Kisah Sex Dengan Daun Muda Terbaru
By Blinger
—
Minggu, 11 Februari 2018
—
Add Comment
—
Cerita Dewasa,
Cerita Lesbian,
Cerita Mesum,
Cerita Ngetot,
Cerita Sex
Cerita Sex Dengan Daun Muda Terbaru - Perkenalkan namaku Roy hingga kini saya masih melanjutkan kuliah di suatu universitas di Magelang. Umurku masih 20 tahun. Cerita ini berawal saat aku dan temanku Ronald, Jefry dan Rudi yang senang bermain game online ataupun sekedar bermain internet, membuka sebuah game centre dan warnet yang terletak di daerah Magelang Utara.
Cerita Sex Dengan Daun Muda Terbaru
Pada dasarnya sih kami membuka perjuangan itu cuman iseng-iseng aja. Yah dari pada nggak ada kerjaan ataupun malah menghabiskan duit untuk main game atau main internet di daerah lain, mendingan buat sendiri toh bisa nambah uang buat jajan dan beli rokok.
Belum lama usaha kami buka, kami seperti setengah terkejut dan senang. Bagaimana kami tidak bahagia, kebanyakan user kami yaitu cewek-cewek SMU dengan postur badan yang sangat menarik, bahkan bisa diibaratkan buah apple yang siap di petik. Dan juga masih banyak gadis-gadis muda yang main ke kawasan kami. Dengan keramahan teman-sobat ysng senantiasa sopan dan romantis dalam melayani pelangan, yah kami memang cukup professional. Bahkan postur badan kami dan paras kami juga cukup tidak mengecewakan mungkin itu juga salah satu faktor yang menciptakan mereka kepincut untuk senantiasa tiba berkunjung.
Di antara gadis-gadis yang masih segar itu ada satu yang sungguh istimewa di mataku dan teman-temanku. Namanya Rena dia cukup anggun, bukan hanya bagus, luar biasa mungkin dan istimewa tentunya. Terkadang dia datang dengan Karina, Monica dan Cindy sahabat-sahabat Rena yang juga tidak kalah bagus, tapi lebih spesial Rena tentunya dan balasannya suatu potensi , ia datang sendiri ke tempat kami. Ketika dia baru duduk saya sapa,
”Loh temennya mana Ren”, ia hanya menjawab,
“Dah pada balik, pada mau les katanya”.
Lalu saya berbalik ke mejaku dan berusaha mencuri-curi untuk sekedar melihat lekuk tubuhnya dari balik monitor komputerku.
15 menit sudah aku memandangnya, eh dia membalas pandanganku, aku terkejut juga jangan-jangan dia murka, eh beliau malah tersenyum. Karena penasaran ia sedang apa aku mencoba melaksanakan remote anything ke komputernya, yah kami lazimnya menyebutnya dengan kata-kata SPY, gitu deh bahasa gaulnya. Aku terkejut juga sesudah tau bahwa beliau membuka situs-situs yang berafiliasi dengan sex dan pornografi. Mukaku memerah, entah suka atau benci, tetapi yang jelas kaget sekali. Dengan nekat kucoba mendekati komputernya, kemudian kutanya ia,
“Hayooooo Rena lagi buka apa”,
Karena tanpa antisipasi dia eksklusif kelabakan mirip anak ayam kehilangan induknya dan dengan cepat dia menutup kolom situs-situs tersebut. Tapi dengan cepat saya menjawab,
”Ngga papa lah ama gue ini, nyantai aja lagi”.
Langsung saja wajah beliau memerah, entah aib atau takut. Lalu ia menjawab,
“Emangnya tadi Roy liat Rena lagi buka apa?”, tanyanya.
“Liatlah, ngga perlu ke sini juga Roy bisa liat dari komputer Roy “, jawabku sambil mengedipkan mata, lalu beliau tertawa kecil dan tersenyum cantik mirip gadis yang masih polos.
