Dongeng Seks Ngentot Depan Meja Komputer
By Blinger
—
Sabtu, 17 Februari 2018
—
Add Comment
—
Cerita Dewasa,
Cerita Lesbian,
Cerita Mesum,
Cerita Ngetot,
Cerita Sex
Pesonaceritaku.com - Cerita Seks Ngentot Depan Meja Komputer - Saat itu Sinta seorang pelopor yg mendukung dan pro terhadap RUU APP tampaktegang mendengar penuturan beberapa rekan rekannya mengenai maraknya web dan blog porno di internet yang mengeksploitasi wanita, terutama anak sekolah , artis , bahkan gambar gambar di friendster pun bisa nyasar ke situs bugil. Sebagai aktifis yang cukup senior , Sinta sudah usang mendengar perihal hal ini namun saat itu dia diberitahu bahwa semua gambar dalam web tersebut merupakan gambar-gambar rekayasa agresif, Sinta tidak terpesona untuk melihatnya.
Cerita Seks Ngentot Depan Meja Komputer
Berbeda dengan informasi yang disampaikan para rekannya ini yang menyampaikan bahwa web-web porno itu sekarang berisi gambar-gambar asli dan bukan rekayasa, bahkan yang menciptakan Sinta sangat terkejut ketika mereka menyebutkan bahwa di antara gambar-gambar porno dalam web itu terdapat beberapa gambar porno yang berparas mirip dirinya.
Tentu saja gadis anggun ini menyanggah keras gambar-gambar porno tersebut sebagai gambar dirinya, hanya saja isu tersebut membuat Sinta penasaran dengan web-web porno tersebut. Terdorong ingin meng-cross check kebenaran informasi tersebut.
Sinta lalu meminta alamat web porno yang dimaksud , dia pun menerima sebuah situs porno.dan suatu blog porno yang isinya photo cewek ngentot semua! Jam di HP milik Sinta menawarkan pukul 12.00 lewat dikala beliau berjalan keluar dari gerbang kampusnya.
Sebagaimana niatnya tadi pagi, Sinta yang masih tercatat sebagai mahasiswi di suatu Perguruan Tinggi Negri di bandung ini berniat singgah ke sebuah warnet. gadis berwajah elok dan lembut ini memang berencana pertanda info yang dibawa rekannya tadi pagi.
Sinta sengaja memilih warnet yang memiliki meja tertutup untuk menghindari dugaan jelek orang lain terhadapnya. Sebagai seorang yang dikenal menentang segala bentuk pornografi pastinya Sinta berupaya mempertahankan gambaran dirinya ketika dia membuka web dan blog porno yang dibilang temannya tersebut. Boleh jadi orang lain akan mencibir jikalau seorang mirip dirinya tampakmembuka web porno dan porno.
“Ada yang kosong pak? tanya Sinta kepada operator warnet.
“Mmm¦Nomor 5..dik jawab operator warnet sambil sedikit terkejut menyaksikan seorang perempuan anggun yg mucnul dihadapannya.
Keberadaan Sinta di warnet tersebut memang cukup mempesona perhatian. Bukan saja karena kecantikan yang dimiliki Sinta, namun juga alasannya adalah tampilan Sinta dengan blouse putih ketat yang membungkus tubuhnya dengan sungguh indah dan entah disadarai atau tidak kancing paling atas terbuka sehingga ada sedikit pemandangan yg cukup indah ditambah celana jeans ketatnya
Operator warnet sempat terpesona melihat keelokan Sinta namun mengingat klo gadis ini adalah pelanggan baru menjadikannya segan untuk berbuat lebih jauh.
Walaupun ada rasa segan pada diri pemuda operator warnet terhadap Sinta, namun mata pemuda itu hampir tak berkedip melihat goyangan pantat Sinta dikala berlangsung menuju meja warnet nomor 5.
pemuda tampan itu menelan ludah membayangkan badan di balik busana yang digunakan gadis manis ini.
Dalam meja warnet no 5 yang tertutup itu, Sinta mulai membuka beberapa alamat wabsite porno yang didapatnya tadi pagi. Tak hingga lima menit lalu, mata Sinta yang lebar membelalak melihat web-web porno tersebut.
Wajahnya yang putih juga berubah merah padam menahan kemarahan dan rasa jijik menyaksikan web serta weblog yang melecehkan perempuan secara seksual terutama segala hal yang berbau rape(perkosaan).
