Dongeng Sex Dengan Ayah Kandung
By Blinger
—
Rabu, 14 Februari 2018
—
Add Comment
—
Cerita Dewasa,
Cerita Lesbian,
Cerita Mesum,
Cerita Ngetot,
Cerita Sex
Cerita Sex Dengan Ayah Kandung - Cerita Dewasa - Cerita Ngentot - Cerita Mesum Terbaru - Namaku Lia. Saat ini saya kuliah di Sanatha Dharma Yogyakarta. Aku yaitu anak pertama dari pasangan Guncoro dan Jenny. Kami bersaudara dua orang, Adikku namanya Caca beliau masih SMA kelas 1. Ibu dan ayahku menikah masih sangat muda, sehingga mirip yang kau lihat di foto ini, meskipun usiaku gres 19 tahun, saya nyaris sama besar badannya dengan ibuku. Kadang-kadang jika saya boncengan dengan ayahku, orang yang belum mengenal kami bisa menerka saya yaitu pacarnya ayahku. heee^^. Ayahku usianya 41 tahun, tetapi sebab beliau suka berolah raga, tubuhnya kekar seperti anak muda.
Cerita Sex Dengan Ayah Kandung
Dalam kehidupan kami sebagai ayah dan anak, Lia tahu betul watak papa, makanan kesukaannya, hobinya, bahkan kekurangan dan kelebihan papaku. Tetapi satu hal yang papaku tidak pernah lakukan adalah selingkuh, atau bermain dengan perempuan lain. Meskipun ibuku yakni wanita yang kalem, pendiam, namun papa tidak pernah mengkhianati mama dengan cara bermain wanita. Sebaliknya, papaku juga tahu betul kehidupan Lia. Aku penduduknya sedikit garang, namun juga pemalu. Aku paling tidak senang berbohong.Kira-kira itulah segi baik dari saya.
Sedangkan salah satu kebiasaan burukku adalah, saya suka foto-foto diriku sendiri dengan camera Hp ku dalam banyak sekali macam gaya. Kadang-kadang aku suruh adikku foto aku. Ada gaya alim, bandel, murung, ketawa, cemberut dan sebagainya. Salah satu fotoku yang saya taruh di profil akun ini, dan di judul cerita ini. Aku juga ngga tahu, kenapa aku suka banget berfoto..hee...Sampai sebuah saat saat Lia sedang mandi di kamar mandi, timbul wangsit Lia untuk foto tubuh Lia secara bugil. Ya, tubuhku tidak mengecewakan menarik. Kata ibuku saya seksi..heee...Aku berjalan ke kamar kemudian mengambil kamera, dan di kamar mandi saya mulai ambil gambar bugilku. Dari aneka macam gaya saya jepret pakai kamera sampai puluhan foto. Lalu sehabis mandi saya pindahin foto-foto itu ke Laptopku, sambil mengagumi tubuhku sendiri yang sungguh seksi dan menantang.
Suatu hari, Lia pergi kuliah tanpa menjinjing laptop Lia. Sungguh di luar dugaanku. Ternyata papa membuka laptopku dan tanpa sengaja melihat foto-fotoku. Sepulang kuliah, aku mendapatkan sepucuk surat di atas meja kamarku, yang berisi goresan pena begini: “Lia, tadi papa buka laptop kau, papa uda lihat foto-foto bugil kau. Foto-foto itu papa telah copi di flasdisk papa.” Ya..ampun, wajahku sungguh-sungguh pucat. Perasaanku kacau, ada rasa takut, aib, meyesal dan juga murka. Tetapi apa boleh buat, semua telah terjadi. Akhirnya karena aib, hari itu saya di kamar aja, dan tidak keluar ke mana-mana. Waktu malam, papaku kembali dari tempat kerja, beliau tidak menyapa aku mirip yang umum ia lakukan. Dia pribadi masuk ke kamarnya.
