728 x 90

Native bar

Cerita Dewasa Ngentot Di Warnet

Cerita Dewasa Ngentot Di Warnet - Hari itu muka DEWI, seorang pencetus yg mendukung dan pro kepada RUU APP terlihat tegang mendengar penuturan beberapa rekan rekannya tentang maraknya web dan blog porno di internet yang mengeksploitasi perempuan, utamanya anak sekolah , artis , bahkan gambar gambar di friendster pun bisa nyasar ke situs bugil. Sebagai aktifis yang cukup senior , Dewi sudah usang mendengar perihal hal ini namun dikala itu beliau diberitahu bahwa semua gambar dalam web tersebut merupakan gambar-gambar rekayasa berangasan, Dewi tidak terpesona untuk melihatnya.

  seorang aktivis yg mendukung dan pro terhadap RUU APP terlihat tegang mendengar penuturan Cerita Dewasa Ngentot Di Warnet
 Cerita Dewasa Ngentot Di Warnet


Berbeda dengan info yang disampaikan para rekannya ini yang menyampaikan bahwa web-web porno itu sekarang berisi gambar-gambar asli dan bukan rekayasa, bahkan yang membuat Dewi sungguh terkejut dikala mereka menyebutkan bahwa di antara gambar-gambar porno dalam web itu terdapat beberapa gambar porno yang berparas seperti dirinya.

Tentu saja gadis elok ini menyanggah keras gambar-gambar porno tersebut sebagai gambar dirinya, hanya saja informasi tersebut membuat Dewi ingin tau dengan web-web  porno tersebut. Terdorong ingin meng-cross check kebenaran informasi tersebut, Dewi lalu meminta alamat web porno yang dimaksud , ia pun menerima sebuah situs porno.dan sebuah blog porno yang isinya photo cewek ngentot semua! Jam di HP milik Dewi memberikan pukul 12.00 melalui saat beliau berjalan keluar dari gerbang kampusnya. Sebagaimana niatnya tadi pagi, Dewi yang masih tercatat sebagai mahasiswi di suatu Perguruan Tinggi Negri di bandung ini berniat singgah ke suatu warnet. gadis berparas anggun dan lembut ini memang bermaksud menandakan gosip yang dibawa rekannya tadi pagi.

Dewi sengaja memilih warnet yang memiliki meja  tertutup untuk menghindari dugaan buruk orang lain terhadapnya. Sebagai seorang yang dikenal menentang segala bentuk pornografi pastinya Dewi berusaha menjaga citra dirinya ketika ia membuka web  dan blog porno yang dibilang temannya tersebut. Boleh jadi orang lain akan menghina kalau seorang mirip dirinya tampakmembuka web  porno dan porno.

“Ada yang kosong pak?” tanya Dewi terhadap operator warnet.
“Mmm…Nomor 5..dik” jawab operator warnet sambil sedikit terkejut melihat seorang perempuan manis yg mucnul dihadapannya.

Keberadaan Dewi di warnet tersebut memang cukup mempesona perhatian. Bukan saja karena keelokan yang dimiliki Dewi, namun juga alasannya penampilan Dewi dengan blouse putih ketat yang membungkus tubuhnya dengan sungguh indah dan entah disadarai atau tidak kancing paling atas terbuka sehingga ada sedikit pemandangan yg cukup indah ditambah celana jeans ketatnya

operator warnet sempat tertarik menyaksikan keayuan Dewi tetapi mengingat klo gadis ini ialah pelanggan gres membuatnya segan untuk berbuat lebih jauh. Walaupun ada rasa segan pada diri cowok operator warnet terhadap Dewi, namun mata pemuda itu hampir tak berkedip menyaksikan goyangan pantat Dewi ketika berjalan menuju meja  warnet nomor 5.
perjaka tampan itu menelan ludah membayangkan tubuh di balik pakaian yang digunakan gadis manis ini.

Dalam meja  warnet no 5 yang tertutup itu, Dewi mulai membuka beberapa alamat wabsite porno yang didapatnya tadi pagi. Tak sampai lima menit lalu, mata Dewi yang lebar membelalak menyaksikan web-web  porno tersebut. Wajahnya yang putih juga berubah merah padam menahan kemarahan dan rasa jijik melihat web  serta weblog yang melecehkan perempuan secara seksual terutama segala hal yang berbau rape(perkosaan). Beberapa kisah porno wacana gadis abg atau mahasiswi serta gambar-gambar yang mempertontonkan kemulusan badan perempuan mirip dirinya menciptakan Dewi merasa terhina dan terlecehkan. gadis manis ini juga merasa geram dan hampir tidak percaya ketika kemudian ia mendapati beberapa gambar porno seorang perempuan dengan muka mirip dirinya sebagaimana laporan sobat temannya yuniornya.

