728 x 90

Native bar

Cerita Sex Abg Bandung Sama Om

 Pesonaceritaku.com - Cerita Sex ABG Bandung Sama Om - Suatu waktu, pas aku lagi kluar kota, malemnya gak ada aktivitas. Kbetulan hotel tempat aku nginep erat ma kampus universitas populer di kota itu. Malemnya, alasannya adalah gak ada acara, saya iseng menuju ke warnet yang terletak dekat hotel, persis disebrang universitas tersebut. Biasanya kalo malem gini, psti banyak mahaiswa dan mahaiswi yang lagi di warnet. Cuma dikala aku ke warnet dah cukup larut, dah ampir jam 10 malem. Kata bellboy hotel, warnet tu buka 24 jam.


Cerita Sex ABG Bandung Sama Om

Sampe disana, warnet dah sepi, tetapi aku lihat dipojokan masih ada prempuan abg lagi didepan komputer. aku minta petugas warnet komputer disebelah tu abg, dibolehin ma yang jaga. Aku duduk disebelahnya, saya senyum dikala dia noleh ke aku. Manis juga ni anak, beliau pake jins dan blus tengan panjang. Karena blusnya ketat, tercetaklah sepasang toket yang lumayan besar. Dia juga senyum. "Sendirian aja nih", sapaku. "Berdua ma om kan". Aku senyum, brani juga ni anak. "Tumben si kesini om". "Aku dari luar kota, malem gini gak ada kerjaan, ya aku mampir ja ke warnet, kan mampu browsing".

 "Om suka browsing apaan". "Yang seru2". "apaan tu om". "Ya udah kau logout ja, kita browsing bareng, pake 1 komputer ja, nanti aq cari situs2nya". Dia mematikan sambungan internetnya, dan duduk disebelahku. Karena tempatnya sepit, jadi agak berdesakan. "Kamu namanya siapa? saya edo". "ayu om". "Kamu skola disini juga ya". "Iya om". "Dah semester brapa". "Baru masuk". "Wah masi abg banget ya". "La iyalah om, kan baru lulus smu, skarang kuliah disini". Aku membuka satu situs dewasa, "Kamu mo liat gambar atau video?" "Video lah om, kan lebi life". "Cuman donlodnya suka lama". "Ya gak apa, nunggunya kan bisa ngobrol". "Mangnya gak dicariin".

"Dicariin sapa om, saya kos kok". Aku membuka situs dan mengklik movie, aku milih satu thread dan mulai donlod. Karena kebetulan warnet dah tinggal kita ber2, ditambah petugasnya, donlodnya jadi lumayan cepet. Abg lagi maen ma om2, "Gede banget ya om kon tolnya", kata ayu tanpa tedeng aling2. "Pernah gini Yu". "Om mo tau aja". "Kayanya pernah ya Yu". Ayu membisu saja, matanya memandang layar monitor. Aku tidak menya2kan kesempatan ini, kuelus pahanya. "Om, geli ah", ayu menggeliat tapi tetep saja menatap layar monitor. Pahanya terus saja kuelus2, tangan kuselipkan diantara ke 2 pahanya, tanpa sadar Ayu membuka pahanya. Aku menggosok pahanya makin keatas kearah slangkangannya.

 Karena tempatnya sempit, Ayu gak mampu mengangkangkan pahanya lebar2. Tanganku pindah target, kuelus toketnya yang membusung. Ayu kaget karena saya meremas perlahan toketnya, "Om..." dia melenguh tetapi tetep saja matanya memandang layar komputer. "Wah abis om, cari yan lan lagi dong om, yang seru kaya gini". Aku mengklik film brikutnya. Sembari nunggu donlod, aku meremes toketnya lagi. "Toket kau besar dan kencang Yu, sering diremes2 ya". "Om iseng ih". "Tapi kau suka kan", jawabku sembari terus meremes toketnya. Ayu membiarkan ulahku, kebetulan donlod dah slesai,

Ayu kembali memandang tayangan di monitor tv, saya semakin gencar merems2 toketnya. "Yu, aku ngaceng nih", bisikku sembari mencium pipinya. "ke hotelku yuk". "Tanggung om, ampe filmnya abis ya". Wah asik juga nih, ajakanku ia iyakan. Aku terus saja meremas2 toketnya, Ayu mulai terangsang sebab ulahku, lagian pengaruh film bokep mulai merasuk pada dirinya. Akhirnya filmnya slesai juga. "Makara Yu, ikut saya ke hotel".
 "Yuk om, saya juga pengen neh". Aku menuntaskan bayaran 2 komputer yang Ayu dan saya pake, saya menggandengnya kluar warnet dan berlangsung menuju ke hotel. Gak jauh si jaraknya dari warnet. Ketika lewat resto yang masi buka, "Kamu laper gak Yu, kalo laper cari makan dulu yuk". Ayu mengiyakan ajakanku, mampirlah kita diresto itu, dah sepi, kami pesan masakan dan minuman. Karena sepi, pesanan cepet dihidangkannya. Sembari makan Ayu crita lebi banyak tentang dirinya. Rupanya beliau sering ngen tot ma cowoknya, mahasiwa abang kelasnya.

Ya dikosnya bebas, jadi mudah aja cowoknya nginep dan ngen totin Ayu. "Kamu kok mau saya ajak ke hotel Yu". "Kata temenku, ngen tot ma om2 lebi lezat dario ma pemuda ndiri. Makanya aku penasaran, pengen nobain ngen tot ma om. Bener ya om bisa bikin saya lezat". "Ntar kau rasain ndiri ja". Kami makan santai saja sembari ngobrol, becanda. Makin dilihat Ayu kian bikin napsu aku. kalo beliau tertawa, toket montoknya ikut berguncang2, padahal kliatan beliau pake bra. "Toket kamu besar ya Yu, kalo kamu ketawa sampe ikutan bergerak. Keseringan diremes ya". "Iya om, hobi banget cowokku ngeremes dan ngemut pentil saya". "Kamu gak ada jadwal ngen tot ma pemuda kamu malem ini". "beliau lagi kluar kota om, kebetulan ktemu ma om, saya suka ngeliat om, tampan, atletislagi badannya, mudahan ja kon tol om perkasa". Selesai makan, aku membayar billnya, trus kita menuju ke hotelku.