Lalu dengan segera aku tidak menyia-nyiakan kesempatan ini saya pribadi berkata,
“Mau di temenin ngga Ren agar Roy cariin situs-situs yang lebih berkualitas”.
Dia membisu sejenak kemudian menjawab,
“Ya udah Roy duduk di sebelah Rena aja”, katanya lembut sarat arti.
Waduh bakalan seru nih batinku, untung aja temen-temenku yang lain pada bermain basket di akrab situ, jadi semuanya lancar tanpa hambatan. Kami sempet ngobrol sejenak, dan dari situ kuketahui bahwa ia anak pejabat di kota ini, dalam batinku aku berkata wah ternyata anak pejabat neh.
Lalu mulai kucarikan dia situs-situs porno yang belum pernah dia lihat, kulihat raut mukanya berganti mirip cacing kepanasan tangannya tak bisa diam, aku lihat beliau sungguh terangsang dengan gambar-gambar dan video yang saya carikan lewat internet. Wah cepet honey beliau batinku, lalu tak kubiarkan ia hanya melihat saja, lalu saya berbisik,
“Ren dari pada liat, punyaku nganggur neh, kan sayang kalo di diemin”, beliau terkejut kukira beliau marah.
Eh ternyata beliau malah pribadi memegang senjataku yang dari tadi telah on dikala saya duduk di sebelahnya, kontan saja saya terkejut dan bahagia. Lalu dengan cepat aku juga merangsang beliau dengan memegang payudara yang sangat indah itu dari belakang.
Untung warnet lagi sepi batinku dalam hati, anehnya dikala itu tak ada satupun konsumen yang datang, yah mungkin di karenakan hujan yang cukup deras. Kulihat ia kurang puas memegang senjataku jika terhalang oleh celana pendekku, kemudian ia menjajal memelorotkan celanaku sampai batang kemaluanku mampu dalam posisi enak untuk di kocok oleh tangannya yang lembut itu. Dan beliau berkata,
“Roy punya kau gede juga ya”,
Aku cuma terdiam. Tanpa sadar aku sungguh menikmatinya, hingga aku hampir berteriak
“Aah… uchhhh… ahhh terus Ren” lalu Rena dengan cepat menutup mulutku dengan ciuman bibirnya yang lembut dan sungguh sensual itu.
Wah untung sepi coba klo banyak orang tadi di sini bakalan berabe batinku. Setelah dia puas ia mencium bibirku, dia melanjutkan dengan menciumi kemaluanku, sungguh luar biasa gadis anak pejabat yang masih polos ini melakukan hal-hal dalam sex yang sungguh mengairahkan.
Aku di buat sangat puas olehnya bahkan aku dibuat tak berdaya, 10 menit kemudian aku mengangkat kepalanya dan saya bisikan mesra di telinganya, Ren gantian masak kamu terus yang muasin aku kau kan belom puas, ia tersenyum mengambarkan iya. Langsung saja aku puaskan ia di antara sekat-sekat yang menjadi pembatas di antara komputer-komputer di warnet ini. Dia kulihat sangat menikmati permainanku, saya mencoba sedikit membuka bajunya untuk melepas Bhnya.
Karena kami melakukannya di kawasan biasa aku menjajal untuk menahan diriku untuk tidak menjajal menelanjanginya, sehingga saya tetap merangsang payudaranya di balik seragam sekolahnya, tanpa bisa melihat payudaranya yang berukuran 34 b itu. Dia terdengar mendesah lembut dan sangat sexy,
“Aah ah… u ah.. hhhhhh… ahhhhh” terdengar dari verbal nya.
Berkali-kali kupilin puttingnya dia mengelinjang andal sekali, dan meracau tidak karuan.
”Aah uh. Roy terus sayanggggg… Royyy…ahhhhhh”.
Setelah merangsang buah dadanya aku langsung mencoba mengelus vaginanya dengan jariku, alasannya ia memakai rok SMU sehingga tidak susah untuk melakukannya. Kurasakan vaginanya sudah sungguh basah di karenakan rangsanganku di buah dadanya tadi, bulu-bulu kemaluanya juga kuraba, wow sungguh rapi batinku. Aku berusaha tidak memasukan jariku ke vaginanya sebab ia masih perawan.
