Kisah Seks Anak Abg Smp
By Blinger
—
Rabu, 21 Februari 2018
—
Add Comment
—
Cerita Dewasa,
Cerita Lesbian,
Cerita Mesum,
Cerita Ngetot,
Cerita Sex
Pesonaceritaku.com - Cerita SeKs ANak ABG SMP - Namaku Andhika, saya seorang siswa Kelas 1 di SMU yang cukup top di kota Makassar. Pada hari itu aku ingin mengambil tugas kimia di rumah salah satu teman cewekku, sebut saja Rina. Di sana kebetulan saya ketemu teman Rina. Kemudian kami pun berkenalan, namanya Laura, orangnya cukup elok, bagus, putih dan bodinya sudah seperti anak kelas 3 SMU, padahal beliau gres kelas 3 SMP. Pakaian sekolahnya yang putih dan agak kekecilan kian memperbesar kesan payudaranya menjadi lebih besar. Ukuran payudaranya mungkin ukuran 32B sebab seakan akan baju seragam SMP-nya itu sudah tidak mampu membendung tekanan dari gundukan gunung kembar itu.
Cerita SeKs ANaK ABG Sekolah Menengah Pertama
Kami saling diam, hanya aku sedang memperhatikan dadanya dan pantatnya yang begitu molek. Wah serasa di langit ke-7 kali jikalau aku bisa menikmati badan cewek ini, pikirku. Terkadang mata kami berjumpa dan bukannya ke GR-an namun saya rasa cewek ini juga punya perasaan terhadapku. Setelah satu jam berada di rumah Rina, aku pun berpamitan terhadap Rina tetapi beliau menahanku dan memintaku mengirimkan Laura pulang alasannya rumahnya agak jauh dan telah agak sore dan kebetulan aku sedang bawa "Kijang Rangga" milik bapakku.
Akhirnya aku menyetujuinya hitung-hitung ini potensi untuk mendekati Laura. Setelah beberapa usang termangu aku memulai obrolan dengan menanyakan, "Apa tidak ada yang murka jikalau aku antar cuma berdua, entar pacar kamu murka lagi..?" pancingku. Dia cuma tertawa kecil dan berkata, "Aku belum memiliki pacar kok." Secara perlahan tangan kiriku mulai menggerayang menjajal memegang tangannya yang berada di atas paha yang dibalut rok Sekolah Menengah Pertama-nya. Dia memindahkan tangannya dan tinggallah tanganku dengan pahanya. Tanpa menolak tanganku mulai menjelajah, kemudian tiba-tiba dia mengangkat tanganku dari pahanya, "Awas Andhi, liat jalan dong! entar kecelakan lagi.." dengan nada sedikit malu saya cuma berkata, "Oh iya sorry, habis lezat sih," candaku, lalu dia tersenyum kecil seakan menyepakati tindakanku tadi. Lalu saya pun menenteng kendaraan beroda empat ke tempat yang gelap alasannya kebetulan telah mulai malam, "Loh kok ke sini sih?" protes Laura. Sambil mematikan mesin kendaraan beroda empat saya hanya berkata,
"Boleh tidak aku cium bibir kamu?"
Dengan nada aib ia menjawab,
"Ahh tidak tau ahh, saya belum pernah gituan."
"Ah damai aja, nanti aku ajari," seraya eksklusif melumat bibir mungilnya.
Dia pun mulai mencicipinya, sesudah nyaris lima menit kami melaksanakan permainan lidah itu. Sambil memindahkan posisiku dari tempat duduk sopir ke samping sopir dengan posisi agak terbungkuk kami terus melaksanakan permainan lidah itu, sementara itu dia tetap dalam posisi duduk. Lalu sambil melumat bibirnya saya menyetel daerah duduk Laura sehingga posisinya berbaring dan tanganku pun mulai mempermainkan payudaranya yang telah agak besar, beliau pun mendesah, "Ahh, pelan-pelan Andhi sakit nih.." Kelamaan ia pun mulai menyukaiku cara mempermainkan kedua payudaranya yang masih dikemas seragam SMP.
Mulutku pun mulai menurun mengitari lehernya yang jenjang sementara tanganku mulai membuka kancing baju seragam dan pribadi menerkam dadanya yang masih terbungkus dengan "minishet" tipis serasa "minishet" bergambar beruang itu memperbesar gairahku dan langsung memindahkan mulutku ke dadanya.
"Lepas dahulu dong 'minishet'-nya, nanti berair?" desahnya kecil.
"Ah tidak papa kok, entar lagi," sambil mulai membuka kancing "minishet", dan mulai melumat puting payudara Laura yang sekarang sedang telanjang dada.Sementara tangan kananku mulai mempermainkan lubang kegadisannya yang masih terbungkus rok dan tanganku kuselipkan di dalam rok itu dan mulai mempermainkan lubangnya yang nyaris membasahi CD-nya yang tipis berwarna putih dan bergambar kartun Jepang. Mulutku pun terus menurun menuju celana dalam bergambar kartun itu dan mulai membukanya, lalu menjilatinya dan menusuknya dengan lidahku. Laura cuma menutup mata dan mengulum bibirnya mencicipi kenikmatan. Sesekali jari tengahku pun kumasukkan dan kuputar-putarkan di lubang kewanitaannya yang cuma ditumbuhi bulu-bulu halus. Dia cuma menggenggam rambutku dan duduk di atas jok kendaraan beroda empat menahan rasa nyeri. Setelah itu saya kecapaian dan menyuruhnya, "Gantian dong!" kataku. Dia cuma berdasarkan dan kini aku berada di jok mobil dan dia di bawah. Setelah itu aku menggenggam tangannya dan menuntunnya untuk mulai membuka celana "O'neal"-ku dan melorotkannya. Lalu saya menyuruhnya memegang batang kemaluanku yang dari tadi mulai tegang.