Di kamar, Ayu kurangkul. Sebuah ciuman mendarat dipipinya. Aku menggandengnya dan duduk di sofa empuk yang ada di kamar. Kamar hotelnya cukup besar, berisi satu kawasan tidur besar dan seperangkat sofa, selain meja rias. Aku mengambil minuman kaleng dari minibar, kubuka dan kuberikan kepadanya. "Ayo minum, kalem saja, mau

mandi dulu enggak, kan tadi panas diluar", kataku sambil menepuk2 pahanya. Sambil tersenyum-senyum saya berlalu ke kamar mandi. Gak usang lalu, saya keluar dari kamar mandi hanya dengan bersarungkan handuk dipinggang. "Gantian deh mandi supaya segar". Di kamar mandi, di bawah shower, Ayu mengelus2 toketnya dengan busa sabun, demikian pula dengan jembut dan me meknya, sehingga napsunya menjadi ber kobar2. Selesai mandi Ayu kluar cuma pake daleman yang seksi, bra dan CD mini yang tipis model bikini, sehingga bra cuma ditalikan di belakang leher dan punggungnya, sedang CD mininya ditalikan di kiri dan kanannya. Karena branya tipis, otomatis pentilnya yang telah mengeras mencoloksekali, demikian juga jembutnya yang lebat sangat berbayang dengan CD tipis itu. Karena bentuknya yang mini, jembutnya menyembul di bab atas, kiri dan kanan CDnya. saya yang sedang duduk di sofa membelalakkan mata dikala melihat dia keluar dari kamar mandi hanya berbalut bikini tipis dan seksi itu. "Lama sekali sih mandinya, niscaya deh ngelus2 diri sendiri, ya. Kamu elok sekali Yu, seksi sekali" katanya. Dia duduk disebelahnya dan menjawab "Habis om sih mandinya gak ngajak2, sehingga terpaksa Ayu ngelus2 sendiri. Om suka kan ngeliat Ayu pakai bikini seperti ini". "Suka banget, kau napsuin deh Yu". "Udah ngaceng dong om". Ayu yakin melihat panorama yang menggairahkan ini pasti mengungkit nafsuku. kon tolku tampakmulai bergerak-gerak dibalik handuk yang disarungkan dipinggangku."Ayu tahu, niscaya om suka, tak usah cemas, kan malem ini sepenuhnya milik kita."

Aku kemudian mencium pipinya. Dalam hitungan detik verbal kami sudah lekat berpagutan. Ayu kurengkuh dengan ketat kedalam pelukanku. Tanganku mulai bergerilya me remas2 toketnya. Pentilnya yang sudah mengeras kupelintir2 dari balik bra tipisnya, Ini menciptakan rangsangan yang lebih andal lagi buat Ayu. Ayu menggeliat-geliat sambil mulutnya terus menyambut permainan bibir dan lidahku . Lidahnya menerobos mulutku dan bergulat dengan lidahku. Tangannya pun aktif menerobos handuk yang kukenakan dan me remas2 kon tolku yang telah mulai ngaceng itu. "Om gede banget kon tolku, niscaya om besar lengan berkuasa deh ngen totnya. Kita all nite long ya om". Membalas gerakannya itu, tangan kananku mulai merayapi pahanya yang mulus. Aku menikmati kehalusan kulitnya itu. Semakin mendekati pangkal pahanya,

 Ayu membuka pahanya lebih lebar, biar tanganku lebih leluasa bergerak. Peralahan-lahan tanganku menyentuh gundukan me meknya yang masih tertutup CD bikini tipis. Jariku menelikung ke balik CDnya dan menyentuh bibir me meknya dan menggosok2 it ilnya. Ayu mengaduh tetapi secepatnya kubungkam oleh permainan lidahku. Badannya mulai menggeletar menahan nafsu yang semakin meningkat. Tangannya terus menggenggam kon tolku yang besar dan panjang itu. "Om, besar banget sih kon tolku, dipakaiin obat apa sih sampai besar begini", katanya sambil mengocok lembut kon tolku.

"Kamu sukakan sama kon tolku", bukan menjawab dia malah balik mengajukan pertanyaan. "Suka banget om, jika sudah masuk semua rasanya me mek Ayu sesak deh kemasukan kon tol om, terlebih jikalau udah om enjot, ukiran kon tol om ke me mek Ayu terasa banget. Ayu udah gak sabar nih om, udah pengen ngerasain kon tol om nggesek me mek Ayu". jawabnya sarat napsu. Kocokan lembut jari-jarinya itu membuat kon tolku makin ngaceng mengeras. Aku mengerang-ngerang nikmat. Aku mulai menjilati dagu dan lehernya dan sejalan dengan itu bibir mungilnya itu menyentuh pentilku. Lidahnya bergerak lincah menjilatinya. Aku mencicipi kenikmatan yang luar biasa. Tangannya semakin cepat mengocok kon tolku yang makin berdenyut-denyut ngaceng. "Ayo ke ranjang", bisikku, "Kita selesaikan permainan kita." Ayu bangun bangun, saya memeluknya. Kuangkat tubuhnya dan lidahku yang terus menerabas lehernya menciptakan nafasnya terengah-engah lezat. Toketnya lembut melekat lekat di dadaku. Ayu kurebahkan di kawasan tidur yang lebar dan empuk, aku menarik pengikat bra dan CDnya. Ayu biarkan aku melaksanakan semuanya sambil ber desah2 menahan napsunya yang kian menggila.

