728 x 90

Native bar

Cerita Sex Asusila Dengan Bidan

 Cerita Sex Mesum Dengan Bidan - Namanya widiastuti, saya memanggilnya bu widi atau bu bidan alasannya dia yaitu bidan desa tempatku sekarang tinggal, umur 35 th dan telah 8 th menikah namun belum dikaruniani anak. mulanya kenal dengannya kurang lebih 4 th yang lalu yang sebelumnya lebih dahulu kenal dengan suaminya yang bernama yanto yang serupa sama berprofesi pemasok onderdil mobil.


  aku memanggilnya bu widi atau bu bidan karena dia adalah bidan desa tempatku sekarang tin Cerita Sex Mesum Dengan Bidan
Cerita Sex Mesum Dengan Bidan

singkat kisah pada tahun pertama pernikahanku, istriku melahirkan seorang bayi laki laki dan persalinannya dibantu bu bidan widi.semua berjalan biasa saja hingga saat itu jam 11 malem 2 jam setelah proses persalinan normal istriku aku disuruh mengambil obat obatan buat anak dan istriku dirumah bu widi.tanpa banyak pikir akupun bergegas kerumah bu widi yang berjarak 50m.lampu ruang tamu n kawasan prakteknya masih menyala, agak ragu ragu karena takut mengganggu,lalu….
Ting toooongggg

Pintu daerah praktek bu widi tak usang terbuka
“eh mas fahmi,masuk mas”sambut bu widi
“iya bu”balesku
“duduk dulu mas,tak ngracik obat dulu”sambung bu widi
“ya bu”saya hanya ber-iya iya aja
“enak ya mas udah punya istri anggun sekarang sudah ada dede juga,perjaka lagi”bu widi mulai buka dialog sambil ngracik obat
“alhamdulillah bu,dikasih amanah sama sang kholiq”jawabku
“aku juga pengin banget sebenernya”katanya
“ya tinggal bilang aja sama mas yanto donk bu”lanjutku
“emang mas yanto kemana bu koq gak keliatan”aku coba ganti topik dialog
“tadi sih telpon katanya mo ngecek barang yang gres tiba,jadi pulangnya telat”jawab bu widi
“lo bukannya mas juga ngeceknya sama kaya mas yanto?”sambungnya
“iya sih kemarin udah setuju mo bareng ke tokonya namun aku tadi pagi dah nyuruh toni buat ngecek coz aku bakal ndampingi istri mo melahirkan”jawabku
“duh bertanggung jawab banget kayaknya mas fahmi ini”lanjutnya sambil tersenyum kepadaku
“hehe…gitu deh bu”

Tak usang obat pun selesai diracik
“ini mas obatnya,hukum pakainya ada di bungkusnya ya mas”kata bu widi
“iya bu makasih,permisi sekalian bu”kataku
“iya mas………mas yanto kayaknya gak bisa ngasih anak deh”deg jatungku serasa berhenti
Kenapa bu widi bilang begitu ya?pikirku

“ah jangan bilang gitu bu,belum diamanahi mungkin”
“emang iya koq mas,ya nasibku mungkin,andai saja mas yanto kaya mas fahmi pasti lezat deh”senyumnya genit

“ya usaha n tawakal aja bu….eh yummy apa tujuannya neh bu”tanyaku
“ya enak…lezat jadi istrinya pasti dikelonin terus”
“sama istri sendiri ini kan gak apa apa toh bu”
“iya sih namun aku jadi ngiri deh”sahut bu widi
Sejenak aku mikir badung

“ngiri minta dikelonin juga?”candaku setengah mancing
“boleh kalo mas fahmi ada waktu”jawabnya seraya tersenyum
“ah udah ah malah ngelantur,aku permisi bu udah malem”
“ok mas,ati ati”jawabnya
akupun segera beranjak takut ada setan melalui….hehe

Setelah kejadian itu entah kenapa bu widi senantiasa datang kerumah dengan berbagai macem alesan medis dan bahkan sering ngasih sesuatu ke anakku yang masih bayi dan selama itu sikapnya ke aku terbilang biasa aja sampai waktu itu hari senin jam 09.00 pagi hari,aku yang kebetulan malamnya habis cek dropan barang sengaja gak ke toko karena kebetulan babysitterku lagi ada hajatan dirumahnya dan anakku telah berusia 4bulan, jadi telah agak mudah dimomong

“lagi apa mas”sms masuk dihapeku
“ini siapa ya?”balesku
“widi mas…gimana kabar?”
“eh bu widi…baik bu,ini lagi momong anak”balesku
“loh ibunya kemana?”balesnya
“kerja bu,udah aktif lagi.eh tau nomorku dari mana?”
“dari hape mas yanto”