Aku penasaran, apakah dia akan marah dan menampar aku, atau dia akan menghukum saya dengan cara apa? Yang terperinci Lia sudah salah. Malam itu saya tidak mampu tidur, aku terus menimbang-nimbang duduk perkara ini. Besok paginya saya bangun, kemudian saya pergi ke kampus. Sepulangnya aku dari kampus, ada surat lagi di atas mejaku, yang bertuliskan: “Lia, kapan kamu ada waktu, papa mau bicara sama kamu.” Aku pikir dalam hatiku, papa mau ngomong ma saya, niscaya jadi duduk perkara nih. Manding Lia minta maaf ma papa sebelum masalah ini dibesar-besarin. Akupun membalas surat itu. Dalam surat itu saya katakan: “Pa, Lia minta maaf, Lia telah salah. Tetapi itu Lia foto sendiri di kamar mandi dan tidak dengan siapa-siapa. Kalau papa mau murka Lia, Lia siap terima eksekusi dari Papa. Lia takut ketemu papa.” Keesokan harinya, sebelum Lia pergi ke kampus, Lia tinggalin surat itu di atas meja di kamar.
Sepulangnya saya dari kampus, saya lihat surat itu telah tidak ada. Dalam hatiku, papa pasti sudah baca. Malam itu, setelah makan malam, ibuku sudah masuk kamar dan tidur duluan. papa masih nonton isu di ruang tamu. saya sengaja ke kamar mandi, kemudian saya melirik untuk menyaksikan, apakah ada orang lain yang bareng papaku di ruang tamu? Setelah saya lihat ternyata tidak ada. Aku pergi ke ruang tamu dan duduk di bangku yang agak berjauhan dari tempat papaku duduk. Dia menoleh dan melihat aku, lalu ia berkata,: “Sini, duduk di sini” sambil tangannya menunjuk ke sofa di dekatnya.
Dengan perasaan tak menentu, saya bangun dari tempat dudukku, lalu berpindah ke daerah duduk di akrab ayahku. Dia mulai bertanya: “Kamu foto itu pake apa?” Kamera di Hpku, jawabku sambil mengambarkan Hpku. Ayahku menarik nafas dan berkata: “kau itu, mbo jikalau mo foto bugil jangan diletakkan di Laptop. Itukan adikmu bisa buka.Simpan aja di Hp kamu”. Iya pa, jawabku sambil mengangguk. Lalu beliau meneruskan: “mana Laptopmu, ambil ke sini”. Dengan secepatnya aku pergi ke kamar dan mengambil Laptopku. Ayahku menerima laptopku sambil menggeleng-gelengkan kepala. Dia menyalakan laptop itu, lalu memasukan flasdisknya. Dia membuka foto-fotoku satu persatu. Kira-kira telah puluhan lembar ia buka, lalu beliau berkomentar, “Seksi banget kau Li”. Aku Cuma tersenyium aja..:)
Lalu ayahku memilih salah satu di antara puluhan foto yang ada, membukanya dan mengundang aku untuk menyaksikan foto itu. “Lihat ini Li...papa suka fotomu ini” seraya menerangkan foto yang terbuka kepadaku. Aku melihat, foto itu terlihat sangat jelas, memekku yang berbulu tipis, belahannya sedikit terbuka,dan payudaraku yang besar dan menonjol mirip dua bukit kecil di tanah yang rata, seyiumku yang tampak agresif dan menggoda.
Ketika saya memalingkan mataku dari foto itu, aku sempat menyaksikan kalau papa ereksi dengan fotoku itu. Dia mengenakan celana pendek yang cukup ketat, sehingga alat kelaminnya sangat kelihatan sekali. Dari bentuknya yang kelihatan di balik celana, alat kelamin ayahku tampakpanjang dan besar. Aku malu, kemudian saya mengalihkan mataku ke televisi.