Setelah tak ada selembar benangpun yang menempel di tubuhnya, aku mundur dan memandangi tubuhnya yang telentang bertelanjang bulat, higienis dan bau sabun karena habis mandi. Aku memandangi rambutnya yang kepirangan tergerai sampai kepundak, toketnya yang padat dengan pentil yang sudah mengeras, perutnya yang rata dengan lekukan pusernya, pahanya yang mulus dengan pinggul yang bundar digantungi oleh dua bongkah pantat yang bundar padat dan di sela paha itu terlihat gundukan hitam lebat jembutnya. "Ngapain om cuma dilihatin saja," protesnya. "Aku takjub akan keindahan tubuhmu Yu", jawabku. "Semuanya ini milik om malem ini", katanya sambil merentangkan tangannya. Aku mendekat dan duduk dipinggir tempat tidur. Ayu kupeluk dengan akrab. "Om, Ayu mau menjilati om, gantian ya", katanya. Aku berbaring, lalu mulutnya mulai menjelajahi seluruh dada termasuk pentilku dan perutku, terus menurun ke bawah mendekati pusar dan pangkal pahanya. Dengan lincah Ayu melepaskan belitan handuk dipinggangku. kon tolku yang telah tegang itu mencuat keluar dan bangun tegak. Dengan mulut ditangkapnya kepala kon tolku itu. Lidahnya dengan lincah memutar- mutar kon tolku dalam mulutnya. Aku mengerang-ngerang nikmat menahan semua sensasi itu.

Puas mempermainkan kon tolku Ayu merebahkan diri di sampingku. Aku mulai beraksi.Kusergap toket kanannya sembari tangan kananku meremas-remas toket kirinya. Bibirku mengulum pentil toketnyau yang mengeras itu. Toketnya juga mengeras diiringi deburan jantungnya. Puas toket kanan mulutku beralih ke toket kiri. Lalu perlahan namun pasti aku turun ke perutnya. Ayu menggelinjang-linjang menahan desakan birahi yang semakin menggila. Aku menjilati perutnya yang rata dan kujulurkan lidahku ke dalam pusarnya. "Auu.." Ayu mengerang, "Oh.. Oh.. Oh.." jeritnya semakin keras. Mulutku makin mendekati pangkal pahanya. Perlahan-lahan pahanya membuka dengan sendirinya, menampakkan memeknya yang sudah merekah dan lembap. Jembut yang hitam lebat melingkupi me mek yang kemerah-merahan itu. Aku mendekatkan mulutku ke me meknya dan dengan perlahan lidahku menyuruk ke dalam me meknya yang sudah lembap membanjir itu. Ayu menjerit dan spontan duduk sambil menekan kepalaku sehingga lidahku lebih dalam terbenam. Tubuhnya menggeliat-geliat mirip cacing kepanasan. Pantatnya menggeletar hebat sedang pahanya semakin lebar membuka. "Aaa.. Auu.. Ooo..", jeritnya keras. Aku terus mempermainkan it ilnya dengan pengecap. Ayu menghentakkan pantatnya ke atas dan memegang kepalaku bersahabat-akrab. Ayu melolong keras. Pada dikala itu kurasakan banjir cairan me meknya. Ayu sudah nyampe yang pertama.

Aku berhenti sejenak membiarkan Ayu mencicipinya. Sesudah itu mulailah saya menjelajahi kembali bagian tersensitif dari tubuhnya. Kembali erangannya terdengar tanda napsunya mulai menaik lagi. Tangannya menjulur mencari-cari batang kon tolku. kon tolku telah ngaceng sekeras beton. Ayu meremasnya. Aku menjerit kecil, alasannya nafsuku pun sudah diubun-ubun butuh solusi. Ayu kudorong sehingga rebah ke kasur empuk. Perlahan-lahan aku naik ke atasnya. Ayu membuka pahanya lebar-lebar siap mendapatkan masuknya kon tolku. Kepalanya bergerak-gerak, mulutnya terus menggumam.

Matanya terpejam menanti. Aku menurunkan pantatku. kon tolku berkilat-kilat dengan kepalanya yang memerah siap melaksanakan tugasnya. aku mengusap-usapkan kon tolku di bibir me meknya. Ayu kian menggelinjang. "Cepat om. Ayu sudah nggak tahan!" jeritku. Aku menurunkan pantatku perlahan-lahan. Dan.. BLESS! kon tolku menerobos me meknya diiringi jeritannya. Ayu tidak perduli apakah tamu disebelah kamar mendengar jeritannya atau tidak. Aku berhenti sebentar membiarkan Ayu menikmatinya. Lalu kutekan lagi dengan keras sehingga kon tolku yang panjang dan besar itu menerobos ke dalam dan terbenam sepenuhnya dalam liang me mekku. Ayu menghentak-hentakkan pantatnya ke atas biar kon tolnya masuk lebih dalam lagi. Ayu melongo sejenak merasakan sensasi yang hebat ini. Lalu perlahan-lahan aku mulai mengenjotkan kon tolku. Pantatnya diputar-putar untuk menambahrasa nikmat. Toketnya tergoncang-goncang seirama dengan genjotanku di me meknya.

Matanya terpejam dan bibirnya terbuka, berdesis-desis menahankan rasa lezat. Desisan itu bermetamorfosis erangan dan lalu kesannya menjadi jeritan. Aku membungkam jeritannya dengan mulutku. Lidahku berjumpa lidahnya. Sementara di bawah sana kon tolku leluasa bertarung dengan me meknya. "OH..", erangnya, "Lebih keras om, lebih keras lagi.. Lebih keras.. Oooaah!" Tangannya melingkar merangkul ketat. Kuku-kukunya membenam di punggungku. pahanya makin lebar mengangkang. Terdengar suara kecipak lendir me meknya seirama dengan enjotan kon tolku. "Aku mau ngecret, Yu", bisikku di sela-sela nafasnya mengejar-ngejar . "Ayu juga om", sahutnya, "Di dalam aja om ngecretnya. Ayu ingin om ngecret di dalam." Aku mempercepat enjotan kon tolku. Keringatku mengalir dan menyatu dengan keringatnya. Bibirku kutekan ke bibirnya. Kedua tanganku mencengkam kedua toketnya. Diiringi geraman keras saya menghentakkan pantatku dan kon tolku terbenam sedalam-dalamnya. Pejuku memancar deras. Ayu pun melolong panjang dan menghentakkan pantatnya ke atas menerima kon tolku sedalam-dalamnya. Kedua pahanya naik dan membelit pantatku. Ayu pun mencapai puncaknya. kon tolku berdenyut-denyut memuntahkan pejuku ke dalam me meknya.