Kucoba merangsang dia lewat gesekan-gesekan lembut di tanganku, kurasakan badannya kejang dan keringat keluar dari seragam sekolahnya yang tanpa memakai Bh itu.Dia beberapa kali mendesah,
“Roy ampunnn Roy sayang yuyy nikmattttt………”.
Padahal itu baru kugesek dengan tangan bagaimana klo kumasukan senjataku ke dalam vaginanya batinku.
Setelah 10 menit melaksanakan itu dia berteriak.
“AahhhhHH… hhhhh… SSSshhhhhh”, dan seketika itu juga dia mengalami orgasme pertamanya.
Kemudian ia terkulai lemas di pelukanku, sambil membelai dia aku membenarkan posisi celanaku dan dia juga menjajal membenarkan letak posisi seragam dan roknya itu.
Lalu aku mengambilkan air minum untuk beliau kemudian berkata,
“Yah gitu aja dah jebol gimana klo ML mampu-bisa Rena ngga mampu bangun 2 hari gara-gara kekurangan stamina dong”. candaku.
Lalu ia menjawab,
”Eh lezat aja kan tadi gres training, jadi ya butuh pelatihan dolo kayak tadi”.
Aku cuma tertawa kecil, eh malah ia langsung bilang Roy mau ngajarin Rena yang lebih expert lagi ngga, klo mau abis ini aja kita pergi mau ngga tanyanya. Sejenak saya berpikir tetapi tindakan kaki datang menuju kawasan itu dan kulihat wajah-muka teman-temanku timbul, diantaranya Ronald, Jefry dan Rudi.
Langsung saja kusapa,
“Abis basket kalian”, dengan tersenyum Jefry cuma menjawab,
”Daripada ngurusin basket mendingan ngurusin Rena”.
Mereka pun semua tertawa dan kulihat Rena juga tersenyum nakal dan berusaha menunggu jawabanku. Lalu sesudah sahabat-teman ke belakang aku bisikan ke pendengaran Rena…
“Ya udah tar gue ajarin yang lebih hot lagi ya,” Rena tersenyum dan saya pergi berkemas untuk pergi bersama dengan Rena.
Setelah itu kami pergi dengan meminjam kendaraan beroda empat milik Ronald. Dalam perjalanan saya bertanya,
“Mau kemana ini Ren?”,
Dia menjawab.
”Di rumah Rena aja kan Papa Mama sedang pergi ke Jakarta kak Adi sedang ke Jogja”,
Aku kaget dan berkata,
”Bener nih di rumahmu?”,
“Iya bener” katanya.
Setelah kami sampai di rumahnya aku terkejut juga dengan rumahnya yang besar seperti istana itu wah gede banget rumahnya dan juga indah.
Setelah memarkir mobilku saya di latih Rena untuk masuk ke rumahnya. Wah sepertinya ia tampaktidak tabah. Lalu saya menunggunya mandi sambil nonton tv dan menikmati hidangan yang sungguh lezat, kayak Raja nih batinku.
Setelah ia tamat mandi, beliau menghampiriku cuma dengan memakai handuk yang ia balutkan di tubuhnya, ketika melihatnya, tenggorokanku seperti tidak dapat menelan kudapan manis-kudapan manis yang tadi saya makan, dan dengan segera Rena mengambil jus jeruk yang ada di meja kamarnya lalu meminumnya, sehabis itu mencium bibirku dan mengalirkan jus jeruk yang telah ia minum tadi seperti induk yang memberikan makan anak-anaknya.
Setelah itu dia membuka handuknya yang tadi membungkus tubuhnya yang putih mulus dan sexy itu. Wah payudaranya benar-benar luar biasa kencang dan besar, tak kusangka anak SMU kelas tiga sudah matang, bulu-bulu halus yang dikala di warnet tadi aku pegang, aku mampu melihatnya dengan terperinci. Sungguh panorama yang luar biasa.
