728 x 90

Native bar

Kisah Sex Dengan Buto Ijo

 Cerita Sex Dengan Buto Ijo - Cerita Dewasa Mesum Dengan Mahluk Halus Buto Ijo -  ini dikisahkan oleh seorang kenalan saya, seorang laki-laki berusia nyaris 60 tahun sebut saja namanya Pak Puspo. Pak Puspo ini sejak muda melakukan pekerjaan pada suatu penginapan kecil yang tidak mengecewakan ramai juga d

i Jl. Prawirotaman, Yogyakarta. Saya ketemu bapak ini pada tahun 2002, waktu itu aku melakukan pekerjaan di sebuah rumahsakit selaku marketing. Tugas saya menjalin koordinasi dengan hotel-hotel dan penginapan yang ada di Jogja.

 Cerita Dewasa Mesum Dengan Mahluk Halus Buto Ijo Cerita Sex Dengan Buto Ijo
Cerita Sex Dengan Buto Ijo

Pak Puspo mengisahkan sebuah cerita yang sangat menumbuhkan hasrat namun sekaligus menegangkan. Kejadianya pada akhir tahun 70an atau awal 80an, saya agak lupa dan terjadi beruntun selama beberapa hari. Waktu itu ia selain bertugas sebagai recepsionis atau akseptor tamu pada siang hari juga sekaligus penjaga penginapan tersebut. Setiap malam beliau tidur di suatu kamar di penginapan tersebut yang terletak agak di belakang. Penginapan tersebut dibangun entah tahun berapa, tapi sudah cukup tua.

Pada suatu malam kira-kira jam setengah satu, dikala badan sudah mulai lelah, Pak Puspo beranjak ke kamar tidur untuk istirahat. Beliau merebahkan tubuh yang penat ke atas kasur yang cukup empuk dan nyaman, sebentar saja Pak Puspo udah sungguh mengantuk. Karena capeknya Pak Puspo tidak sempat menutup pintu yang setengah terbuka. Antara sadar dan tidak Pak Puspo melihat sekelibat bayangan perempuan lewat celah pintu. Beliau ingat tamu wanita yang bermalam di sana berbadan agak gemuk, namun yang dilihatnya perempuan yang tinggi semampai dan berambut hingga di atas pinggang. “Agak kaget memang, namun aku tidak terlampau menggubris, aku lanjutkan tidur saya,” Pak Puspo bercerita dengan semangat.

Malam berikutnya Pak Puspo tidur sekitar jam duabelas malam, alasannya adalah temannya yang mengambil alih jaga di resepsionis tidak terlampau repot. Lagi-lagi pintu kamar dibiarkan setengah terbuka, setelah sementara waktu merebahkan diri kembali ada bayangan wanita mirip kemarin malam. Pak Puspo bertanya-tanya dalam hati siapa sesungguhnya bayangan itu, namun Pak Puspo kembali tidak terlampau memusingkan diri. Beliau tertidur lelap sampai kesannya terbangun sebab merasa ada yang menyentuh kakinya. Dengan sambil tiduran ia membuka mata, alangkah kagetnya dia melihat sesosok wanita yang sangat manis dengan rambut tergerai duduk di sebelah kakinya.

“Wajahnya elok sekali mas, tetapi memang agak pucat, baunya anyir sekali tetapi wanginya halus gak menyengat,” dia bercerita. “Wanita itu hanya tersenyum anggun, lalu pergi, anehnya saya nggak merasa takut sama sekali,” ia menyertakan. Setelah itu balasannya Pak Puspo tertidur lagi sampai pagi hari.

Malam ketiga Pak Puspo merasa ingin tau dengan peristiwa dua malam berturut-turut itu. dia sengaja tidur agak awal, sekitar jam sebelas malam. Beliau menanti sosok wanita itu datang lagi. Satu jam menanti membuat Pak Puspo agak ngantuk, akhirnya dia tertidur juga. Pada sekitar jam satu malam ia dibangunkan oleh sentuhan lembut pada kaki. Pak Puspo bangkit dan menyaksikan sosok wanita yang kemarin menghampirinya. “Wanita itu tersenyum, lalu dengan lembutnya memijit kaki saya,” kata pak Puspo. Lebih lanjut ia bercerita, “Agak usang dipijit dan pijitannya yummy sekali, saya belum pernah dipijit seenak ini. Saya diam aja karena memang bener-bener yummy.” Setelah lama memijit, wanita itu tidur disamping Pak Puspo dan mulai menciptakan rangsangan layaknya suami istri sedang bercinta. Singkat kisah Pak Puspo dan sosok wanita itu melaksanakan korelasi tubuh. “Mas rasanya lain, nggak seperti dengan istri saya, ini sangat lembut, hangat pokoknya aku gak pernah mengalami kenikmatan ini sebelumnya,” beliau menjelaskan dengan semangat.

Kejadian ini berjalan selama beberapa hari mungkin sampai lima kali, Pak Puspo sendiri juga lupa berapa kali dia tidur bersama sosok wanita tersebut.

Suatu malam sesudah peristiwa itu, Pak Puspo menantikan ketika-dikala indah tersebut berulang kembali, tetapi apa yang terjadi?

Waktu itu sekitar jam setengah dua malam, beliau terbangun dan mencium bau yang sungguh bacin, sangat tidak enak dan membuat mual. Beliau berdiri, dan bertanya-tanya bau apakah itu, namun belum sempat terjawab, tiba sosok besar hitam berbulu dengan mata merah menyala, kuku tangannya panjang-panjang, sungguh menakutkan, “dia menunjuk ke arah aku,” kata dia. Pak Puspo menyebut sosok itu selaku Gandaruwo. Tanpa basa-bau Gandaruwo itu mencekik leher Pak Puspo, hingga gak bisa bernafas. Beliau bergumul ahli dengan mahkluk tersebut. Dengan spontan Pak Puspo berdoa memohon sumbangan dari ilahi. Akhirnya Gandaruwo tersebut melepaskan tangannya dari leher Pak Puspo, mundur satu langkah, wajahnya masih mengambarkan murka, lima detik lalu Gandaruwo tersebut pergi dan hilang pula anyir amis itu.

Pak Puspo terduduk lemas di lantai, dan sebisa mungkin berdoa mengucapkan terima kasih pada Tuhan karena telah menghalau mahkluk itu. “Kalau tidak ada santunan Tuhan mungkin aku sudah nggak bisa bertemu mas dan menceritakan kejadian itu,” kata Pak Puspo menutup kisah.

0 Response to "Kisah Sex Dengan Buto Ijo"

sosial bar