Sekitar sepuluh menit kami diam membatu mereguk semua detik kenikmatan itu. Lalu perlahan- lahan saya mengangkat tubuhku. Aku memandangi parasnya yang berbinar alasannya adalah napsu yang sudah terpuaskan. Aku tersenyum dan membelai parasnya. "om hebat sekali", katanya, "Rasanya lebih lezat dari dien tot cowokku deh". "Kamu juga hebat Yu, saya sungguh puas karena kamu lebih binal dari cewek abg laen yang pernah aku en totin, itu yang membuat napsuku juga berkobar2. Kamu tidak menyesal kan Yu ngen tot denganku?" "Tidak, Ayu malah pengen dipuasin lagi." "Jangan kawatir, stok pejuku masih banyak" . Aku mencabut kon tolku dan rebah di sampingnya. Kami beralih ke kamar mandi. Aku memandikannya di shower. Kedua tanganku menyabuni seluruh tubuhnya, toket, puser, jembut dan me meknya menjadi target elusan tanganku yang dipenuhi busa sabun. Gesekan, rabaan dan remasan tanganku karenanya merangsang napsunya kembali. "om, Ayu telah napsu lagi, pengen ngerasain kon tol om keluar masuk dime mek Ayu lagi", katanya sambil meremas2 kon tolku yang juga mulai mengeras. "Iya Yu, sambil ngeremas2 toketmu, saya juga napsu, main lagi yuk, namun di kamar mandi ya"., jawabku. dalam waktu singkat Ayu telah membuat kon tolku ngaceng lagi, keras sekali kon tolku saat dikocok2nya.

Aku duduk di atas closet dengan kon tolku yang sudah ngaceng mengacung tegak ke atas. Ayu mengangkangkan pahanya dan mendekatinya dari depan, siap-siap untuk dien tot. Ayu telah duduk merapat di pahaku. kon tolku yang telah ngaceng tanpa hambatan langsung menerobos me meknya, bersarang sedalam-dalamnya. Ayu kusuruh secepatnya menggoyang pantatnya.

Terasa nikmat sekali. Kedua toketnya kuremas2 dengan sarat napsu. Aku juga mengenjotkan kon tolku kedepan kebelakang, meskipun dalam gerakan yang terbatas, tapi ini membuat ayu mengerang keras dan sudah terasa mau nyampe lagi. Hebat benar napsunya, gres sebentar goyang sudah mau nyampe saking nikmatnya. Ayu menjadi semakin liar dalam menggoyang pantatnya. Ayu telah kian terangsang sehingga risikonya badannya mengejang-ngejang diiringi erangan kenikmatan. "Auu.. om!" jeritnya. Untuk beberapa dikala kami bengong. Aku memeluknya dekat-dekat. "Yu, aku belum ngecret kok kau udah nyampe. "Habis, lezat banget sih rasanya kon tol om nyodok2 me mek Ayu". "Kita terusin ya Yu", ayu cuma mengangguk lemas. Aku mengajaknya bangkit dan menyuruhnya membungkuk di wastafel dan membuka pahanya lebar2. Aku mendekat dari belakang. Tanganku menyapu lembut pantatnya yang mulus tapi padat. Ayu menggigit bibirnya dan menahan napas, tak sabar menanti masuknya kon tolku yang masih keras.

Tanganku melingkari kedua pahanya kemudian kuarahkan kon tolku ke me meknya. Perlahan-lahan kepala kon tolku yang melebar dan berwarna merah mengkilap itu menerobos me meknya. Ayu mendongak dan mendesis kenikmatan. Sejenak aku berhenti dan membiarkan ayu menikmatinya, kemudian secara tiba-tiba kuhentakkan pantatku keras ke depan. Sehingga terbenamlah seluruh kon tolku di me meknya. "Aacchh..!!", ayu mengerang keras. Rambutnya kujambak sehingga parasnya mendongak ke atas. Sambil terus menggenjot me meknya, saya meremas2 kedua toketnya yang berguncang2 alasannya adalah enjotanku yang keras, seirama dengan keluar masuknya kon tolku di me meknya. Terdengar bunyi kecipak cairan me meknya, ayu pun terus mendesah dan melenguh. Mendengar itu semua, aku makin kasar. Enjotan kon tol kupercepat, sehingga erangan dan lenguhannya kian menjadi2. "Oohh..! Lebih keras om. Ayo, cepat. Cepat. Lebih keras lagii!" Keringatku deras menetesi punggung dan dadanya. Wajahnya pun telah berair oleh keringat. Rambutnya kian keras kusentak. Kepalanya semakin mendongak. Dan karenanya dengan satu sentakan keras, aku membenamkan kon tolku sedalam-dalamnya. Ayu menjerit alasannya kembali nyampe untuk yang kedua kalinya. Aku terus meremas2 toketnya dengan penuh nafsu. Aku pun kian keras menghentakkan kon tolku keluar masuk me meknya sampai jadinya pejuku menyemprot dengan derasnya di dalam me meknya. Rasanya tak ada habis-habisnya. Dengan lemas ayu rebah di wastafel dan saya menelungkup di atas punggungnya. Beberapa saat kami diam di daerah dengan kon tolku yang masih menancap di me meknya. Kemudian aku membimbingnya ke shower, menyalakan air hangat dan kami berpelukan mesra dibawah kucuran air hangat.