Tubuh gadis ini gemetar menahan kemarahan dan rasa tak yakin menyaksikan pose-pose perempuan yang bermuka seperti dirinya apalagi ditambah gambar dirinya yg ia posting di friendster bisa nyasar ke situs ini , sehingga seolah ialah pembenaran bahwa dirinyalah yg ada di situs porno tersebut. Tanpa sadar Dewi yang dalam kesehariannya bertabiat lembut ini-mengumpat karena kemarahannya melihat gambar-gambar tersebut.

Melihat betapa gadis mirip dirinya dilecehkan dalam web  tersebut, Dewi terdorong untuk menciptakan laporan khusus perihal hal ini ( BF watchout !!!). Dewi berniat untuk melaporkan eksistensi web  ini kepada pihak kepolisian agar pembuat situs ini ditangkap polisi. Dengan flashdisk miliknya, Dewi kemudian menyimpan puluhan kisah porno mengenai perkosaan serta gambar-gambar porno yang terpampang, utamanya gambar-gambar perempuan yang seperti dengan dirinya. Satu persatu beberapa gambar porno dan kisah-dongeng erotis mengenai akhwat berpindah ke flashdisknya yang berkapasitas 1 GB tersebut

Dewi yaitu seorang gadis berusia 21 tahun yang bagus baik serta tumbuh dalam lingkungan keluarga yang bagus baik pula sehingga Selain mempunyai muka anggun dan etika yang lembut, Dewi juga jauh dari hal-hal porno atau porno semenjak kecil bahkan bagi dirinya hal-hal tersebut ialah hal-hal yang tabu.

Namun siang ini, gadis anggun ini terpaksa menyaksikan hal-hal tabu tersebut untuk pertama kalinya sepanjang hidupnya. Awal mula, Dewi memang sempat shock, bukan saja alasannya adalah kemarahan yang dirasakannya tetapi juga alasannya adalah dia tidak pernah melihat gambar-gambar porno dan porno sebelumnya. Pada awalnya memang Dewi merasa jijik dan marah melihat web  tersebut, namun kian lama ia menjelajahi aneka macam web  dan blog porno itu, rasa marah dan jijik yang dirasakan di menit-menit pertama menjelma rasa aib. Wajah Dewi yang ayu dan lembut ini bersemu merah menyaksikan gambar-gambar dalam web  dan blog porno tersebut, apalagi saat beliau melihat gambar-gambar wanita yang bermuka seperti dirinya tengah mengulum batang penis laki-laki yang tegang.

Mata Dewi yang lebar ini membelalak hampir tak berkedip melihat gambar-gambar perempuan yang tengah mengulum batang penis laki-laki. Mata Dewi tak lagi memperhatikan perempuan yang berwajah seperti dirinya namun matanya kini lekat melihat batang penis laki-laki yang tengah dikulum dan ada juga yang diremas oleh perempuan itu. Dewi menggigit bibirnya besar lengan berkuasa-kuat menahan debaran jantungnya yang berdegup semakin kencang menyaksikan urat-urat penis pria yang mencolokdalam gambar tersebut. Tubuh gadis ini gemetar saat tanpa disadarinya ia mengkhayalkan dirinya yang mengulum penis pria yang menggiurkan itu. Seumur hidupnya, baru kali ini Dewi melihat batang penis pria walaupun hanya dalam gambar, apalagi penis berukuran istimewa itu dalam keadaan tegang. Nafas Dewi mulai mengejar-ngejar dan dia mulai mencicipi denyutan-denyutan di bab dalam kemaluannya yang terasa gatal sebagaimana layaknya perempuan yang mulai terangsang nafsu.
Dewi memang seorang gadis baik baik dan selama ini jauh dari aneka macam hal yang porno , namun Dewi tetap seorang wanita wajar yang mempunyai gairah kepada musuh jenisnya. Dewi yang telah berusia 21 tahun kadang-kadang timbul gairah nafsunya kepada lawan jenisnya secara alamiah Dewi sering terangsang terhadap lawan jenisnya, tetapi kalau nafsunya mulai terangsang, gadis ini secepatnya menekannya dengan aneka macam kegiatan. Wajah Dewi yang elok sering kali menjadi masalah tersendiri sebab menjadikannya sering digoda oleh pria, terlebih ternyata dalam hal berpakaian beliau tidak terlalu konserfative