Tanpa segan-segan lagi beliau memintaku untuk menservicenya.
Dia berkata,
”Ayo kok malah diem katanya mau ngajarin”, ucapnya,
Aku berkata,
“Kamu elok banget Ren tubuhmu juga sexy”.
Tanpa menanti ia bicara eksklusif saja kubenamkan kepalaku di payudaranya itu dan menjajal untuk merangsang salah satu bab sensitif itu, kemudian ia mulai mendesah seperti tadi,
“Aah… OuchHhh… uhhhhhh… Ahhhhhh……..”,
Dia sangat mencicipinya bahkan sesekali ia menjambak rambutku, kulihat payudaranya sungguh kencang dan kenyal sekali sesekali saya meremas-remasnya dan aku pun juga sungguh menikmatinya, payudara yang indah. Lalu kuteruskan dengan menciumi bagian kewanitaannya, dia tampakmemejamkan mata sangat menikmatinya, dan ia meremas-remas payudaranya sendiri mencoba merangsang tubuhnya sebaik-baiknya. Ketika klitorisnya kuhisap-hisap dia sangat kerepotan dan berteriak-teriak,
“Roy aduhh lezat ah… ouchhhh… ahhhHh… uhh”.
5 menit kemudian, giliran ia merangsang diriku. Kulihat dia mengocok penisku dengan lembut dan menghisapnya bagaikan permen lollipop yang sangat manis,
“Oohh… ahhhhhhh… hahhhh”,
Aku sungguh menikmatinya, beliau menjilati batang kemaluan dan tidak ketinggalan buah zakarku juga ikut beliau hisap.
Aku telah tak mampu berkata apa-apa lagi selain menikmati permainanya. Ketika saya hampir memuntahkan laharku saya mencoba melepaskan senjataku dari hisapannya dan gengamannya, lalu kubaringkan beliau diranjangnya dan saya berbicara mesra,
”Tahan ya sayang, pertama-tama sakit namun nanti juga enak kok”, kataku.
Dia mengangguk menandakan iya. Kucoba membobol vaginanya ternyata sungguh susah, pada usaha pertama melesat dan sehabis kuoleskan kream di vaginanya, pada perjuangan ketiga saya berhasil memasukkan separo penisku ke dalam kemaluannya.
Dia menjerit kesakitan,
“Royy sakitT Royyyyyy ampunnNnNnnnnn”, jeritnya, namun aku tetap melakukannya dan bless seluruh batang kemaluanku sekarang berada di dalamnya bersamaan dengan bercak-bercak darah keperawanannya.
Kubiarkan diam sejenak supaya vaginanya sudah biasa mendapatkan kedatangan benda abnormal itu, sehabis kurasakan vaginanya bisa menerima penisku, kucoba mempesona maju mundur.
Jeritan sakit yang tadi ia ucapkan berganti dengan desahan-desahan wanita yang sedang mengalami persetubuhan yang sangat lezat. Dan tidak henti-hentinya ia senantiasa mendesah dan setengah berteriak.
“Aah terus Roy sayang kocok terus membuatRena puas ah ouchhhhh shhhhh terus kocok jangan berhenti sayangggg… “, rancaunya, saya juga sungguh menikmati denyutan-denyutan di dalam vaginanya itu, gerakan menghisap yang sungguh lezat sekali di alami oleh penisku lalu saya membalikan posisinya agar kami bisa melaksanakan doggy style.
Lalu kusuruh beliau bangun dan bersandar di depan beling meja riasnya dan kumasukan senjataku dari belakang sehingga saya bisa menikmati keindahan tubuhnya dan payudaranya serta paras elok wajahnya dari beling tersebut.
15 menit insiden itu berlangsung kudengar dia berteriak,
“Aahhhh Roy saya keluarrrrrrrrrrr…….”, oh sepertinya dia baru saja menerima orgasme pertamanya.