Akhirnya terasa juga perut lapar yang telah minta diisi, padahal dah makan besar sebelum ke hotel. Kembali lagi enersiku terkuras ngen totin Ayu. Aku keluar lebih dahulu, aku menelpon room service untuk memesan makanan kecil dan minumannya. Kemudian aku kembali ke kamar mandi dan memeluknya yang masih berada dibawah shower air hangat. "Yu, lezat sekali ngen tot dengan kau". "iya om, Ayu juga nikmat sekali, masih ada ronde ketiga kan om?". "Pasti dong".

Terdengar bel pintu, saya menyarungkan handuk di pinggangku dan keluar kamar mandi, ternyata room service. Setelah itu saya kembali ke kamar mandi, shower dah dimatikan dan ayu lagi mengeringkan badannya dengan handuk. Aku pun keluar dari kamar mandi bareng dengan ayu, terbungkus handuk. Kita duduk di sofa. Kami makan masakan kecil sambil berpelukan. Nyaman rasanya dalam kondisi yang nyaris telanjang berpelukan (kaya teletubies aja ya). Ayu menyandar di dadaku yang bidang. "om, Ayu bahagia sekali dengan om, mau rasanya Ayu jadi istrinya om, semoga mampu ngerasaain dien tot hingga lemas", sambil engelus2 pentilku. Aku mengangkat dagunya dan mencium bibirnya dengan mesra sekali. Selesai makan, kembali kau berpelukan di daerah tidur walaupun seprei sudah kucel balasan pertempuran seru tadi, toh dalam waktu dekat kami akan menciptakan seprei itu lebih kucel lagi. Ayu berbaring dipelukanku, rambutnya yang berair kuelus2.

Karena kenyang, lemas dan nyaman, ayu hingga tertidur dipelukanku. Setelah kubiarkan beberapa lama, ayu terbangun alasannya keningnya kucium dengan lembut. "Kamu tidur pules sekali Yu, gimana masih mau lagi tidak?" tanyaku sambil tersenyum. Ayu menggeliat, terbangun dan menuju ke kamar mandi sebab ingin kencing. Selesainya ayu kembali ke pelukanku. Handphoneku berbunyi, aku bangun dan mengambil hp. Terus saya duduk disebelahnya di kawasan tidur, sambil tersenyum saya mengajukan pertanyaan "Yu, mau main bertiga enggak?" "om, dien tot sama om saja Ayu udah lemas begini, apalagi kalo dien tot sama 2 pemuda". "Bukan 2 perjaka yang, tetapi 2 cewek, gimana, tadi ada cewek yang kirim sms nanyain kenapa kok saya belum jemput ia. Memang sih aku ngebook dia untuk malem ini, gak tau si bakalan ketemu kau di warnet. Dina namanya" jawabku membuktikan. "Ya terserah om aja deh". "Ya udah, kini kau tidur2an aja lagi, saya mau jemput Dina, enggak jauh kok tempatnya dari hotel", kataku sambil keluar kamar.

Aku kembali dengan Dina, tampaknya Ayu ketiduran dikamar, usang baru pintunya dibuka. Ayu kuperkenalkan dengan Dina, Dina terbelalak menyaksikan ayu yang sudah bertelanjang bundar, dan membuka jaketnya. Dina hanya pakai tanktop ketat dan celana pendek yang mini. Toketnya besa. Bulu tangannya panjang2 dan kelihatan ada kumis tipis diatas bibirnya. "Sori ya mbak, Dina enggak tahu sih kalau si oom telah janjian dengan mbak", kata Dina ke Ayu. "Gak apa2 kok Din, kan si oom yang menentukan beliau mau sama siapa", jawab Ayu. Aku keluar dari kamar mandi hanya dengan balutan handuk, saya sudah tidak sabar lagi untuk secepatnya ngen tot dengan Dina.

Dina secepatnya duduk disebelahku di sofa. Aku merangkul Dina dan mencium bibirnya. saya mulai mengelus toket Dina yang bahenol itu, desah nafas nikmat terdengar dari lisan Dina. Dina pun tidak tinggal diam, tangannya menerobos handuk dan menggenggam kon tolku yang sudah ngaceng sekeras tank baja. "Besar banget kon tol oom", kata Dina. "Memangnya kau enggak pernah ngelihat kon tol segede ini Din", kataku sambil meringis2 kenikmatan sebab Dina mulai meremas2 kon tolku. "Ngelihat yang gede sih sering oom, namun yang segede ini sih Dina belum pernah lihat. me mek Dina telah empot2an ngelihat kon tol oom segede ini, udah pengen dienjot oom", kata Dina yang juga sudah mulai napsu. Aku makin getol meremas2 toket Dina dari luar tanktopnya. Dina secepatnya melepas lilitan handukku sehingga kon tolku yang besar panjang itu pribadi tegak menantang. Mulut Dina pribadi menyergapnya, kon tolku yang sudah tegang itu pribadi diemutnya.

Cukup usang Dina mengemut kon tolku, hingga akhirnya saya sudah tidak mampu menahan napsuku lagi. Segera tanktop Dina dan celana pendeknya kulepas, lalu menyusul bra dan CDnya sehingga Dina telah bertelanjang lingkaran. Toket Dina besar dan kencang, dihiasi dengan sepasang pentil hitam yang besar juga, mungkin sebab sering dihisap oom oom yang mengkon tolinya. Jembutnya lebih lebat dari jembut Ayu, mengitari me meknya, sehingga me meknya tertutup oleh lebatnya jembut hitam itu. Aku menawan Dina ke daerah tidur, ayu memberi kawasan untuk kau. Aku berbaring merapat ke Dina. Kaki kuangkat dan kugesek-gesekkan diatas paha Dina, sementara aku kembali meremas toket Dina yang pentilnya sudah mencolokkeras. Perlahan saya turun menciumi leher Dina dan memutar-mutarkan lidahku di pentil toketnya, sementara tanganku menjelajah ke pangkal paha Dina, menyibak jembutnya yang hitam lebat.

