Kisah Seks Dewasa Ngetot Guru Psk
By Blinger
—
Senin, 12 Februari 2018
—
Add Comment
—
Cerita Dewasa,
Cerita Lesbian,
Cerita Mesum,
Cerita Ngetot,
Cerita Sex
Cerita Seks Dewasa Ngetot Guru PSK - ini akan saya ceritakan wacana seorang cewek yang profesi selaku seorang guru di salah satu sekolah di kota medan sana. Kali ini sebuah kisah sex yang sangat cantik sekali alasannya selain jadi guru juga selaku wanita malam karena untuk jadi guru masih banyak kurang dalam memenuhi hidupnya. Namun kini bisa menjadi seorang guru pelacur mungkin ya.
Cerita Seks Dewasa Ngetot Guru PSK
Muridnya mampu di ajak kolaborasi mungkin jika begini guru dan murid mampu jadi partner kerja. Aneh seorang guru yang mengajarkan norma dan aturan sosial terhadap murid-muridnya, bagaimana mampu menjadi seorang pelacur yang terang-terang menentang semua norma yang dia ajarkan, apakah sebab alasan ekonomi atau duduk perkara keperluan akan seks yang mengakibatkan ini terjadi mari kita ikuti kisah berikut ini. Juni Rosa permepuan berumur 31 tahun mempunyai pekerjaan selaku seorang guru di sekolah swasta terkemuka di Surabaya.
Rosa sudah menikah dengan pria berjulukan Suhendra yang pekerjaannya adalah teknisi di pengeboran minyak lepas pantai milik perusahaan aneh yang hanya bisa pulang 5-6 bulan sekali. Rosa bertekad mengawali profesinya sebagai High Class Call Girl saat ia tahu melihat bukti bahwa suaminya main belakang, selama bekerja di lepas pantai Suhendra suka membawa gadis-gadis bandel. Hal ini dia pahami dari sahabat suaminya yang memiliki dendam terhadapa suaminya, teman suaminya itu menunjukan beberapa foto hasil jepretannya sendiri yang berisikan foto suaminya sedang memluk dan mencium mesra gadis- gadis badung. Rosa memulai kariernya di bidang pelacuran kelas tinggi dengan memasang sebuah iklan di koran, begini bunyi iklannya “Massage Maria, manis dan terlatih menerima panggilan hub. 0812160700X “,
dengan nama samaran Maria maka dimulailah petualangan terlarang Bu guru kita ini. SMS mulai mengalir ke handphone Rosa yang terdiri dari panggilan panggilan tetapi ada juga SMS yang terdiri dari kalimat-kalimat porno, Rosa tidak menyikapi semua SMS itu alasannya hal itu akan membuang waktu saja begitu pula dengan percakapan dengan calon-calon kliennya semua gagal mencapai kata setuju. Karena harga yang ditetapkan oleh Rosa sungguh tinggi yaitu 1,5 juta sekali tiba, tentu saja jarang yang berani memboking Rosa.
Sampai suatu saat ada panggilan HP yang masuk dikala dia
mengajar di kelasnya
“Permisi bawah umur ibu mau terima telpon dulu jangan
ramai ya!”kemudian Rosa berjalan keluar kelas dan mendapatkan panggilan itu.
“Hallo Maria? ” terdengar bunyi berat seorang lelaki0
“Ya dengan siapa Pak? ”
“Berapa tarif kau semalam? ”
“1,5 juta bayar di tampang, tidak kurang dari itu ”
“Ok done deal, kita ketemu di Kafe Bon Ami, Darmo Selatan jam 18.30 nanti malam hingga disana pribadi miss call saya ya bye ..tut tut tut” Dalam hati Rosa merasa berdebar dan asing karena ini yakni pertama kalinya ia akan mendapatkan panggilan serius dan anehnya orang tersebut tidak menawar harga yang dia ajukan, Rosa termangu mempertimbangkan telepon yang baru saja dia terima sampai seorang muridnya menegur
“Bu, Ibu sakit ya? ” tanya seorang muridnya
“Oh nggak apa-apa kok, ayo masuk lagi” sambil memegang bahu muridnya Setelah tamat mengajar Rosa segera pulang dan mempersiapkan diri, ia mandi dan berdandan secantik mungkin tapi tidak menor, dengan mengenakan gaun malam warna hitam yang manis, Rosa berangkat ke Bon Ami memakai taksi.