Kucabut penisku dari dalam vaginanya dan membiarkan Rena istirahat sebentar.
Setelah cukup istirahat. Dia mengajakku untuk melanjutkannya di kamar mandinya yang seperti bak renang itu alasannya sangat luas.
Kontan saja alasannya terburu nafsu saya langsung tancap gas dan secepatnya memasukan penisku ke dalam vaginanya yang merah merekah itu. Aku sangat menikmati guyuran shower yang membasahi tubuh kami, seolah-olah membasahi jiwa yang kekeringan akan kehausan sex.
Rena terus merancau dan jadinya saya sangat merasakan kenikmatan yang hebat, penisku yang dari tadi disedot kurasakan sungguh membengkak dan meraih klimaks hingga ubun-ubun rasanya, aku berteriak,
“Rena aku mauuuuuuu keeeeluuuarrrrrrrrrrrrrrrrrr mauuu diii kelluariinnn dii mannna?”. jeritku menahan lezat,
Dia sambil ngos-ngosan bilang
“Di dalam ajjjaaaaa”,
“Ngga papa Rennn”,
“Laggiii masaaaaaa tiiiidakkk suburrrrrr”,
Dan Rena juga tampak merancau lagi dan berteriak,
“Yaaaa uuu daaa hhhhh kii taaa ssssaaammaa saaammaaaaaaaaaaaaaaaa”.
Aku tak mampu menahan lagi dan jebolah pertahananku kusemburkan maniku di dalam vaginanya dia juga terlihat mencapai orgasme keduanya.
Setelah itu dia masih menjilati kemaluanku dan membersihkan sisa-sisa maniku, lalu kami mandi bersama.
Setelah simpulan saya pamit pulang, aku pamit dengan mengecup kening Rena dan berkata pelajarannya udah cukup kan, dia hanya tersenyum dengan lembut sangat mirip gadis yang sangat polos dan berkata ,
“Roy besok kesini ya ajak Ronald, Jefry ama Rudi, jangan lupa loh “.
Aku cukup gundah kok ngajak lainnya segala ya batinku. Lalu selepas jam 6 malam esoknya kami ber 4 berkunjung ke rumah Rena. Betapa kagetnya kami saat di sana kami disambut dengan mesra oleh keempat gadis yang sangat elok di antaranya Karina, Monica, Cindy dan Rena tentunya, kemudian tanpa basa-bau lagi mereka berkata.
“Wah wah kak Roy jahat kok kita-kita kemaren ngga diajak sech, yang di ajak cumin Rena aja, ngga suka ya ma kita-kita?“, kontan saja aku sendiri terkejut .
Dan teman-temanku juga ikutan binggung, kemudian tanpa rasa aib Rena menjawab
“Roy kemaren ma aku ML loh”.
Aku kaget kenapa ia membuka rahasiaku tapi sebelum aku sempat bicara Rena menjawab
“Kaprikornus hari ini Ronald, Jefry ama Rudi ngajarin Karina, Monica and Cindy, terus Rena tentunya ama Roy dong”, katanya.
Tentu saja teman- sahabat ku ngga jadi murka malah jadi bahagia, lalu aku berkata dalam hati wah rejeki mereka juga neh. Lalu kami pergi ke kawasan Kaliurang dan menyewa sebuah villa di sana dan melewati hari dan malam penuh akan nafsu, gairah dan kehausan akan sex.
Dan hingga sekarang jika ada waktu kami masih melakukannya baik di kamar mandi warnetku, di rumah Rena, di hotel atau villa.
Bahkan sekarang banyak pelanggan wanitaku menjadi kekasihku cuma untuk semalam/one night stand. Begitu juga dengan teman-temanku Ronald, Jefry dan Rudi mereka juga kalang kabut menerima order dari para wanita yang kesepian. Tapi atas dasar suka sama suka, maaf kami bukan Gigolo.

0 Response to "Kisah Sex Dengan Daun Muda Terbaru"