Aku mengusap bibir me mek Dina sehingga Dina menggelinjangkan pinggulnya. Dina memejamkan matanya menikmati sentuhan dan rangsanganku sambil meremas2 perlahan kon tolku. Aku memainkan ujung jarinya menyapu bibir me mek Dina yang sudah membasah. Pentil Dina terus kujilati bersama-sama dengan menggosok perlahan it il Dina dengan ujung jari telunjukku. Serta merta Dina menggoyangkan pantat dan pinggulnya, menggeleparkan dan membuka lebar pahanya dan membusungkan dadanya, sementara tangannya menggenggam bersahabat kon tolku yang mengeras dan berdenyut-denyut.

 "Uuff oom, diapakan tubuhku ini," Dina mengerang menahan kenikmatan. Tubuhnya menggelinjang keras sekali, paha Dina bergetar mahir dan kadang menjepit tanganku dengan dekat ketika jarinya masih menyentuh it il Dina. kon tolku terus dicengkeram Dina dengan keras. Aku juga terus meremas perlahan toket Dina yang tambah mengeras dan membusung itu dengan tangan kiriku, sementara tangan kananku terjepit diantara kedua paha Dina. Dina terus meremas kon tolku, tangan satunya memelukku bersahabat sementara paha dan kakinya menggelepar keras sekali sampai sprei putih itu berserakan kian tak karuan, Dina sudah nyampe sebelum dien tot. Tanpa berhenti it il Dina terus kumainkan pelan. Ayu yang menonton adegan itu menjadi sangat terangsang sehingga me meknya juga telah kuyup, namun gilirannya belum tiba sehingga ayu mesti bersabar sambil menonton adegan super hot itu.

Pentil Dina tampakmencolokkeras kecoklatan, Dina sudah terangsang kembali. Pahanya telah dibuka lebar-lebar. me mek nya basah, demikian pula jembut hitam lebat di seputarnya. Aku secepatnya menaiki Dina, kon tolku yang sudah menegang diarahkan ke me mek Dina. Ujung kon tolku menguak perlahan-lahan bibir me mek Dina. Dina mendesah lezat dikala saya perlahan-lahan menyuruk memasukkan kon tol yang besar itu menerobos me mek Dina yang telah berair berlendir. Ketika separuh kon tolku telah menerobos me mek Dina, aku berhenti sejenak dan membiarkan Dina menikmatinya. Kulihat lisan muka Dina yang menggelinjang kenikmatan. Tangannya meremas-remas kain seprei. Dari mulutnya keluar desah-desah nikmat. Ketika saya menikmati lisan penuh kenikmatan paras Dina di ketika itulah Ayu mencium pantatku. Aku terkejut alasannya geli. Karena itu saya menyodokkan kon tolku dengan keras ke arah Dina. kon tolku yang besar dan panjang itu pribadi menerobos me mek Dina sehingga tertanam sepenuhnya. Dina tersentak dan membelalakkan matanya sambil mengerang andal. "Aaoohh oom", erang Dina penuh kenikmatan. Dina menhentak2kan pantatnya ke atas untuk menerima kon tolku sepenuhnya. Pahanya membelit pinggangku.

Setelah berhenti sejenak dan memberi kesempatan kepada Dina untuk menikmati sensasi ini, aku mulai bergerak. kon tol kuenjotkan maju mundur. Mula-mula perlahan-lahan, lalu bergerak semakin cepat. Tubuh Dina bergetar-getar seirama dengan enjotan kon tolku. Mulut Dina terbuka dan mendesis-desis. Aku segera melumat bibir Dina dan Dina membalasnya.

Tubuhku mulai berkeringat, menetes dan menyatu dengan keringat Dina. Dina membuka pahanya lebar-lebar sehingga aku dapat leluasa menggenjot me meknya. Terdengar kecipak bunyi cairan me mek Dina alasannya adalah sodokan kon tolku. "Aku mau nyampe oom" erang Dina. "Ayo, oom.. Lebih keras! Auu!!" . Aku mempercepat gerakanku dan dalam hitungan dua menit, Dina menjerit sekeras-kerasnya sambil menghentak-hentakkan pantatnya ke atas. Tubuhnya menggeletar sebab rasa lezat yang hebat. Pahanya ketat membelit pinggangku dan tangannya memelukku dengan eratnya. Desah puas terdengar dari mulutnya. "Ayu masih menanti Din", kataku mengingatkan. Dina mengangguk dan melepaskan pelukannya. Aku mencabut kon tolku yang masih tegak keras dan berkilat-kilat alasannya adalah dilumuri lendir me mek Dina. Dari me mek Dina kulihat aliran lendir me meknya. Dina tetap berbaring dengan paha terbuka dan mata tertutup. Toketnya membusung ke atas, agak memerah alasannya remasan dan gigitanku.

saya menoleh ke arah Ayu, "Sekarang giliranmu Yu". Aku tahu bahwa ayu sudah sangat bernapsu. Langsung aku menyuruh ayu menungging, saya ingin melaksanakan lagi doggie style mirip yang kulakukan di kamar mandi beberapa dikala yang lalu. "Ayo,om, ayu udah nggak sabar, nih. Pengen cepat dienjot kon tol om yang gede itu." "Siapa takut!" sahutku. Karena ayu sudah sangat terangsang, aku tidak menanti lama-usang. Langsung saja kuarahkan kon tolku ke arah me meknya. Jembutnya yang hitam lebat itu kusibak, tampaklah bibir me meknya yang berwarna merah muda dan berair berlendir. Ayu menurunkan kepalanya hingga bertumpu ke bantal. Pantatnya terangkat. Ayu meremas ujung-ujung bantal dengan nafasnya berdesah tak terencana. Bulu-bulu halus tubuhnya meremang, menantikan saat-saat sensasional dikala kon tolku akan menerobos me meknya. Aku kian merapat. Aku mengelus-elus kedua cuilan pantatnya. Perlahan-lahan saya mempermainkan jembut lebat disekitar me meknya yang sudah lembap itu dan kemudian menggesek it ilnya. Ayu mengerang-erang menahan napsunya yang semakin menggila.