Beberapa dongeng porno tentang gadis abg atau mahasiswi serta gambar-gambar yang mempertontonkan kemulusan tubuh wanita mirip dirinya menciptakan Sinta merasa terhina dan terlecehkan.
Gadis elok ini juga merasa geram dan hampir tidak yakin saat lalu beliau mendapati beberapa gambar porno seorang wanita dengan muka seperti dirinya sebagaimana laporan sobat temannya yuniornya.
Tubuh gadis ini gemetar menahan kemarahan dan rasa tak yakin menyaksikan pose-pose wanita yang bermuka seperti dirinya terlebih ditambah gambar dirinya yg ia posting di friendster mampu nyasar ke situs ini.
Sehingga seolah merupakan pembenaran bahwa dirinyalah yg ada di situs porno tersebut. Tanpa sadar Sinta yang dalam kesehariannya bertabiat lembut ini-mengumpat karena kemarahannya menyaksikan gambar-gambar tersebut.
Melihat betapa gadis mirip dirinya dilecehkan dalam web tersebut, Sinta terdorong untuk menciptakan laporan khusus mengenai hal ini ( BF watchout !!!). Sinta berencana untuk melaporkan eksistensi web ini terhadap pihak kepolisian semoga pembuat situs ini ditangkap polisi.
Dengan flashdisk miliknya, Sinta kemudian menyimpan puluhan kisah porno tentang perkosaan serta gambar-gambar porno yang terpampang, khususnya gambar-gambar wanita yang mirip dengan dirinya. Satu persatu beberapa gambar porno dan cerita-kisah erotis mengenai akhwat berpindah ke flashdisknya yang berkapasitas 1 GB tersebut
Sinta ialah seorang gadis berusia 21 tahun yang baik baik serta berkembang dalam lingkungan keluarga yang bagus baik pula sehingga Selain memiliki paras anggun dan watak yang lembut, Sinta juga jauh dari hal-hal porno atau porno sejak kecil bahkan bagi dirinya hal-hal tersebut ialah hal-hal yang tabu.
Namun siang ini, gadis anggun ini terpaksa melihat hal-hal tabu tersebut untuk pertama kalinya sepanjang hidupnya. Awal mula, Sinta memang sempat shock, bukan saja alasannya kemarahan yang dirasakannya namun juga alasannya adalah ia tidak pernah melihat gambar-gambar porno dan porno sebelumnya.
Pada mulanya memang Sinta merasa jijik dan marah melihat web tersebut, tetapi semakin lama dia menjelajahi berbagai web dan blog porno itu, rasa murka dan jijik yang dinikmati di menit-menit pertama bermetamorfosis rasa malu.
Wajah Sinta yang ayu dan lembut ini bersemu merah melihat gambar-gambar dalam web dan blog porno tersebut, terlebih saat beliau menyaksikan gambar-gambar wanita yang bermuka seperti dirinya tengah mengulum batang penis laki-laki yang tegang.
Mata Sinta yang lebar ini membelalak hampir tak berkedip menyaksikan gambar-gambar perempuan yang tengah mengulum batang penis laki-laki.
Mata Sinta tak lagi memperhatikan perempuan yang berwajah mirip dirinya tetapi matanya sekarang lekat menyaksikan batang penis pria yang tengah dikulum dan ada juga yang diremas oleh wanita itu. Sinta menggigit bibirnya kuat-kuat menahan debaran jantungnya yang berdegup kian kencang melihat urat-urat penis laki-laki yang mencolokdalam gambar tersebut.
Tubuh gadis ini gemetar saat tanpa disadarinya beliau mengkhayalkan dirinya yang mengulum penis laki-laki yang menggiurkan itu. Seumur hidupnya, gres kali ini Sinta melihat batang penis pria walaupun cuma dalam gambar.
Terlebih penis berskala istimewa itu dalam kondisi tegang. Nafas Sinta mulai mengejar-ngejar dan ia mulai mencicipi denyutan-denyutan di bagian dalam kemaluannya yang terasa gatal sebagaimana layaknya perempuan yang mulai terangsang nafsu.
Sinta memang seorang gadis baik baik dan selama ini jauh dari banyak sekali hal yang porno , tetapi Sinta tetap seorang perempuan wajar yang mempunyai gairah kepada lawan jenisnya.
