil melaporkan keuangan toko, namun kulihat tampaknya Bibiku kurang respon kepada obrolanku dan lebih banyak melongo, kemudian kuberanikan diriku untuk bertanya terhadap Bibiku apa yang bahu-membahu terjadi dengan impian saya dapat membantunya, tiba-datang Bibiku menangis kemudian menceritakan kejadian yang sebenarnya bahwa ternyata Pamanku telah kawin lagi dengan perempuan lain dan telah memiliki anak umur 2 tahun dari wanita tersebut, sambil mendekatinya kucoba menghibur bibiku untuk bersabar, datang-tiba bibiku memeluku da tangisnya semakin menjadi-jadi dalam tangisnya ia berkata lebih baik mati daripada dimadu dengan Jablay, kuusap-usap punggungnya sambil ku menasehatinya semoga bersabar.
bibiku makin memelukku dengan kencang, saya yang selama ini gak pernah dipeluk wanita, pelukan erat bibiku tersebut menciptakan nafsuku bangun, aku yang selama ini sering membayangkan bibiku dan mengintip bibiku dikala mandi, di usianya yang ke 37 bibiku masih tampakgempal dan elok mungkin karena bibi belum pernah hamil dan melahirkan, hilang ras ibaku terhadap bibi dan saya mulai berani untuk mengalihkan usapanku dari pungung dan kerambutnya dan daerah leher, dari kisah teman-temanku di saat SMA bahwa wanita kalau dibelai didaerah leher dan daerah sekitar kuping maka akan terangsang dan trik tersebut aku coba pada bibi,
dibelai mirip itu bibi hanya membisu tetapi tidak berapa usang datang-tiba bibiku mendorongku sehingga tertidur disopa lalu mempesona celana pendekku berikut kolornya sehingga kontolku yang telah berdiri tegak keluar dan tanpa basa- basi lagi lalu memegang dan mengulum kontolku, aku sempat terkejut dengan ulah bibiku tersebut, aku gak mengerti apa alasannya bibiku berbuat mirip itu apakah karena belianku atau alasannya lain, alasannya adalah kuluman bibi dikontolku sungguh nikmat hasilnya kuputuskan untuk mnikmati saja toh selama ini hal ini yang saya inginkan,
setelah puas mengulum kontolku kira-kira 5 (lima) menit lamanya kemudian bibiku melepaskan kulumannya dan bangun melepaskan daster berikut celana dalam dan BH yang dikenakannya, saya cuma terpana menikmati panorama indah badan bibiku, kulihat memeknya yang dihiasi bulu yang agak tebal dan buah dadanya yang masih tegak berdiri maklum gak pernah dipake untuk nyusui bayi, kemudian bibiku meminta saya untuk bangkit dari sopa setelah aku berdiri bibiku gentian rebahn di sopa sambil mengangkangkn pahanya terlihat lubng memeknya yang merah merekah dan telihat telah basah, kemudian bibiku meminta aku untuk secepatnya memasukkan kontolku kelubang memeknya, alasannya aku sebelumnya gak pernah punya pengalaman dalam hal ngentot tanpa ba.. bi ..bu lagi saya masukkan kontoku kedalam memek bibiku sesuai dengan perintahnya, dikala kontolku masuk terasa memek bibi yummy sekali, hangat dan sempit, sambil mendesah lezat bibiku meminta aku untuk memompa kontolku didalam memeknya sesudah menggenjotnya kurang lebih 10 menit datang-datang kurasakan ada desakan dari dalam kontolku yang ingin keluar setengah tersengal-sengal menahan nikmat kukatakan pada bibiku akua mau keluar, shut bibiku keluarkan didalam saja Wan ….aaah bibi juga ah…ahh mau keluar, bebarengan dengan semprotan air maniku yang memancar didalam memeknya, bibi mergang dan mendesah ahh… ahh bibi keluar saying, sesudah itu kami berpakaian dan duduk di sopa seperti semula dengan perasaan tak karuan kucoba memint maaf kepada bibi sebab saya sudah berani berbuat lancang menyetubuhinya, tetapi dijawab Bibi …gak perlu minta maaf Wan, Bibi juga menikmati kok, toh selama ini bibi juga kesepian alasannya sering ditinggal Pamanmu, disamping itu Bibi juga ingin balas dendam sama Pamanmu dan ingin menerangkan bahwa Bibi juga bias Hamil dan tidak mandul, mendengar hal tersebut saya cuma terpana, datang-tiba bibiku menepuk pundakku kamu menyesal ya Wan keperjakaanmu bibi renggut, enggak kok Bik selama ini saya sering menghayal dapat meniduri bibik bahkan bila onani juga yang Iwan hayalkan ialah Bibi, habis bibi cantik dan molek sih jawbaku, dengan manja bibiku mencubit pahaku ih… kau pembangkang masak bibik sendiri kau hayalin, … ya udah mulai sekarng kamu gak usah ngayal lagi kau bias eksklusif ngajak Bibi begituan kata bibiku, yang benar bik saya boleh gitu lagi dengan bibik kataku,…. Iya jawab bibiku mulai malam ini kamu tidur sama bibik, berikutnya bibiku mengajakku ke kamar mandi untuk buang air kecil,