Aku tidak membales sms terakhirnya alasannya adalah harus nimang anak di ayunan coz udah terlelap.
Sudah 4bulan lamanya semenjak dialog dimalam itu

“aku mau ngecek kesehatan nabil mas,boleh?”smsnya lagi
“boleh,bukannya kemarin udah ya bu?”
“ada yang kelupaan mas”
lalu
tok tok took

Assalamu’alaikum…..
Wa’alaikum salam…..
Aku bergegas ke arah pintu dan membukanya
“eh bu widi,mari masuk”kataku
Tak usang anakku pun di perikasanya
“susunya pake ASI apa formula mas?”tanyanya
“sekarang formula bu, ASI hanya bertahan 2 bulan habis itu gak mau lagi”jawabku

“gak mau apa gak boleh sama bapaknya?”candanya
“hehe mampu aja bu widi ini emang anakknya gak mau bu mungkin ASInya gak lancar”
“owh…gitu ya”
“gimana yang katanya mau ngelonin saya”ucap bu widi datang datang
“eh eeeeehh…mmmmmm waktu itu hanya becanda bu,dari pada gundah mau ngobrol apa”sahutku sambil cengar cengir
“loh padahal saya ngarepnya beneran loh”kali ini tatapannya serius
Aku pun melongo galau mau mgomong apa
“tapi mana mungkin juga mas fahmi ini mau sama saya yang udah renta”
“kalo dikasih sih ya mau mau aja toh bu”aku menimpalinya dan pikirku selisih umurku hanya 6tahun dibawahnya.

Bu widi menoleh ke aku yang sedang duduk di sofa kasur diruang keluarga, lalu menaruh anakku yang tadi digendongnya di ayunan, beliau menghampiriku lalu mendekatkan parasnya ke wajahku, beliau melumat bibirku dan memainkan lidahnya dirongga mulutku, Aku tersentak kaget dan tak berapa lama akupun balas pagutannya dengan gigitan kecil mesra, bu widi melepaskan ciumannya dan berkata

“saya pengin ngrasain spermamu mas”

Aku lanjutkan mencium bibirnya dan begitu lama kami berciuman, tangankupun mulai aktip bergerilya di sekeliling dadanya dan memainkan gundukan gunung kembarnya yang masih tertutup blazer n dalemannya…

Wah gede banget, pikirku. kuhentikan ciumanku ku buka blazer n kusingkap tanktopnya, ternyata gak pake BH, eksklusif ku remes gunung kembar itu dan kupilin puting susunya sementara bibirku dan bibir bu widi masih saling berpagutan

“aaaaahhhhh…massssssshhh” Bu widi mendesah dikala saya mulai menjilati dan mengenyot susunya yang kiri sedang susu kanannya kuremas dan kupilin puting pinknya. bu widipun tak tinggal diam, tangannya menggrayangi celana pendekku, mengusap ngusap kontolku yang telah berontak tegang di celana pendekku yang tak berCD, sambil mendesah coz teteknya ku mainin, bu widi menyusupkan tangannya kedalam celana pendekku yang berkolor mencari pusaka tersembunyi. bu widi mendorong ku agar tiduran sementara lisan dan tanganku masih asik maenan susu gede bu widi.

Bu widi memutar badannya hingga posisinya diatasku dan susunya dibiarkan menggelantung dikenyot saya. bu widi memlorotin kolorku dan terpampanglah pusakaku, aku hanya memakai singlet aja setelahnya. Bu widi mencabut susunya dari seponganku dan merangkak menuju kontolku, mengelusnya dan mengocoknya sebentar lalu dikulumnya kontolku hingga membuatku merinding, sementara saya pun menyibak roknya dan terkaget bu widi gak pake CD, Langsung saja ku jilat memeknya yang udah basah, ku jilat memeknya dan ku gigit ringan itilnya namun jeritannya tak terdengar keras coz mulutnya dipenuhi batang kontolku dan kami pun ber69 cukup usang hingga

“aaaaaaaaahhhhhhhhh
sssssshhhhhh..massssssshhh”

memeknya ditekankan ke wajahku sambil badannya bergetar jago dan keluarlah cairan khas perempuan orgasme. bu widi bangkit melucuti pakaian dan roknya yang masih melekat dibadannya sedang aku masih terlentang di sofa dengan kontol yang berdiri tegak, bu widi menaikiku dan posisi kami behadapan, dipegangnya kontolku diarahkan ke memeknya dan bleeeessssss…

ambles semua kontolku ke dalam memeknya yang berair, didiamkanya sebentar dan bu widipun mulai menggoyangkan pantatnya maju mundur perlahan lahan memompa kontolku didalam memeknya dan usang kelamaan goyangan maju mundurnya mulai dipercepat dan makin cepat dan akupun mengimbanginya ikut bergoyang mengikuti irama goyangan pantat bu widi, kedua tangannya mengamit tanganku dan meremaskan di teteknya, bu widipun mengeluh menengadahkan kepalanya dan mencengkeram kuat tanganku yang sedang meremas kedua teteknya