Rasa berdebar semakin menjadi saat beliau memasuki kafe dan dengan tangan sedikit gemetar beliau memanggil no. HP laki-laki yang tadi siang menelponnya segera saja terdengar suara handphone di pojok ruangan yang rupanya sengaja di taruh di atas meja oleh pemiliknya. Mata Rosa menatap ke arah sumber bunyi tersebut dan menyaksikan laki-laki berumur 45 tahun keturunan cina dengan pakaian necis dan berkacamata minus yang melambaikan tangan seolah olah sudah mengenal dirinya
“Hi Maria, silahkan duduk disini ”
Ujar lelaki itu sambil bangkit menjabat tangan Maria yang tak lain yakni nama samaran Rosa. “Ok kita makan dulu atau pribadi pergi nih? ” tanya lelaki itu.
“Kita bisa langsung pergi setelah pembayaran di kerjakan ” ujar Rosa ketus
“Wow santai saja non jangan takut ini aku bayar kini ”
Sebuah amplop coklat disodorkan dan langsung di buka dan dihitung oleh Rosa
“Ok 1,5 juta kita berangkat, omong omong nama bapak siapa ” tanya Rosa
“Teman-sobat mengundang aku A Cun, yuk berangkat ”
A Cun menggandeng tangan Rosa dengan mesra mirip istrinya sendiri. Dengan menggunakan mercy new eyes, A Cun menenteng Rosa meninggalkan bar dengan kalem tetapi pasti mobil dibawa menuju ke arah kawasan perumahan elit di daerah Dharmahusada. Ketika sampai di depan suatu rumah glamor dengan pagar tinggi A Cun membunyikan klaksonnya, pagar besi itu terbuka secara otomatis walaupun tidak terlihat orang di halaman rumah mewah itu, setelah mobil masuk hingga di teras rumah seseorang dengan seragam batik berlari kecil menghampiri kendaraan beroda empat.
“Selamat tiba Koh A Cun “sambil membukakan pintu kendaraan beroda empat.
“Yang yang lain telah pada kumpul toh, Yok? ” tanya Koh A Cun pada lelaki berseragam itu
“Sudah Pak, silahkan Pak ” kata petugas yang berjulukan Yoyok ini . Mobil A Cun segera dibawa untuk di parkir oleh yoyok yang rupanya bertugas selaku valet service. Acun dan Rosa langsung masuk ke dalam rumah glamor itu
“Ini rumah Koh A Cun ” tanya Rosa kagum melihat ruang tamu yang besar dan dipenuhi barang mewah
“Oh bukan, ini rumah asosiasi semacam klub bagi kami untuk melepas kepenatan” ucap Koh Acun seraya membuka pintu ruang tengah yang di dalamnya berisi 3 orang lelaki dan 3 perempuan. Di ruangan itu tersedia 5 kasur king size, 2 meja biliard, 3 set sofa mewah dan sebuah mini kafetaria yang tertata apik harmonis dengan ruang yang relatif besar itu, dari situasi ruangan telah mampu diperkirakan bahwa ruangan ini sering di pakai selaku ajang maksiat .
“Hoi Cun, lama sekali kau, dapet barang baru ya?” tanya seorang laki-laki cina berumur 56 tahun yang di panggil Koh A Liong.