Godaan-godaan para laki-laki yang berbentuk ucapan-ucapan mesum, sentuhan atau kadang menempelkan tubuh mereka ke tubuhnya saat di biskota juga dapat membuatnya terangsang tetapi semua rangsangan nafsu yang dirasakannya dapat diredamnya dengan baik. Dewi merasa dirinya mampu menjaga diri dan mengendalikan nafsunya, tidak seperti beberapa rekan mahasiswa lainnya yang diketahuinya melampiaskan nafsunya dengan bermasturbasi. Saat Dewi menanyakan argumentasi mereka melaksanakan masturbasi, beberapa yang di antaranya ialah sobat kostnya itu menjawab bahwa masturbasi lebih baik ketimbang ML sementara mereka masih belum berani menghadapi resikonya.

Kali ini nafsu Dewi juga merasa terangsang namun rangsangan itu bukan datang secara alamiah atau gangguan dari orang lain. Nafsu gadis ini terusik karena perbuatan dirinya sendiri sehingga kali ini Dewi merasa kesulitan untuk mengendalikannya seperti biasanya. Kian usang nafsunya semakin kuat menciptakan Dewi melewatkan keyakinan adab yang selama ini dipeganginya dan keberadaannya sebagai salah seorang penggerak penentang pornografi dan pornoaksi.

Meja  warnet yang tertutup itu menciptakan Dewi leluasa menjelajahi berbagai web  erotis dan porno yang didapatinya dengan search engine Google, khususnya yang memperlihatkan gambar-gambar pria telanjang bundar dan mempertontonkan penis mereka yang tegang. Nafsu nafsu Dewi yang mendorongnya tak lupa untuk menyimpan gambar-gambar tersebut ke dalam flash disk miliknya. Hampir satu jam lalu wajah Dewi yang tengah dilanda nafsu telah sungguh memerah dan terlihat kontras dengan blouse putih yang dipakainya. kancing bajunya tanpa disadari telah terlepas semua, sebab sebelumnya dia tak mampu menahan tangannya untuk meremas remas bagian dadanya saat i mencicipi buah dada yang terbungkus BH berskala 34B itu menjadi sangat kencang dan mengeras.

Satu jam lebih lamanya Dewi dilanda nafsu dalam meja  warnet bernomor 5 yang tertutup itu. Dalam keasyikan menjelajahi web  porno tiba-tiba Dewi dikejutkan bunyi menerangkan SMS masuk di HP nya.
“Hmm..dari dik soraya..”gumam Dewi dikala menyaksikan sms yang dikirim oleh salah seorang teman di tempat kostnya yang seluruh penghuninya yaitu wanita. Isi sms itu mengabarkan bahwa salah seorang penghuni di kawasan kost mereka terpergok menyimpan banyak sekali bacaan dan gambar porno di kamarnya dan juga kondom.