Pantatnya bergetar menahan rangsangan tanganku. "Ayo, om", erangnya. "Udah nggak tahan nih!" . Aku mengarahkan kon tolku yang masih sangat keras itu ke arah me meknya. Kuselipkannya kepala kon tolku di antara bibir me meknya. Ayu mendesah. Kemudian perlahan tapi pasti saya mendorong kon tolku ke depan. kon tolku menerobos me meknya. Ayu menjerit kecil sambil mendongakkan kepalanya keatas. Sejenak aku berhenti dan membiarkan ayu mencicipinya. Ketika ayu tengah mengerang-erang dan menggelinjang-gelinjang, secara tiba-tiba aku menyodokkan kon tolku ke depan dengan cepat dan keras sehingga kon tolku meluncur ke dalam me meknya. Ayu tersentak dan menjerit keras. "Aduh om, lezat!" jeritnya. Aku mempercepat enjotan kon tolku di me meknya. Semakin keras dan cepat enjotanku, kian keras erangan dan jeritannya. "Aa..h.!" jeritnya nyampe. Ayu terkapar di daerah tidur telungkup, sementara aku belum juga ngecret.

Kemudian ayu kutelentangkan dan aku menaiki tubuhnya, pahaku menempel akrab dipahanya yang mengangkang. Kepala kon tolku ditempelkan ke it ilnya. Sambil menciumi leher, bahu dan belakang telinganya, kepala kon tol kugerak- gerakan mengelilingi bibir me meknya yang telah berair. Ayu merem melek menikmati kon tolku di bibir me meknya, jadinya kuselipkan kon tolku. "Aah"' jeritnya keenakan. Ayu merasa kenikmatan yang luar biasa dan sedikit demi sedikit kumasukkan kon tolku. Ayu menggoyangkan pantatnya sehingga kon tolku nyaris semuanya masuk.

"om enjot dong kon tolnya, rasanya lezat sekali". Perlahan saya mulai mengenjot kon tolku keluar masuk me meknya. Ayu menarik2 sprei tempat tidur saking enaknya, sementara paha nya dikangkangin lebar-lebar, hingga kesannya kakinya melingkar di pantatku agar kon tolku masuk sedalam-dalam ke me meknya. Ayu berteriak-teriak dan merapatkan jepitan kakinya di pantatku, sambil menarik berpengaruh-kuat sprei daerah tidur. Aku membenamkan kon tolku seluruhnya di dalam me meknya. "om, saya nyampe lagi..Ahh.. Ahh.. Ahh," jeritnya. Beberapa saat kemudian, ayu membuka sedikit jepitan kakinya dipantatku, pahanya kubuka lebar2 dan akibatnya dengan segera kuenjot kon tolku keluar masuk me meknya. Nikmat sekali rasanya. sesudah delapan sampai sembilan enjotan kon tolku di me meknya dan akhirnya kurasakan ada sesuatu yang meledak dari dalam kon tolku. Croot.. Croot..Croot.. Croot.. "Yu, Aku keluar", erangnya. Pejuku muncrat banyak sekali menyanggupi me meknya. Tanganku mencekal pahanya dan menawan dekat-dekat kearah kon tolku, sehingga kon tolku terbenam semakin dalamnya di me meknya.

Ayu bersimbah keringat, keringatnya yang bercampur dengan keringatku sendiri. Ayu mencengkam seprei besar lengan berkuasa-berpengaruh, menahan rasa nikmat yang melanda sekujur tubuhnya. Aku membiarkan kon tolku tetap menancap di me meknya dan mendaratkan bibirku di bibirnya. Kami berpagutan bersahabat. "Oh! nikmatnya!" katanya. "om luar biasa ya, udah ronde ketiga, bisa bikin saya 2 kali nyampe, dan ngecretnya tetap banyak". Aku mencabut kon tolku dari me mek nya. Pejuku bercampur cairan me meknya, menetes membasahi pahanya. Kami bertiga rebah di kawasan tidur. Aku ditengah diantara Dina dan ayu. Aku mencium pipi mereka, kami cuma berbaring diam mencicipi kenikmatan yang masih membekas. Akhirnya kami terlelap sebab capek.

Pagi harinya ayu terbangun alasannya adalah kawasan tidur bergoyang dengan keras dan terdengar erangan Dina, aku sudah memulai kegiatan pagi dengan mengen toti Dina. Dina yang telentang mengangkang menjerit keenakan "Aa..", jeritnya. kon tolku yang besar dan panjang itu menerobos ke luar masuk me meknya. Dina menghentak-hentakkan pantatnya ke atas sehingga kon tolku menyuruk lebih dalam lagi. Aku berhenti dan membiarkan Dina mencicipinya. Dina terus mendesis-desis dan mengerang-erang lezat. Aku terus mengenjotkan kon tolku keluar masuk. Erangan Dina semakin keras. Toketnya bergoncang-goncang seirama dengan enjotanku. Dina mencengkam kedua lenganku sementara aku tetap saja mengocok kon tolku keluar masuk dengan cepat. "Cepat.. oom.." gumam Dina, "Dina mau nyampe.." Aku lebih mempercepat tempo enjotanku. Tiba-tiba Dina menawan tubuhku sampai aku rebah sepenuhnya di atas badan Dina. "Aaahh..", jeritnya. Tubuh Dina bergetar ahli. Pantatnya dihentak- hentakkannya ke atas. Pahanya terangkat dan membelit pantatku sehingga menyatu sepenuhnya. Nafasnya terengah-engah. Aku mencabut kon tolku yang berlumuran dengan cairan me mek Dina, masih keras sebab belum ngecret.