“Ah nggak enak ah ngomong gitu di depan orang ” elak A Cun
“Koh A Cun, mending kau kasih Mbak ini buat saya saja, kamu pake saja salah satu SPG yang saya bawa” ucap laki-laki bertubuhgemuk besar dan berkulit sawo matang yang diundang dengan panggilan Pak Angkoro. A Cun mengamati SPG yang ditawarkan padanya, diantara tiga SPG itu ada satu yang paling menawan hatinya ialah Lyvia Go. SPG berumur 21 tahun berdarah cina dengan tinggi 168 cm dan berat 48 kg berwajah seperti Ineke, dengan penampilannya yang mengenakan rok super mini dengan atasan kemeja ketat nan tipis membuat A Cun tak mampu menolak usulan Pak Angkoro
“Ok deh, Pak Angkoro boleh ambil Maria, saya pinjam Lyvia ” sahut acun sambil eksklusif mempesona pinggang
Lyvia dan mereka berdua melaksanakan deep kissing yang sangat panas hingga terdengar lenguhan lenguhan nafas mereka. Lyvia yang diciumi dengan ganas secepatnya membalas ciuman itu sambil membuka kancing kemejanya yang seakan tak muat menampung payudaranya yang semok. Dengan rakus Koh A Cun memelorotkan BH Lyvia dan menghisap puting berwarna coklat muda itu, sambil bercumbu tangan Koh Acun bergerak melingkar pinggang Lyvia dan melepas kait rok mini dan meloloskan rok itu turun sehingga kini Lyvia Go hanya mengenakan BH yang sudah tidak menutupi payudaranya dan suatu celana dalam berwana putih berenda tipis yang sungguh seksi sekali menempel di tubuhnya yang putih kolam mutiara. Dengan sekali angkat badan Lyvia Go dibawa Koh ACun
menuju ranjang terdekat, lalu menelentangkannya sambil meloloskan celana dalam seksi itu dari tempatnya sehingga tampaklah kemaluan Lyvia yang sudah dicukur bersih, tanpa mencampakkan waktu A Cun segera menjilat dan menusuk nusukkan lidahnya ke dalam vagina Lyvia yang disertai dengan erangan lezat dari Lyvia. “Ahh, aduh yummy Koh, dasyat aargh ”
“Enak ya Go? Kamu sudah berapa kali ngeseks selama jadi SPG ” tanya A Cun sambil mengocok vagina Lyvia
dengan dua jari sambil kadang kala menggosok kelentit mungil itu dengan jempolnya.
“Ini yang ke tu..juh aah hi hi hi aduh geli Koh ”
“Yang pertama ama siapa ” selidik A Cun mencari cari tempat g-spot dengan ujung jarinya
“Yang pertamaa, aduh yah yah aauh disitu Koh enak, yang pertama sama Pak Angkoro di WC showroom aah” Untuk menyelesaikan pemanasan ini maka A Cun menempelkan lidahnya di kelentit Lyvia, kemudian menggeleng-gelengkan dan memutar-mutar kepalanya dengan pengecap tetap melekat di kelentit. Menerima rangsangan dasyat itu badan Lyvia melengkung bagai busur panah yang siap melesatkan anak panahnya.
“Aduh Koh A Cun, aargh masukin kini Koh jangan siksa saya lebih usang lagi hm? “. Melihat Lyvia telah terangsang berat maka Koh A Cun segera menghentikan permainan oralnya dan melepas bajunya sendiri dengan segera, Lyvia yang menyaksikan Koh A Cun melepas bajunya kagum melihat tubuh Koh Acun yang berotot, dadanya yang bidang dan perutnya yang terbagi 8 kotak sungguh seksi di mata Lyvia yang umumnya melayani Pak Angkoro yang gendut. Semakin bergairah untuk segera bersetubuh maka Lyvia Go membantu melepas celana Koh A Cun dan betapa kagetnya Lyvia Go ketika celana itu merosot eksklusif nongol benda sepanjang 16.5 cm (wah ternyata Koh A Cun tidak pakai celana dalam loh, tapi dengan tidak menggunakan celana dalam juga sangat baik bagi kesuburan pria kata Pak dokter). Dengan posisi kaki yang di buka lebar lebar, Lyvia menanti Koh Acun sambil tangan kanannya menggosok gosok klitorisnya sendiri, Koh Acun mengambil posisi di tengah tengah kaki Lyvia yang terbuka lebar dan mengarahkan penisnya di tampang pintu gerbang kewanitaan Lyvia
“Aku masukin ya Lyv?”
“Sini kubantu Koh ” Lyvia memegang penis A Cun dan mengarahkannya ke liang senggamanya
“Seret banget ya Lyv, jadi susah masuk nih”
“Koh jangan bercanda melulu ah, kapan masuknya?”
“Ya udah nih rasain Lyv”
“Aauh aah aah pelan dikit Koh ”
Akhirnya pelan tapi selamat, penis Koh A Cun amblas ke dalam vagina Lyvia dan permainan kuda kudaan khusus dewasapun dimulai, Koh A Cun memaju mundurkan pantatnya dengan tempo sedang sambil memegang kedua betis Lyvia sebagai tumpuan tangannya . Beralih ke ibu guru kita adalah Rosa Maria yang hanya melamun menyaksikan permainan permainan liar di sekelilingnya.
“Wah suasananya panas ya? ” Pak Angkoro menegur Rosa Maria yang termangu
“Ah nggak juga Pak, kan ada AC” balas Rosa risih
“Nggak panas gimana, coba kau lihat orang orang itu pada telanjang ngapain coba?”