Sinta yang sudah berusia 21 tahun seringkali timbul gairah nafsunya terhadap lawan jenisnya secara alamiah Sinta sering terangsang kepada lawan jenisnya, tetapi kalau nafsunya mulai terangsang, gadis ini secepatnya menekannya dengan banyak sekali aktivitas.
Wajah Sinta yang cantik kerap kali menjadi masalah tersendiri sebab menjadikannya sering digoda oleh pria, terlebih ternyata dalam hal berpakaian dia tidak terlalu konserfative
Godaan-godaan para laki-laki yang berupa ucapan-ucapan mesum, sentuhan atau kadang menempelkan badan mereka ke tubuhnya ketika di biskota juga mampu membuatnya terangsang namun semua rangsangan nafsu yang dirasakannya mampu diredamnya dengan baik.
Sinta merasa dirinya mampu mempertahankan diri dan mengatur nafsunya, tidak mirip beberapa rekan mahasiswa yang lain yang diketahuinya melampiaskan nafsunya dengan bermasturbasi.
Saat Sinta menanyakan argumentasi mereka melaksanakan masturbasi, beberapa yang di antaranya adalah teman kostnya itu menjawab bahwa masturbasi lebih baik ketimbang ML sementara mereka masih belum berani menghadapi resikonya.
Kali ini nafsu Sinta juga merasa terangsang namun rangsangan itu bukan tiba secara alamiah atau gangguan dari orang lain. Nafsu gadis ini terganggu sebab perbuatan dirinya sendiri sehingga kali ini Sinta merasa kesulitan untuk mengendalikannya seperti umumnya.
Kian usang nafsunya kian besar lengan berkuasa menciptakan Sinta melewatkan iman watak yang selama ini dipeganginya dan keberadaannya selaku salah seorang penggerak penentang pornografi dan pornoaksi.
Meja warnet yang tertutup itu menciptakan Sinta leluasa menjelajahi banyak sekali web erotis dan porno yang didapatinya dengan search engine Google, khususnya yang memperlihatkan gambar-gambar laki-laki telanjang bulat dan mempertontonkan penis mereka yang tegang.
Nafsu nafsu Sinta yang mendorongnya tak lupa untuk menyimpan gambar-gambar tersebut ke dalam flash disk miliknya. Hampir satu jam kemudian wajah Sinta yang tengah dilanda nafsu telah sangat memerah dan tampakkontras dengan blouse putih yang dipakainya.
Kancing bajunya tanpa disadari sudah terlepas semua, karena sebelumnya dia tak mampu menahan tangannya untuk meremas remas bab dadanya dikala i merasakan buah dada yang terbungkus BH berukuran 34B itu menjadi sungguh kencang dan mengeras.
Satu jam lebih lamanya Sinta dilanda nafsu dalam meja warnet bernomor 5 yang tertutup itu. Dalam keasyikan menjelajahi web porno tiba-tiba Sinta dikejutkan suara menandakan SMS masuk di HP nya.
“Hmm..dari dik soraya..gumam Sinta ketika menyaksikan sms yang dikirim oleh salah seorang sahabat di kawasan kostnya yang seluruh penghuninya yakni wanita. Isi sms itu mengabarkan bahwa salah seorang penghuni di tempat kost mereka terpergok menyimpan aneka macam bacaan dan gambar porno di kamarnya dan juga kondom.
Mendapat sms dari Wulan seperti itu, tubuh Sinta gemetar. gadis ini secepatnya terjaga dari apa yang sedang dilakukannya di meja warnet ini. Akhirnya dengan perasaan khawatir, Sinta menutup seluruh web porno yang sudah dikunjunginya dalam waktu satu jam lebih ini dan berniat segera angkat kaki dari warnet ini.
Ketika seluruh windows web-web porno itu sudah tertutup sampai tinggal penampilan dekstop yang tampakdi layar monitor, mata Sinta melihat suatu icon yang berjudul Koleksi Movie di layar monitor.
Tiba-datang timbul keinginan Sinta untuk mengkliknya sehingga beliau menangguhkan untuk segera keluar dari meja warnet. Setelah beliau mengklik dua kali icon tersebut, terpampanglah puluhan folder judul film yang tengah menjadi meja office di layar monitor.
Namun mata gadis bermuka bagus ini melihat salah satu folder berjudul Surga yang membuat dahinya berkerenyit heran. Dengan diliputi rasa heran, Sinta mengklik folder berjudul Surga itu yang sekejap kemudian terpampang 2 file film berukuran besar yang menjadikannya semakin penasaran.