Dengan inisiatif-nya sendiri ia mulai mengocok batang kemaluanku.
"Kalau digini'in lezat tidak Andhi?" tanyanya polos.
"Oh iya yummy, enak banget, namun kau mau nggak yang lebih enak?" tanyaku.
Tanpa mengatakan lagi saya memegang kepalanya yang sejajar dengan kemaluanku dan sampailah mulutnya mencium kemaluanku. "Hisap aja! lezat kok kayak banana split," ia menurut saja dan mulai melumat batang kemaluanku dan acap kali dihisapnya. Karena merasa maniku hampir keluar saya menyuruhnya berhenti, dan Laura pun berhenti menghisap batang kemaluanku dengan raut wajah yang sedikit kecewa karena ia telah mulai menikmati "oral seks". Lalu kami pun berganti posisi lagi sambil menenangkan kemaluanku. Dia pun kembali duduk di atas jok dan aku di bawah dengan agak jongkok. Kemudian saya membuka kedua belah pahanya dan telihat kembali liang gadis Laura yang masih sempit. Aku pun mulai bersiap untuk menerobos lubang kemaluan Laura yang sudah agak basah, kemudian Laura mengajukan pertanyaan, "Mau dimasukin tuh Andhi, mana muat memekku kecilnya segini dan punyamu segede pisang?" tanyanya polos. "Ah hening aja, niscaya bisa deh," sambil menghantam kecil kemaluannya yang memerah itu dan ia pun sendiri mulai menolong membuka pintu liang kemaluannya, mungkin ia tidak inginambil resiko lubang kemaluannya lecet.
Secara perlahan aku pun mulai memasukan batang kemaluanku, "Aah.. ahh.. lezat Andi," desahnya dan aku berusaha memompanya secara perlahan-lahan lalu mulai agak cepat, "Ahh.. ahh.. ahh.. terus pompa Andi." Setelah 20 menit memompa maniku pun sudah mau keluar tapi takut dia hamil lalu saya mengeluarkan batang kemaluanku dan dia agak sedikit tersentak saat aku mengeluarkan batang kemaluanku.
"Kok dikeluarin, Andi?" tanyanya.
"Kan belum keluar?" tanyanya lagi.
"Entar kamu hamilkan bahaya, udah nih ada permainan gres," hiburku.
Lalu aku mengangkat badannya dan menyuruhnya telungkup membelakangiku.
"Ngapain sih Andi?" tanya Laura.
"Udah tunggu aja!" jawabku.
Dia kembali tersentak dan mengerang ketika tanganku menusuk pantat yang molek itu.
"Aahh.. ahh.. sakit Andhi.. apaan sih itu..?"
"Ah, tidak kok, entar juga enak."
Lalu saya mengeluarkan tanganku dan memasukkan batang kemaluanku dan desahan Laura kali ini lebih besar sehingga beliau menggigit celana dalamku yang tergeletak di dekatnya.
"Sabar yah Sayang! entar juga enak!" hiburku sambil terus memompa pantatnya yang molek. Tanganku pun bergerilya di dadanya dan terus meremas dadanya dan acap kali meremas potongan pantatnya. Laura mulai menikmati permainan dan mulai mengikuti irama genjotanku. "Ahh terus.. Andhi.. udah lezat kok.." ucapnya mendesah. Setelah beberapa menit memompa pantatnya, maniku hendak keluar lagi. "Keluarin di dalam aja yah Laura?" tanyaku. Lalu beliau menjawab, "Ah tidak usah supaya saya isep aja lagi, habis enak sih," jawabnya. Lalu saya mengeluarkan batang kemaluanku dari pantatnya dan eksklusif dilumat oleh Laura eksklusif dihisapnya dengan penuh gairah, "Crot.. crot.. crot.." maniku keluar di dalam lisan Laura dan beliau menelannya. Gila perasaanku mirip telah terbang ke langit ke-7.
"Gimana rasanya?" tanyaku.
"Ahh asin tapi enak juga sih," sambil masih membersihkan mani di kemaluanku dengan bibirnya.
Setelah itu kami pun berpakaian kembali, alasannya adalah jam mobilku telah pukul 19:30. Tidak terasa kami bersetubuh selama 2 jam. Lalu aku mengantarkan Laura ke rumahnya di sekitaran Panakukang Mas. Laura tidak turun sempurna di depan sebab takut dilihat bapaknya. Tapi sebelum dia turun ia apalagi dulu eksklusif melumat bibirku dan menyelipkan tanganku ke CD-nya. Mungkin kemaluannya hendak aku belai dahulu sebelum ia turun. "Kapan-kapan main lagi yach Andhi!" ucapnya sebelum turun dari mobilku. Tapi itu bukan pertemuan terakhir kami alasannya adalah tahun berikutnya beliau masuk SMU yang sama denganku dan kami bebas melaksanakan hal itu kapan saja, alasannya adalah tampaknya dia sudah ketagihan dengan permainan itu bahkan Laura pernah melaksanakan masturbasi dengan pisang di toilet sekolah. Untung aku menyaksikan kejadian itu sehingga saya mampu memberinya "jatah" di toilet sekolah.

0 Response to "Kisah Seks Anak Abg Smp"