“Eeng eeng gimana ya Pak ”
“Eng eng eng apa, ayo lepas bajumu, kamukan sudah di bayar toh? ”
Rosa merasa harga dirinya diinjak-injak, di dalam hati Rosa Maria berkata “Aku adalah seorang guru yang dihormati dan disegani oleh anak latih dan rekan sekerjaku kenapa demi dendam pada suami aku harus menjerumuskan diriku ke dalam lembah nista tetapi telah telat”, air mata mulai menetes di pipi Rosa. “Wah, kok malah nangis iki piye? Waduh!!” Pak Angkoro mengelus-elus perutnya yang besar sebab bingung.
“Nggak Pak, ayo kita mulai aja permainan ini ” Rosa mengusap air matanya.
“Ya gitu dong, itu baru semangat profesional jangan nangis lagi ya ”
Rosa membuka gaun malamnya dengan pedih dan rasa hampa, demikian juga Pak Angkoro ia membuka seluruh pakaiannya memperlihatkan tubuhnya yang gemuk dan hitam. “Sini Ros, bapak akan menciptakan kau terbang layang ” pangil Pak Angkoro
Rosa yang masih malu dan canggung menutup tubuhnya yang bugil dengan tangannya sedapat mungkin sambil melangkah ke arah Pak Angkoro
“Wah kok aib malu gitu, jangan kuatir Ros bapak nggak akan garang agresif sama kamu “, Pak Angkoro menatap badan Rosa dari atas ke bawah. Jakunnya naik turun menatap tubuh Rosa yang menggiurkan, kulitnya yang kuning langsat bagai kulit putri kraton walaupun tidak seputih Lyvia tetapi pancaran erotik dari mata Rosa bagai sinar pancasona pusaka tanah jawa.
Dan cara gerak Rosa Maria sungguh menghidupkan gairah, keayuan khas gadis jawa terpancar dari setiap lekuk tubuhnya dan khususnya payudaranya yang berwarna kuning gading sungguh mengundang birahi lelaki manapun yang melihatnya. Dengan lembut Pak Angkoro meletakan kedua telapak tangannya di atas payudara Rosa dan mulai memijat lembut sambil perlahan beliau melekatkan bibirnya ke bibir Rosa yang sensual di lumatnya bibir Rosa, semakin usang makin panas sampai kedua tubuh itu seolah menjadi satu,
Pak Angkoro melingkarkan tangannya ke
pinggang Rosa dan menariknya sampai lekat pada tubuhnya dan mencumbu Rosa dengan sarat nafsu. Dihisap dan dimasukannya lidahnya kedalam relung relung lisan Rosa sehingga mau tidak ingin Rosa membalas pagutan-pagutan liar itu. Hasrat kewanitan Rosa sungguh-sungguh dibangkitkan oleh Pak Angkoro yang berlaku seperti kuda jantan dan mendominasi seriap permainan ini. Rosa mulai merasakan hawa panas naik dari dadanya ke ubun- ubun yang menciptakan Rosa semakin tak berdaya melawan hawa maksiat yang begitu kental dalam ruangan ini sehingga balasannya Rosapun terlarut dalam hawa maksiat itu. “Ros saya minta dioral dong ” sambil memberikan penis hitamnya yang berdiameter 5 cm dengan panjang 14 cm.
“Nggak ah Pak, jijik aku! ih! ”
“Wah kau kudu profesional Ros, kalau kerja jangan setengah-setengah gitu dong, gini aja kamu tak oral jikalau sampai kamu orgasme bermakna kamu kudu ngoral saya yah? ”
Belum sempat Rosa menjawab Pak Angkoro sudah menyelusupkan kepala diselangkangan Rosa dan mulai melancarkan segala jurus simpanannya mulai dari jilat, tusuk sampai jurus blender yang memnyapu rata seluruh dinding permukaan vagina Rosa sehingga dalam waktu 7 menit Rosa telah di buat kejang- kejang.
“Oooh Pak oouh oh pa..ak” Rosa meregangkan ototnya hingga batas maksimal.