“uuuuuuuuhhhhhhgggggg masssshhh………”

bu widi ambruk didadaku, beliau tersenyum dan, mencium lembut bibir sementara saya menggoyang goyangkan kontolku yang masih terbenam di memeknya yang sudah orgasme dua kali, bu widi bangun lagi jongkok diatasku dengan memeknya masih tertusuk kontolku yang masih tegar, ia naik turun diatasku sambil merem melek menikmati surga dunia, sementara teteknya juga ikut naik turun akhir gerak naik turun memompa kontolku, kali ini aku membisu saja menikmati panorama itu. Sekali kali dimentokin kontolku hingga menyentuh rahimnya sambil dia goyangin pantatnya ke kanan kekiri dan tak usang

“ouuuuchhhh masssssshhh…”

Kontolku lembap oleh cairan memeknya yang orgasme yang ketiga kalinya. Bu widi ambruk di dadaku lagi dengan kontolku masih menancap tegang di memeknya

“mas ayo digoyang lagi”

Aku tak menyahutnya coz Aku pribadi menaik turunkan pantatku, kontolkupun naik turun di memeknya, datang datang bu widi bangkit dan nungging sambil berpegangan sandaran sofa kasur, Akupun paham eksklusif mengarahkan kontolku ke memeknya dari belakang, saya genjot kencang tak pedulikan erangan dan racauan bu widi, ku remas kupukul pukul pantatnya
Dan tak lama…

“bu..saya mau keluaaaaaaarhhhhhhh”
“didalam ajaaaahhhh…akk…uuuhhh jugaaaaaah mau keluaaaar ohhhhhh”

Crot crot croooooooooottttt
spermaku muncrat didalam memek bu widi, Kontolku ku biarkan dimemeknya,ku peluk bu widi dari belakang, kucium tengkuknya sambil kuremas gemas kedua teteknya

“emang gak apa apa bu?”
“gak apa apa mas,hening aja,aku numpang ke kamar mandi dahulu ya mas”

Ku cabut kontolku, kupandangi goyangan pantatnya dikala telanjang menuju kamar mandi buat higienis higienis, tak usang bu widi kembali dari higienis bersihnya, kupandangi teteknya yang menggelayut besar didadanya dan kubiarkan Bu widi merapihkan penampilannya lagi, sementara aku cuma pake tisu lembap anakku untuk bersihin kontolku dan kupakai lagi kolorku

“makasih ya mas, saya pulang dulu ya”
Bilangnya sambil mengecup
Bibirku dan kemudian berlalu dari hadapanku.

Hampir sepekan ga ada kabar,pada hari minggu istriku ditelpon bu widi katanya hari ini jadwalnya imunisasi tahap 5. istriku tak seperti biasa, hari itu mengajakku untuk mengimunisasi anakku dirumah bu widi dan aku pun menggendong anakku, sehabis diimunisasi pas mau pulang istriku kebelet pipis dan memohon ijin buat pipis di wc daerah praktek bu widi. Kesempatan itu bu widi bilang ke saya kalo ia udah terlambat mens, aku terkejut namun bu widi malah tersenyum bangga.

sesampainya dirumah saya berupaya menetralisir asumsi bu widi yang terlambat mens setelah berafiliasi denganku, nyaris tak mampu menetralisir pikiran andai istriku tidak mengajak bersetubuh.

hari itu hari senin jam 4 sore aku pulang ke tempat tinggal dan seperti biasa aku melalui jalan pintas beraspal yang melintas melingkari rumah bu widi dari belakang hingga kedepan halaman rumahnya coz rumah bu widi terletak di pojok jalan komplek tempatku tinggal. ku lihat bu widi sedang membuang sampah dibelakang rumah dan melihatku melintas, dipanggilnya saya

“udah pulang mas???koq pake motor???”sapanya
“iya bu, lagi pengin motor aja supaya hemat”jawabku sambil tersenyum.
“mampir sini mas, mas yanto lembur lagi cek dropan barang”
“ga lezat bu takut dilihat orang nanti mampu celaka”
“masukin aja motornya lewat dapurku mas, ayolah mas, mau ya????”pintanya sambil tersenyum genit
“setuju deh bu”sahutku segera memasukkan motorku lewat dapur bu widi yang tembus ke garasi mobilnya.