Mendapat sms dari Wulan seperti itu, badan Dewi gemetar. gadis ini segera tersadar dari apa yang sedang dilakukannya di meja  warnet ini. Akhirnya dengan perasaan cemas, Dewi menutup seluruh web  porno yang sudah dikunjunginya dalam waktu satu jam lebih ini dan berniat segera angkat kaki dari warnet ini. Ketika seluruh windows web-web  porno itu sudah tertutup hingga tinggal performa dekstop yang terlihat di layar monitor, mata Dewi melihat sebuah icon yang berjudul Koleksi Movie di layar monitor. Tiba-tiba timbul keinginan Dewi untuk mengkliknya sehingga ia menangguhkan untuk secepatnya keluar dari meja  warnet. Setelah dia mengklik dua kali icon tersebut, terpampanglah puluhan folder judul film yang tengah menjadi meja  office di layar monitor. Namun mata gadis bermuka bagus ini menyaksikan salah satu folder berjudul Surga yang membuat dahinya berkerenyit heran. Dengan diliputi rasa heran, Dewi mengklik folder berjudul Surga itu yang sekejap kemudian terpampang 2 file film berukuran besar yang membuatnya semakin penasaran. Niatnya untuk keluar dari meja  warnet tertunda ketika rasa penasaran itu mendorongnya mengklik file film berjudul Surga yang berskala tidak mengecewakan besar.
“Ahh!”
Dewi terpekik terkejut ketika file film itu terbuka ternyata ialah file film porno. Tubuh Dewi saat itu juga menjadi gemetar dan dadanya berdegup kencang. Setelah satu jam yang lalu dia browsing menjelajahi web-web  porno yang menampilkan gambar-gambar porno yang tak bergerak, ternyata kini ia mendapatkan film yang menyajikan gambar porno yang bergerak. Kembali Dewi terombang-ambing antara cita-cita menyaksikan dan rasa bersalah, akan namun nafsu nafsu ternyata masih menguasainya menciptakan Dewi kembali duduk dalam meja  warnet mirip semula. Matanya berbinar lebar melihat film yang sebelumnya tidak pernah terbayangkan akan dilihatnya. Film yang agaknya berasal dari Jepang itu diawali dengan adegan suatu keluarga muda dengan dua orang anak yang masih kecil tetapi adegan itu cuman sebentar dan dongeng itu dimulai saat adik kandung sang suami yang berparas ganteng ikut menumpang di rumah mereka.

Dewi semakin tenggelam mengikuti jalan dongeng film tersebut yang lalu sang istri dalam film tersebut kesengsem dengan adik suaminya yang masih belia itu. Sang istri dalam film tersebut digambarkan sebagai ibu rumah tangga yang senantiasa berkimono tertutup, risikonya terjadilah perselingkuhan antara adik sang suami dengan sang istri. Nafsu Dewi semakin menguat ketika adegan percintaan pasangan menduakan ini dieksplo dengan detail. gadis yang tengah dilanda nafsu ini hanya terengah-engah menyaksikan adegan-adegan persetubuhan yang dimulai hanya 5 menit sehabis film dimulai. Puluhan menit berikutnya boleh dibilang film itu dipenuhi adegan-adegan persetubuhan laki-laki dan wanita degan detail dan close up, membuat Dewi yang menonton film tersebut cuma terengah-engah dalam nafsu yang makin menggelegak.

beliau kembali karam dalam libidonya di depan monitor yang menayangkan film porno. Kali ini Dewi tidak cuma sekedar meremas buah dadanya sendiri , beliau menurunkan celananya hingga lutut sehingga terlihat sepasang pahanya yang lingkaran padat dan mulus. Tak sekedar itu, namun ia juga menelusupkan tangannya ke balik celana dalam krem yang dipakainya lantas dengan bernafsu jemari tangan Dewi menggosok potongan kemaluannya yang kemerahan. gadis berparas mempesona ini ternyata memiliki kemaluan yang indah, membukit putih mulus tanpa sehelai rambut kemaluan yang menghiasinya karen bersungguh-sungguh dibersihkan. Bibir kemaluan Dewi yang kemerahan kian tampakmemerah ketika tangannya menggosok-gosokkannya sarat nafsu nafsu.

Di ketika tangan kiri Dewi mngggosok-gosok serpihan kemaluannya, tangan kanannya secepatnya menyusup ke balik BH berukuran 34B yang dipakainya. Dewi mempunyai sepasang payudara bahenol membukit indah yang kini terasa semakin mengeras. Nafsunya sudah demikian menggelegak ketika tangannya meremas-remas payudaranya sendiri sambil memmelintir putting susunya. Entah darimana Dewi berguru bermasturbasi padahal sebelumnya tidak pernah satu detikpun ia melaksanakan tindakan masturbasi sebagaimana sahabat temannya yang lain. Mata Dewi melotot adegan-adegan asusila yang terpampang di layar monitor sementara kedua tangannya merangsang kemaluan dan payudaranya sendiri.
Puluhan menit berlalu ketika datang-tiba HP Dewi berbunyi nyraing membuat Dewi yang tengah asyik dalam nafsunya terlonjak kaget, kali ini nada HPnya ialah nada panggil bukan nada SMS. Ketika melihat nama Wulan yang terpampang di layar HP, Dewi secepatnya menghentikan meremas payudaranya kemudian dengan wajah yang kesal ia mengangkat telepon.