Ayahku meninggalkan aku di ruang tamu, lalu ia pergi ke kamarnya. Tak usang kemudian, dia kembali ke ruang tamu. Kali ini, beliau duduk berdekatan dengan aku di sofa panjang. Lalu beliau berkata: “Ibumu sudah tidur”. Aku membisu saja, sambil terus menonton acara di TV. Ayahku kembali melihat fotoku di laptop. Kali ini, beliau diam saja tanpa komentar. Aku melirik ke celananya, mataku melihat bahwa, ayahku ereksi dengan fotoku. Melihat ayahku terus membuka foto-fotoku, akupun bertanya: “Kenapa sih pa, dibuka-buka terus? Lia malu pa..”. Ngga usa malu sayang,,,kamu kan uda akil balig cukup akal.
Balas papaku, sambil menyaksikan kepadaku. Tapi kenapa papa liat Foto Lia, koq barang Papa tegang? heee “kau sih...seksi bangat..” jawab ayahku. Lalu aku membela diri: “Ya itukan foto bugil, ya terperinci seksilah..siapa aja kalau foto bugil pasti kelihatan seksi..” Tiba-tiba, ayahku mengeluarkan kontolnya, sambil berkata, Kalau ini di foto, seksi ngga? Haaah..!! Aku terkejut , melihat kontolnya yang tegang. Terlihat panjang dan besar sekali. Saat itu juga, saya mencicipi saya nafsu menyaksikan benda ayahku. Lalu dengn suara agak berbisik aku katakan: papa, gede banget pa...” lalu dia berkata: “Pegang aja, jikalau mau pegang.” Ngga ah..nanti jikalau Lia terangsang gimana?” sssssssssstttt....jangan keras-keras ngomongnya, nanti ibumu dengar” jawab papaku berbisik sambil meletakkan jari di mulutnya.
Lalu ayahku bangkit berdiri dan menuntun tanganku untuk memegang kelaminnya. Aku nurut aja dan saya pegang kelamin ayahku. Huuuufffff......rasanya keras banget...saya membelainya beberapa kali, tanpa sadar saya nafsu banget. Lalu ayahku bilang: “masukin dimulut kamu mau ngga Li?” saya menoleh ke kiri dan kanan untuk melihat apakah ada orang yang mau menyaksikan itu? Kulihat tidak ada orang, lalu saya tunduk dan memasukan kelamin ayahku dimulutku. Aku mengocok benda besar dan panjang itu dengan mulutku berkali-kali.
Mungkin aku harus beritahu bahwa, itu benar-benar sungguh sensasional. Kamu bisa bayangkan, memegang kelamin ayah kandung kamu sendiri layaknya suami kau, rasanya sungguh-sungguh wow....Aku sungguh-sungguh garang, alasannya beliau yakni ayah kandungku sendiri dan aku rasa, ini paling beda dari segala-galanya. Ayahku terus menarik nafas sambil berkata: “Lia, papa telah termenung ihwal ini sejak kamu di SMU sayang...” hmmm...mendengar itu, seperti memperbesar dorongan birahiku, sehingga saya semakin bernafsu. Rupayanya ayahku ingin seks dengan saya semenjak saya masih SMU, pikiran itu menciptakan aku semakin ngga terkontrol. Aku makin cepat memaju mundurkan kepalaku dengan kelamin ayahku di mulutku.
Lalu entah di dorong oleh nafsu atau setan, aku tidak tahu lagi, datang-tiba aku berkata: “Pa, masukin di punya Lia. Lia pengen puasin papa dengan badan Lia”. Tanpa menjawab, ayahku eksklusif membalikan badanku dengan kaki sebelah diangkat ke sofa dan kakiku yang satu tetap di lantai. Ia membalikan badanku untuk membelakangi dia, kemudian dia mengangkat rokku ke atas pinggangku, dan menurunkan CDku, kemudian beliau menusukkan kemaluannya melalui belakang. Aku harus beritahu bahwa, nikamtnya itu lebih dari yang dapat aku banyangkan sebelumnya. Ketika kelamin ayah kandungku sendiri menorobos vaginaku, aku rasakan sensasi dan kenikmatan yang luar biasa.