Niatnya untuk keluar dari meja warnet tertunda ketika rasa ingin tau itu mendorongnya mengklik file film berjudul Surga yang berskala lumayan besar.“Ahh!
Sinta terpekik kaget dikala file film itu terbuka ternyata merupakan file film porno. Tubuh Sinta seketika menjadi gemetar dan dadanya berdegup kencang.
Setelah satu jam yang kemudian dia browsing menjelajahi web-web porno yang menampilkan gambar-gambar porno yang tak bergerak, ternyata sekarang beliau memperoleh film yang menyuguhkan gambar porno yang bergerak.
Kembali Sinta terombang-ambing antara cita-cita melihat dan rasa bersalah, akan namun nafsu nafsu ternyata masih menguasainya membuat Sinta kembali duduk dalam meja warnet mirip semula. Matanya berbinar lebar melihat film yang sebelumnya tidak pernah terbayangkan akan dilihatnya.
Film yang agaknya berasal dari Jepang itu diawali dengan adegan suatu keluarga muda dengan dua orang anak yang masih kecil tetapi adegan itu cuman sebentar dan dongeng itu dimulai ketika adik kandung sang suami yang berparas tampan ikut menumpang di rumah mereka.
Sinta semakin tenggelam mengikuti jalan cerita film tersebut yang kemudian sang istri dalam film tersebut kesengsem dengan adik suaminya yang masih belia itu.
Sang istri dalam film tersebut digambarkan sebagai ibu rumah tangga yang selalu berkimono tertutup, kesannya terjadilah perselingkuhan antara adik sang suami dengan sang istri.
Nafsu Sinta makin menguat dikala adegan percintaan pasangan selingkuh ini dieksplo dengan rincian. gadis yang tengah dilanda nafsu ini hanya terengah-engah melihat adegan-adegan persetubuhan yang dimulai cuma 5 menit setelah film dimulai.
Puluhan menit berikutnya boleh dibilang film itu dipenuhi adegan-adegan persetubuhan pria dan wanita degan rincian dan close up, membuat Sinta yang menonton film tersebut cuma terengah-engah dalam nafsu yang kian menggelegak.
Dia kembali tenggelam dalam libidonya di depan monitor yang menayangkan film porno. Kali ini Sinta tidak cuma sekedar meremas buah dadanya sendiri , beliau menurunkan celananya sampai lutut sehingga terlihat sepasang pahanya yang bundar padat dan mulus.
Tak sekedar itu, tetapi ia juga menelusupkan tangannya ke balik celana dalam krem yang dipakainya lantas dengan bernafsu jemari tangan Sinta menggosok pecahan kemaluannya yang kemerahan. gadis berwajah menawan ini ternyata mempunyai kemaluan yang indah
Membukit putih mulus tanpa sehelai rambut kemaluan yang menghiasinya karen bersungguh-sungguh dibersihkan. Bibir kemaluan Sinta yang kemerahan kian terlihat memerah ketika tangannya menggosok-gosokkannya penuh nafsu nafsu.
Di ketika tangan kiri Sinta mngggosok-gosok belahan kemaluannya, tangan kanannya segera menyusup ke balik BH berskala 34B yang dipakainya. Sinta memiliki sepasang payudara molek membukit indah yang sekarang terasa semakin mengeras.
Nafsunya sudah demikian menggelegak saat tangannya meremas-remas payudaranya sendiri sambil memmelintir putting susunya.
Entah darimana Sinta belajar bermasturbasi padahal sebelumnya tidak pernah satu detikpun dia melaksanakan tindakan masturbasi sebagaimana teman temannya yang lain. Mata Sinta melotot adegan-adegan mesum yang terpampang di layar monitor sementara kedua tangannya merangsang kemaluan dan payudaranya sendiri.
Puluhan menit berlalu ketika datang-datang HP Sinta berbunyi nyraing membuat Sinta yang tengah asyik dalam nafsunya terlonjak terkejut , kali ini nada HPnya yakni nada panggil bukan nada SMS. Ketika melihat nama Wulan yang terpampang di layar HP, Sinta segera menghentikan meremas payudaranya kemudian dengan wajah yang kesal dia mengangkat telepon.
“Ada apa dik?.. tanya Sinta dengan sedikit kesal.