“Ada apa dik?..” tanya Dewi dengan sedikit kesal.
“Maaf Dewi …gimana sms aku tadi…apa nia perlu dikeluarkan juga dari tempat kost kita sebagaimana beberapa orang sebelumnya ?” tanya
Dewi bengong. Nia ialah penghuni kost yang dimaksud dalam sms dari Wulan selaku gadis yang mengkoleksi gambar dan kisah porno juga kondom di daerah kost mereka
“Tunggu dulu…agar aku datang dulu…nianya kemana?”
“Sudah pergi ..mungkin malu beliau..tapi barang-barangnya masih di kamarnya dan barang-barang porno itu telah aku amankan”
Dewi kembali termenung.
“Ya nanti kita bicarakan.. tunggu aku tiba aja”

Ketika kembali pandangan Dewi ke layar monitor, film tersebut sudah mendekati simpulan, memiliki arti satu jam lebih gadis bagus ini karam dalam nafsu dikala menonton film tersebut. Telepon tadi ternyata mampu menghidupkan kembali kesadarannya akan tindakan yang sedang dilakukannya. Dengan gontai Dewi merapikan pakaiannya yang awut-awutan dan membuatnya setengah telanjang. Untunglah meja  warnet itu tertutup rapat tak seoarangpun menyaksikan kondisi Dewi dengan aurat yang tersingkap lebar.

Dewi keluar dari meja  warnet nomor 5 sesudah hampir 4 jam beliau berada di dalamnya. blouse yang dipakainya tampakkusut masai di bab dada. Dewi berlangsung gontai dengan asumsi yang cemas bermaksud menuju kasir warnet, namun beliau merasakan celana dalam yang dipakainya terasa lembap menjadikannya risih. Dewi menghentikan langkahnya ke meja kasir,dan berbelok ke toilet warnet. Dalam toilet yang cukup higienis itu, Dewi melepas celana dalam krem yang dipakainya . Dewi memperhatikan celana dalam yang terasa berair oleh lendir lumayan banyak. Sekian jam Dewi karam dalam nafsu menjadikannya berulangkali menyemprotkan cairan kenikmatan yang membuat celana dalamnya basah. Dewi secepatnya membungkus celana dalam yang semula membungkus bab vitalnya dengan tissu kemudian disimpannya dalam tas miliknya. Sebelum keluar toilet, Dewi sempat mencuci kemaluannya yang tampakputih kemerah-merahan tanpa sehelai rambutpun yang terbiarkan tumbuh. Bukit molek kemaluan Dewi yang mulus dengan bibir kemaluan yang merekah merah itu dicucinya berulangkali sebelum dilap dengan tisuue. IA merasa yakin tak seorangpun mengetahui dirinya dikala ini tidak memakai celana dalam dikala ini.

Dewi membuka pintu toilet lantas dengan sedikit canggung, gadis anggun ini berjalan menuju ke kasir warnet yang masih dijaga oleh cowok ganteng. Cowok itu menatap Dewi dengan pandangan penuh arti sembari tersenyum. “Sudah dik?”tanyanya sembari tetap menatap kecantikan gadis dihadapannya. “Ya” jawab Dewi pendek sambil memberikan lembaran duit belahan 20 ribu. Dewi menyadari pandangan perjaka ganteng yang seakan ingin menelanjanginya sehingga membuatnya tidak menggemari pandangan cowok tampan tersebut.
“Dik jadi member aja…koleksi film kita nambah terus lho. Makin asyik lho” ujar pemuda itu sambil menghitung duit kembalian.
Dewi terperanjat kaget mendengarnya, paras ayu gadis berkulit putih ini saat itu juga menjadi merah padam. Dewi tidak menyangka jika operator warnet mampu mengenali ia menyaksikan film porno dalam meja  warnet.
“Mmm…makasih aja” ujar Dewi tergagap lantas datang-tiba saja dia setengah berlari menuju pintu keluar warnet. Wajahnya yang merah padam tertunduk dalam-dalam menahan rasa malu yang dirasakannya. “Kembaliannya dik!!..”teriak cowok operator warnet ini tetapi Dewi tidak lagi mendengarnya. Begitu keluar dari warnet Dewi juga tidak menunggu bus kota mirip lazimnya namun tangannya secepatnya melambai menghentikan Ojek yg kebetulan melalui!begitulah kisah Gadis yang mendukung UU APP tapi ternyata Horny di Warnet!hihihi...baru tau dia kenikmatan dunia

0 Response to "Cerita Dewasa Ngentot Di Warnet"

sosial bar