"Sekarang giliranmu Yu", bisiknya. Tubuh Ayu kuraihnya dan toketnya menjadi target remasanku. Tanganku satunya merambah jembutnya yang lebat. "Aah om", erang Ayu. "om kuat sekali ya". Aku tidak menjawab, cuma terus saja meremas2 toketnya. Ayu bangun dan secepatnya mengemut kon tolku, dijilati cairan yang melumuri kon tol itu, dan kemudian kepalanya yang besar itu terbenam didalam mulutnya. Ayu mengangguk2kan kepalanya sehingga kon tol besar itu keluar masuk di mulutnya. Aku mengerang keenakan. Jari2ku terbenam di dalam me meknya yang telah berair alasannya adalah menonton adegan syur antara saya dan Dina, napsuku juga sudah berkobar2 dari tadi. Ayu telentang dengan mata tertutup dan pahanya telah mengangkang lebar siap untuk dien tot. Ayu menyudahi emutannya. Aku menaiki ayu dan mengarahkan kon tolku yang masih keras ke me meknya. kon tolku diusap-usap di bibir me meknya. Ayu mendesis dan mulai menggelinjang. Kepala kon tolku perlahan-lahan mulai menguak bibir me meknya yang sudah lembap. Aku menekan kon tolku bertahap dan kurasakan kon tolku mulai memasuki me meknya. Ayu mulai mendesah-desah. Tiba2 aku menyurukkan kon tolku ke dalam me meknya. "Aaa.." jeritnya keras. Matanya membelalak. kon tolku menancap dalam sekali di me meknya.

Kemudian aku mulai menggerak-gerakkan kon tolku keluar masuk. Tanganku menyusup ke punggungnya dan memeluknya erat. Mulutku terbenam di lehernya. "Lebih keras lagi om", erangnya. Aku memompa kon tolku keluar masuk semakin bersemangat. Keringat mengucur dari seluruh tubuhku, bercampur dengan keringatnya. Aku mengangkat sedikit dadanya. Mulutku secepatnya menerkam toket kirinya yang berguncang-guncang itu. Dari toket kiri ia beralih ke kanan. " om, saya mau nyampe lagi", katanya terputus-putus. "Aku juga", sahutku. Aku mengembangkan kecepatan genjotan kon tolku . Ayu menjerit-jerit semakin keras, dan merangkulku akrab-akrab. Ayu sudah nyampe. Akhirnya dengan satu hentakan keras saya membenamkan kon tolku dalam-dalam. Ayu menjerit keras. Pantat dihentak- hentakkannya ke atas. Paha diangkat membelit pinggangku mengiringi muncratnya pejuku ke dalam me meknya. Sungguh pagi yang meletihkan namun sangat lezat. Sekitar sepuluh menit saya diam membiarkan kenikmatan itu mengendur perlahan-lahan. Aku melepaskan kon tolku dan terhempas ke atas kasur empuk di antara Ayu dan Dina.

Setelah beberapa dikala beristirahat, kami beralih ke kamar mandi dan membersihkan badan. Kami saling menyirami dengan air hangat. Ayu dan Dina menggosokkan body foam ke badanku. Tidak dengan tangan namun dengan toket masing-masing. Diperlakukan seperti itu saya terangsang kembali. Perlahan-lahan kon tolku mulai bangun lagi. "Wuii.. Si ujang sudah bangun nih", goda Ayu sambil mengelus kon tolku, "Sesudah ini kita makan dan mulai ronde berikutnya", lanjutnya. Acara mandi simpulan dan aku memesan makan pagi untuk kita bertiga. Ketika pesanan makan pagi tiba, Ayu dan Dina bergegas kembali ke kamar mandi karena masih bertelanjang bulat. Aku menerima pesanan makan itu hanya dengan berlilitkan handuk di pinggang. Makanan yang tersedia disantap dengan lahap, setelah final kembali kami berbaring di kawasan tidur yang telah acak2an sepreinya.

Ayu segera mengawali aksinya, dengan penuh napsu secepatnya kon tolku diemutnya, dikocok2nya dikeluar masukkan ke mulutnya sehingga keras kembali. "Ayo", kataku, "Sekarang kalian menungging. Aku mau doggy-style". Tanpa berbicara Ayu dan Dina secepatnya melaksanakan perintahku. Aku memandang pantat mereka, tanganku mengelus2 me mek mereka dari belakang. it ilnya kugesek2. "Ayo oom", kata Ayu, "telah nggak tabah nih!". Aku mengarahkan kon tolku yang sudah mengeras ke arah me mek Ayu. Tanpa kesusahan, kon tolku menembus me mek Ayu yang telah basah itu. Beberapa menit mengenjot me mek Ayu, saya kemudian beralih ke Dina. Dina menjerit kecil saat kon tolku menerobos me meknya. Aku mengenjot perlahan lalu makin cepat. Dina mengerang keras. Beberapa menit lalu aku beralih ke Ayu. Begitu seterusnya berkali2. Akhirnya saya mengenjot me mek Ayu dengan keras.

Ayu menjerit keras dan terus mengerang-erang saat kon tolku bergerak keluar masuk me meknya. Aku mempercepat gerakan kon tolku dan menghentak keras. Ayu menjerit keras, nyampe dan rebah ke atas kawasan tidur. Melepaskan diri dari Ayu, aku beralih ke Dina. Dengan cepat saya menelentangkan Dina, kemudian menghujamkan kon tolku ke dalam me meknya. Dina juga menjerit keras. toketnya berguncang2 seirama dengan enjotan kon tolku. "Aaauu, om" jeritnya, "Dina mau nyampe!" "Aku juga", balasku sambil menghentakkan kon tolku keras-keras. Aku rubuh ke atas tubuh Dina, dina kutindih. Di saat itu kurasakan deras pejuku menyembur ke dalam me meknya. Aku letih, juga Dina dan Ayu. Ayu merangkak mendekat dan aku mengelus-elus kepalanya. Aku bangkit. dina dan Ayu juga. Aku duduk di daerah tidur. Dari me meknya pejuku bercampur dengan ciranku menetes keluar. Aku merangkul pundak mereka. "Terima kasih Din, terima kasih yu", kataku, "Harusnya ayu yang berterima kasih ke om, karena om sudah memberikan kenikmatan yang sungguh buat ayu".

0 Response to "Cerita Sex Abg Bandung Sama Om"

sosial bar