bu widi berbagi es sirup kesukaanku dan saat menyuguhkan es sirup, teteknya terpampang terperinci di wajahku coz ia menggunakan kaos berkerah rendah, pribadi ku tarik tangannya hingga bu widi tersungkur ke arahku, kucium bibirnya dengan ganas, kukulum lidahnya dan kumainkan lidahku di rongga mulutnya, bu widi membalas pagutanku. begitu usang kami berciuman, bu widi melepaskan ciumannya
“diminum dulu mas kan cape n haus”

akupun meminum es sirup dan kulihat bu widi membuka kaosnya dan terlihat terang teteknya yang gede tanpa tersanggah BH, es sirup rasa susu cap nona neh batinku. kuletakkan gelas es sirup yang telah habis ku minum pribadi ku soso tetek gede yang ngganggur dihadapanku, ku kenyot kencang hingga bu widi melenguh, kuremas dan kupilin putingnya yang sudah mengeras sementara itu bu widi juga sibuk melepas leggingnya dan…shiiiiiiit, beliau gak pake cd…anjriiiiit.

ku hentikan kenyotanku, kududukkan bu widi dan reflek kakinya eksklusif mengkangkang, kujilat memek n itilnya, tersebak amis khas organ memeknya, kumasukkan lidahku ke dalam memeknya sambil tanganku meremas kedua teteknya tanpa sadar bu widi mendesah menikmati lubang memeknya ku jilati, bu widi menekan kepalaku ke memeknya sampai membuatku sulit bernafas namun kutahan coz aku terus menjilati memeknya dan kuremas serta kupilin puting teteknya biar bu widi makin dekat dengan kenikmatan orgasmenya
“aaaaaaaaaccchhhhhhhh…”

tubuhnya menggelinjang kuat ketika cairan wanitanya keluar membasahi memeknya, aku segera berdiri dan melepas celana jeansku beserta cd dan jaket yang kupakai, kubiarkan kaos tetap melekat ditubuhku,ku arahkan kontolku ke memek bu widi yang masih terlentang di sofa ruang keluarganya, kali ini dengan hati hati coz bu widi mungkin sedang mengandung janin hasil hubunganku dengannya.

perlahan namun niscaya kontolku masuk keliang memeknya, saya mulai memaju mundurkan pantatku dan lama usang mulai kupercepat dan terdengan suara keciprak gerakan kontolku yang menusuk nusuk memek yang telah sangat lembap, nampak bu widi juga ikut menggerak gerakan pantatnya mengimbangi gerakanku. ku remas kedua teteknya yang terombang ambing akibat gerakan pompa kontolku dimemeknya, tangan bu widi mencengkeram pantatku seraya membatuku memaju mundurkan kontolku. bu widi mengejang, pahanya mengapit pingganggku kencang, dia melenguh kencang dan kontolkupun terasa tersembur cairan hangat memek bu widi orgasme.

bu widi lunglai namun aku melanjutkan mengobel memeknya dengan kontolku, kupercepat gerakanku dan tak usang kontolku hendak mengeluarkan lahar panas, ditekannya pantatku dalam dalam dan kurasakan kontolku mentok dirahimnya dan crooot croooot crooottt..spermaku meluncur deras di dalam memeknya. masih kubiarkan kontolku didalam memek bu widi, kucium bibir bu widi, kubelai mesra rambutnya. disingkapnya kaosku, dicupangnya bekas cupangan istriku di dadaku.

“buat oleh oleh mas”candanya genit
saya tersenyum sambil mencubit puting teteknya, ku cabut kontolku, tiba datang dipegangnya kontolku, dijilatnya dan dikulumnya kontolku hingga higienis, ngilu rasanya
“supaya gak usah ke kamar mandi mas”timpal bu widi
“gak jijik sih bu?”tanyaku tersenyum
“enggaklah mas”jawabnya sambil makein cd ku, sebelum kontolku dimasukkan ke cd, diciumnya kontolku
“makasih ya sayaaang”ucapnya sambil mengusap lembut kontolku lalu dimasukkannya ke cd.

kupake jeans n jaketku sedang bu widi ke kamar mandi kemudian mengambil bh n cd, memakainya kemudian kaos n legging baru digunakan. saya pamit pulang, mengambil motor dan keluar lewat garasi mobil.
hari hari berikutnya tiap suaminya gak ada dirumah n tiap ada kesempatan senantiasa melaksanakan hubungan sex. hal ini tanpa dicurigai suaminya sebab bu widi juga selalu melayani suaminya meski katanya kurang puas, pun istriku alasannya aku senantiasa rutin tanpa meminimalisir rasa dalam relasi sexku de ngan istri.

sedang pembantu bu widi datang kerumah bu widi hanya buat masak pagi siang malam n higienis bersih dipagi hari, selebihnya pulang kerumah yang masih dalam kompleks.

0 Response to "Cerita Sex Asusila Dengan Bidan"

sosial bar