Aku benar-benar liar, ketika benda papaku masuk ke lubang vaginaku. Imajinasiku benar-benar melayang. Aku merasa seperti aku sedang berhasil dalam satu hal. Imajinasi sex dengan ayah kandungku sendiri, itulah yang mendorong aku memandang wajahnya dan aku katakan: “Papa....tusukin semua pa ke dalam vagina Lia..masukin hingga dalam..Lia suka Papa...Lia mau papa setubuhi Lia malam ini sampai Lia puas pa...Lia suka sex terlarang ini pa..ini enak banget...terus papa...Lia suka sex Incest pa..” papaku makin kencang goyangannya.
Kami mulai berkeringat dan papaku bilang gantian Li. Kamu dari atas. Papaku tidur terletang di sofa dengan kelaminnya yang tegang menunjuk ke langit. Aku mulai naik ke atas ayahku, lalu memegang kelaminnya dan mengarahkannya ke lubang vaginaku. Sambil memejamkan mata, perlahan-lahan saya menurunkan badanku, sambil tekan kelamin ayahku agar masuk ke dalam vaginaku sampai amblas seluruhnya di dalam vaginaku. Aku mulai menggoyang naik turun sambil mataku memperhatikan bagaimana benda ayahku masuk keluar di Vaginaku yang berbulu tipis.” Ouuuuhhhh.....papa....lezat banget pa....” “ terus sayang, papa suka ini..” “Pa...Lia suka sex terlarang begini pa...ini lezat banget...Mungkin papa ngga tahu, tapi Lia sering nonton film porno antara ayah dan anaknya. Lia nafsu banget pa.. Lia suka sex dengan papa.
Ouuuhhhh ...papa, puasin Lia pa....” dikala itulah ayahku mulai bangun dari tidurnya, kemudian kembali ke posisi pertama tadi. Aku bangun membelakangi ayahku, sambil kaki sebelah dinaikan ke sofa dan sebelah lagi di lantai. Kali ini ayahku benar-benar ganas. Dia memasukan kelaminnya yang sudah berair oleh lendirku lewat belakang, sambil memegang payudaraku, dan tangan sebelahnya lagi memegang mukaku menghadap ke mukanya dan beliau mulai berciuman pengecap denganku...sampai titik ini saya betul-betul ngga tahan. Aku mampu merasakan dari beberapa tanda, bahwa saya akan segera tumpah...sambil mendengung sebab lidahku dikulum ayahku, aku berkata: “papa goyang Lia dengan keras pa, Lia keluar pa.....” detik itu juga, saya rasakan semburan yang berkali-kali, srott..srott..srott...sroot..kelamin ayahku berdenyut di dalam vaginaku. Rasanya hangat di dalam rahimku. Aku menahan pantat ayahku supaya benda itu betul-betul masuk seluruhnya tanpa sisa, kemudian akupun melepaskan cairan yang dari tadi kubendung...mmmpa.....mmmpa...mmpa...rasanya vaginaku mirip membuka ekspresi dan mengeluarkan sesuatu. Aku menjerit...ouuuuuuuhhhhh....papa....Lia suka papa.....detik itu kami terkulai lemas. Semenjak dongeng malam itu, sering sekali ayahku menyutubuhi aku di kamar mandi dan di dapur. Tetapi tidak memasukan cairannya di vaginaku.
Kalau mau keluar, ia menarik keluar kelaminnya lalu semprotkan airnya di mukaku dan aku suka. Dengan pengalamanku ini, saya simpulkan bahwa, sex incest atau sex taboo itu, sangat nikmat. Rasanya beda sebab sarat sensasi. Jika Lia diminta untuk memilih antara sex dengan pacar atau Family, Lia lebih suka dengan Family. Kalau bukan ayah kandungku, saudara kandungku. That is amazing...and i like it so much...SEKIAN.

0 Response to "Dongeng Sex Dengan Ayah Kandung"