“Tuh kau udah orgasme, nggak mampu bohong kini giliranmu” ucap Pak Angkoro senang Pak Angkoro menawan kepala Rosa dengan tangan kirinya sementara tangan kanannya memegang penisnya sendiri sambil mengocok ringan, sesudah mulut
Rosa dalam jangkauan tembak Pak Angkoro secepatnya menjejalkan penisnya ke dalam mulut Rosa
“Ayo dong Rosa” Pak Angkoro menyuapkan penisnya mirip menyuapkan masakan pada anak kecil, setelah penisnya berada dalam verbal Rosa maka dengan menjambak rambut Rosa Pak Angkoro memaju mundurkan kepala Rosa
“Ehm ehm Pak Angko.. ehm ehm” Rosa berupaya mengatakan namun malah tersenggal senggal
“Udah membisu aja deh Ros jangan banyak bicara emut!” Setelah lima menit berlangsung Rosa kesannya secara mampu berdiri diatas kaki sendiri mengulum ujung penis Pak Angkoro, sementara tangannya mengocok dengan kasar pangkal
penis Pak Angkoro.
“Yes gitu Ros, wah kamu lebih ahli dari istriku loh, mau gak kamu jadi gundikku?” Pak Angkoro mengatakan ngawur alasannya adalah keenakan dioral Rosa. Merasa jenuh dengan permainan oral jadinya Rosa meminta untuk bercinta.
“Udahan dong Pak, kita ngesks yang bener aja ya?” tanya Rosa dengan halus
“Ok, kamu yang minta loh” Pak Angkoro menarik Rosa yang tadinya mengoral beliau dalam posisi jongkok menuju meja biliard dan memerintahkan Rosa menumpukan kedua tangannya menghadap meja bilirad sementara Pak Angkoro yang berada di belakang Rosa mengendalikan posisi sodokan perdananya.
“Ros nungging dikit dong, ya gitu sip!” Pak Angkoro mengelus pantat Rosa yang semok lalu mengarahkan senjatanya ke vagina Rosa.
“Aaouh Pak Angkoro, pelan Pak sakit penisnya bapak sih kegedean ” ucap Rosa setengah meledek.
“Wah kau itu muji apa mencemooh Ros? mungkin vaginamu yang kekecilan Ros” Pak Angkoro membalas usikan rosa dengan menarik pinggul Rosa ke belakang secara cepat maka amblaslah seluruh penis Pak Angkoro.
“Auuw gede banget, aauw aah ” Rosa mulai menggoyang pinggulnya berupaya menyeimbangi goyangan Pak Angkoro Pak Angkoro membenamkan penisnya dalam-dalam dengan mempesona pinggul Rosa kebelakang, dengan penis masih tertancap di vagina Rosa kemudian Pak Angkoro memutar pinggulnya membentuk bulat sehingga penis yang didalam vagina Rosa menggencet dan menggesek setiap syaraf syaraf nikmat di dinding vagina .
“Aauh, Rosa keluar ahh” Rosa mengalami orgasme yang menyebabkan setiap otot di tubuh Rosa mengencang sehingga tubuhnya kelojotan tidak terkendali.
“Loh Ros, kok sudah KO, belum 10 menit kok udah orgasme wah ini bila cowok namanya edi, ejakulasi dini kalau kau memiliki arti menderita odi orgasme dini, ayo
terusin hingga aku keluar juga ”
Pak Angkoro mengubah posisi bersenggama dengan mengangkat badan Rosa dan menidurkannya di meja biliard. Kemudian kaki rosa dibentangkan oleh Pak angkoro lebar-lebar dan dengan kekuatan penuh penis besar itu menerjang mendobrak pintu kewanitaan Rosa, hingga-sampai klitorisnya ikut terpesona masuk, Rosa yang masih dalam keadaan orgasme semakin menggila mendapatkan sodokan itu sehingga secara refleks rosa mencakar pundak Pak angkoro. “Oouchh Rosa kau ini apa-apaan sih, kok main cakar-cakaran segala?”
“Oouh aash sorry, abis rosa nggak tahan sih ama sodokannya Mas yang begitu perkasa” bujuk rosa agar Pak angkoro tidak murka.
“Jangan cakar lagi ya, kalo tidak rasain ini” Pak Angkoro menggigit puting Rosa dengan lembut tetapi sedikit menyakitkan.
“Aauw pembangkang deh” ucap rosa sambil menggoyangkan pinggulnya sendiri supaya penis Pak Angkoro tetap menggesek dinding vaginanya. Dalam waktu singkat Rosa yang mula-mula seorang guru telah berevolusi menjadi pelacur kelas tinggi yang benar benar profesional baik dari kebinalan maupun ucapannya, semua sudah berganti Rosa kini benar benar seorang pelacur sejati.

0 Response to "Kisah Seks Dewasa Ngetot Guru Psk"