“Maaf Sinta ¦gimana sms saya tadi¦apa nia perlu dikeluarkan juga dari daerah kost kita sebagaimana beberapa orang sebelumnya ? tanya
Sinta terdiam. Nia ialah penghuni kost yang dimaksud dalam sms dari Wulan selaku gadis yang mengkoleksi gambar dan dongeng porno juga kondom di kawasan kost mereka
“Tunggu dulu¦agar saya tiba dahulu¦nianya kemana?
“Sudah pergi ..mungkin malu ia..namun barang-barangnya masih di kamarnya dan barang-barang porno itu sudah aku amankan
Sinta kembali termenung.
“Ya nanti kita bicarakan.. tunggu saya datang aja
Ketika kembali pandangan Sinta ke layar monitor, film tersebut telah mendekati akhir, bermakna satu jam lebih gadis manis ini karam dalam nafsu saat menonton film tersebut.
Telepon tadi ternyata bisa menghidupkan kembali kesadarannya akan tindakan yang sedang dilakukannya. Dengan gontai Sinta membereskan pakaiannya yang berserakan dan membuatnya setengah telanjang. Untunglah meja warnet itu tertutup rapat tak seoarangpun menyaksikan keadaan Sinta dengan aurat yang tersingkap lebar.
Cerita Seks Dewasa: Ngentot Depan Komputer
Sinta keluar dari meja warnet nomor 5 sesudah nyaris 4 jam ia berada di dalamnya. blouse yang dipakainya terlihat kusut masai di bab dada. Sinta berlangsung gontai dengan asumsi yang kalut berniat menuju kasir warnet, namun dia mencicipi celana dalam yang dipakainya terasa basah membuatnya risih.
Sinta menghentikan langkahnya ke meja kasir,dan berbelok ke toilet warnet. Dalam toilet yang cukup higienis itu, Sinta melepas celana dalam krem yang dipakainya . Sinta mengamati celana dalam yang terasa basah oleh lendir cukup banyak.
Sekian jam Sinta karam dalam nafsu membuatnya berulangkali menyemprotkan cairan kenikmatan yang membuat celana dalamnya berair. Sinta secepatnya membungkus celana dalam yang semula membungkus bagian vitalnya dengan tissu lalu disimpannya dalam tas miliknya.
Sebelum keluar toilet, Sinta sempat mencuci kemaluannya yang tampakputih kemerah-merahan tanpa sehelai rambutpun yang terbiarkan berkembang. Bukit bahenol kemaluan Sinta yang mulus dengan bibir kemaluan yang merekah merah itu dicucinya berulangkali sebelum dilap dengan tisuue. IA merasa yakin tak seorangpun mengenali dirinya ketika ini tidak memakai celana dalam saat ini.
Sinta membuka pintu toilet lantas dengan sedikit canggung, gadis bagus ini berlangsung menuju ke kasir warnet yang masih dijaga oleh pemuda tampan.
Cowok itu memandang Sinta dengan persepsi penuh arti sembari tersenyum.
“Sudah dik?tanyanya sembari tetap memandang keayuan gadis dihadapannya.
“Ya jawab Sinta pendek sambil menyodorkan lembaran duit cuilan 20 ribu. Sinta menyadari pandangan pemuda tampan yang seakan ingin menelanjanginya sehingga membuatnya tidak menyukai persepsi pemuda ganteng tersebut.
“Dik jadi member aja¦koleksi film kita nambah terus lho. Makin asyik lho ujar perjaka itu sambil mengkalkulasikan duit kembalian.
Sinta terperanjat terkejut mendengarnya, wajah ayu gadis berkulit putih ini saat itu juga menjadi merah padam. Sinta tidak menyangka kalau operator warnet bisa mengenali ia melihat film porno dalam meja warnet.
“Mmm¦makasih aja ujar Sinta tergagap lantas datang-datang saja dia setengah berlari menuju pintu keluar warnet. Wajahnya yang merah padam tertunduk dalam-dalam menahan rasa malu yang dirasakannya.
“Kembaliannya dik!!..teriak perjaka operator warnet ini tetapi Sinta tidak lagi mendengarnya. Begitu keluar dari warnet Sinta juga tidak menunggu bus kota seperti umumnya namun tangannya secepatnya melambai menghentikan Ojek yg kebetulan lewat!begitulah kisah Gadis yang mendukung UU APP namun ternyata Horny di Warnet!hihihi...gres tau beliau kenikmatan dunia

0 Response to "Dongeng Seks Ngentot Depan Meja Komputer"