hingga dikmr mandi tanpa menutup pintu dan tanpa segan segan lagi bibiku pribadi jongkok dan pipis didepanku kulihat memeknya yang tadi saya sogok-sogok pake kontolku merekah indah mengeluarkan air kencing menciptakan kontolku bangun kembali, ih..ih pengen lagi yah kok bangun udah nanti di kamar aja tolong ambilkan air untuk cebok Bibik Wan kata bibiku mengagetkan aku yang lagi horni melihat memeknya,
selesesai buag air kecil sambil berpelukan kami masuk kedalam kamar tidur ku yang letaknya tidak jauh dari kamar mandi didalam kamar kami masing- masing langsung membuka busana yang dikenakan kemudian bibi rebahan di atas ranjang dengan posisi kaki mengangkang lalu diikuti aku dengan posisi diatas mirip akan menindihnya tidak mirip sebelumnya yang eksklusif memasukan kontolku kedalam memeknya kali ini aku mulai dengan mencium bibirnya dan dibalas oleh bibik
sedangkan tnganku meremas buah dadanya dan tangan bibi membelai mesra kontolku, sesudah puas berciuman kemudian aku turun menghisap putting susu bibik, bibik cuma bias meracau Huh… hah… hah lezat saying terus hisap saying sehabis puas menghisap dan meremas kedua putting susunya perhatianku mulai tertuju terhadap memeknya yang telah banjir dengan cairan yang keluar dari memeknya kemudian
kudekatkan hidungku tercium busuk memek yang sungguh merangsang saya berikutnya kujilat memeknya dan terasa asin putting susu kemudian sambil ku rojok- rojok memeknya memakai dujari ajudan ku kuhisap itil Bibik , akhir tindakan ku terhadap memeknya, gerakan Bibik badan semakin gak karuan sambil menggelinjal kekanan dn kekiri bibik meracau Aduh… Wan yummy sekli Bibik Gak tahan sayng Bibik gak pernah diginiin sama Pamanmu sayang cepat sayang masukkan kontomu Bibik udah gak tahan ahh…ahh…ahh, sehabis puas menghisap itil dan merojok-rojok lubang memek Bibik kemudian kuarahkan kontolku yang berdiri tegak ke memek Bibik dan menekannya pelan, pada saat ****** ku masuk kedalam memeknya, Bibik meracau dengan menyampaikan “Teruss.. Wan..! Tekan..! Huh.. hah.. huh.. hahh.. ditekan.. enakk sekali.. Bibik rasanya.. nikmatt.. teruss..,
Bibik udah mau nyampen nih.. peluk Bibik yang akrab Wan..!” desahnya mengiringi gerakan kami. Sementara itu saya merasakan semakin kencang jepitan vagina Bibik. “Saya udahh.. mauu.. jugaa.. Bik..! Goyang.. Bik.., goyang..!” Dan tamat.., pembaca mampu merasakannya sendiri. Akhirnya kami terkulai lemas sambil tidur berpelukan. Jam 7 Pagi kami bangun, dan lalu mandi bareng . Saya meminta Bibik menungging, dan aku mengusap pantat dan vaginanya dengan baby oil. Rupanya usapan aku tersebut membuat Bibik kembali horny, dan meminta aku untuk memasukkan kembali ****** saya dengan posisi menungging. Tangan aku mempermainkan kedua putingnya. “Teruss.. ohh.. teruss.. yang dalam Wan..! Kok begini Bibik rasa lebih yummy..!” katanya. “Bibik goyang dong..!” pinta saya. Sambil pantatnya digoyangkan ke kiri dan ke kanan, aku melaksanakan gerakan tarik dan masuk. “Oohh.. ahh.. uhh.. lezat Wan.. terus..!” desahnya. Akhirnya Bibik minta ke kamar, dan mengubah posisi aku telentang. Bibik duduk sambil menghisap putingnya. “Ohh.. uhh.. nikmat Wan..!” katanya.
Kadang ia menunduk untuk dapat mencium bibir saya. “Bibik.. udahh.. mau nyampe lagi Wan.. uhh.. ahh..!” katanya menjelang puncak kenikmatannya. Dan kesudahannya aku memuntahkan sperma aku, dan kami nikmati orgasme bareng . Hari itu kami kerjakan hingga 3 kali, dan Bibik betul-betul menikmatinya seangkan toko hari itu sengaja tidak buka Tak terasa sudah tiga bulan perselingkuhan saya dengan Bibik tersebut telah berjalan tanpa dimengerti oleh Pamanku atau orang lain alasannya semenjak peristiwa rebut dengan Pamanku, Paman cuma sekali tiba kerumh untuk meminta maaf sama Bibik namun Bibik tidak mau memaafkannya dan mengusir Pamanku untuk pergi, semenjak kepergian Pamanku, aku dan Bibik semakin bebas, hamper setiap ada kesempatan kami melakukannya hinga karenanya Bibik hamil karena aku,
aku meminta bibiku untuk menggugurkan kandungannya tetapi bibik menolaknya dengan argumentasi sudah lama beliau mendambakan seorang anak dan beliau bahagia mampu menunjukan ke pada Pamanku bahwa yang mandul bahwasanya bukan Bibik tapi Paman dan anak yang lahir dari isteri kedua Paman tersebut bukan anak Paman melainkan anak orang lain tetapi sampai anak aku dan bibiku tersebut lahir dan sekarang telah berumur 2 tahun Paman tidak pernah kembali kerumah, sampai sekarang saya masih setia menemani Bibikku dan sesuai dengan usul Bibikku, saya tidak kerja melainkan mengelola toko yang kini telah menjadi Toko besar atau Agen, dari penghasilan toko tersebut aku dapat membiayai kehidupan ku dengan bibik dan anakku bahkan kini aku sudah hidup mapan.

0 Response to "Cerita Ngentot Dengan Bibi Sendiri"