728 x 90

Native bar

Cerita Akil Balig Cukup Akal Modern Dengan Cleaning Service

 Pesonaceritaku.com - Cerita Dewasa Terbaru Dengan Cleaning Service - Kantorku menempati gedung bertingkat. Setiap aku sampai kantor, yang pertama aku kerjakan yakni buang air kecil. Kebiasaanku setiap hari meminum air putih sekitar 1,5 liter pada ketika menjelang berangkat dari rumah, sehingga sesampai di kantor aku sungguh tersesak kencing. Ini saya lakukan merupakan terapi air putih untuk kesehatan.



Cerita Dewasa Terbaru Dengan Cleaning Service Cerita Dewasa Terbaru Dengan Cleaning Service
Cerita Dewasa Terbaru

Sering kali dikala saya akan kencing, wc sedang dibersihkan oleh petugas cleaning service. Biasanya saya tahan sebentar sambil menunggu wc berakhir dibersihkan. Masalahnya yang membersihkan petugas cleaning servicenya yaitu cewek, jadi saya agak segan juga. Suatu hari saya telah sungguh tersesak kencing. Rasanya menunggu Yani, begitu nama petugas cleaning service, merampung kerjanya mustahil. Aku balasannya menerobos saja kemudian membuka celana dan eksklusif memancurkan air yang menyesak akan keluar. Pada ketika itu Yani sedang mengepel lantai di bab ujung WC sehingga beliau tidak sempat keluar. Sebab bila keluar harus lewat tempatku berdiri. Maklum WCnya tidak terlampau luas. Aku berpikir, toh beliau tidak mampu melihat karena posisinya agak dibelakangku. Seandainya ada orang juga kencing di sebelahku juga nggak bakal mampu melihat. Masalahnya nggak enak saja kencing sementara disitu ada cewe. Yani telah lama saya kenal. Dia sering saya mintai tolong untuk berbelanja makan siang di warung yang banyak terdapat di depan gedung.

Tentu saja ada biaya saya berikan, yang kadang-kadang tarifnyasama atau jikalau dibulatkan menjadi lebih besar dari harga pesananku. Jadinya beliau memang akrab denganku. Yani umurnya masih sekitar 18 tahun. Dia drop out dari Sekolah Menengan Atas kelas 2. Jika mengenakan seragam cleaning service, beliau tidak terlihat sexy, namun kalau menggunakan jeans dan kaus, kelihatan pahanya yang gempal dan susunya yang menggembung. “Sorry ya yan gue nggak tahan kebelet banget nih,” kataku. “Ah gak pa pa pak , nggak kelihatan kok,” katanya. “Ah kelihatan juga nggak apa-apa juga,” kataku menggoda sambil melampiaskan kencingku yang sangat mendesak. “Ih Bapak genit ah, “katanya sambil terus membersihkan lantai. “udah pernah liat apa belum,” tanyaku menarik hati lagi. “Aslinya ya belum lah pak, bila di film sudah berulang kali. “Sini deh jika pengen liat, yang asli,” kataku. “Ah bapak ….., aku aib ah,” katanya. “Lho yang aib emang harusnya siapa, kau kok jadi kebalik.” kataku. “Emang Bapak gak aib,” jawabnya sambil mendekat. Rupanya ada juga cita-cita dia menyaksikan wujud asli alat paling diam-diam seorang laki-laki.

“Ih kok kecil ya pak, di film-film kayaknya gede banget,” kata yani sambil mengintai barangku dari samping.

“Ya iyalah, yang difilm itu kan barangnya orang bule dan negro yang badannya gede, lagian barangnya kan siap tempur, lha ini dia lagi males sebab sedang mancur dan lagi orang Indonesia kan gak segede orang barat,” kataku. “ O gitu ya pak,” katanya Pembicaraan singkat itu membuat barangku pelan-pelan memuai. Aku kencing memang cukup lama alasannya adalah yang dikeluarkan rasanya memang berbagai. Yani masih memperhatikan barangku. Dia tidak malu-malu lagi karena dia mengambil posisi yang lebih jelas untuk menyaksikan. Setelah semua keluar aku mencuci ujung penisku dengan air yang mancur keluar dari toilet. Yani masih antusias melihat barangku. “Bentuknya lucu pak, kaya pakai topi,” katanya. “Kalau mau pegang, boleh kok, pegang aja.” Kataku. Yani tidak mempunyai keberanian menjangkau barangku. Ku pegang tangannya dan kubimbing ke arah penisku. Mulanya ia malu sehingga tangannya agak dikakukan, tetapi sebab saya tarik terus alhasil ia melemas. Tangannya kubekapkan ke penisku yang telah bangun sempurna. Kuremas tangannya semoga dia juga meremas barangku. Dia meremas dan aku mencicipi nikmat. “ Idih kok keras dan anget gini sih Pak,” katanya. Aku tidak menjawab alasannya menikmati sensasi remasan Yani. “Udah ah pak nanti saya gak kerja-kerja,” katanya menyelesaikan remasan di penisku. Aku pun menutup resleting dan keluar wc menuju meja kerjaku. Sepagi ini belum ada pegawai yang datang. Aku puas menikmati sensasi pagi. Sambil menunggu pegawai lainnya tiba, saya browsing di internet sambil berkhayal untuk lebih jauh dengan Yani. Dalam benakku berkecamuk, ia cleaning service, sementara saya dikantor ini cukup punya jabatan yang terpandang. Kalau contohnya saya ada affair dengan Yanti lalu terbongkar, wah malunya bukan main. Tapi dibalik itu, Yanti cukup menarik. Sejauh ini telah lebih mudah mengolahnya untuk tindak lanjut. Wah gimana ya saya galau juga. Seandainya saja ia bukan bekerja selaku cleaning service di gedung kawasan kantorku berada, saya niscaya tidak pikir panjang mengarapnya.

Hari selanjutnya aku tiba agak lebih pagi, sebab jalanan agak longgar. Sesampai dikantor, Yani masih membersihkan ruang kerja. Melihat saya datang dan eksklusif menuju WC, Yani pun ikut pula masuk. “Pak penasaran pengen liat lagi, semalaman jadi kepikiran pak gara-gara Bapak sih,” katanya. Aku pastinya membiarkan ia ikut masuk dan menonton barangku. Kali ini dia kusuruh memegangi batang penisku yang sedang mancur. Celana agak saya turunkan, sehingga tidak saja batang penis yang bebas, namun kantong menyan di bawahnya juga terbebas. Di pegang Yani penisku jadi memuai, dan kencing nya menjadi mengecil, sehingga penuntasannya jadi lebih lama. Selesai semua keluar aku ajarkan bagaimana mencuci sisa air seni di ujung penisku. Yani nampaknya penasaran sekali, sehingga beliau menurut saja perintahku. Lepas itu di sentuh-sentuh bab kantong menyan. “ Pak ini apa kok empuk-empuk,” tanyanya. Aku jelaskan dan aku ingatkan agar beliau tidak meremas kantong pelirku, karena rasanya sakit dan sengal, kalausempat ia remas bagian itu. Kantong pelirku ditimang-timangnya, kemudian batangku di genggamnya.
“ Ih gemes deh pak rasanya pengen ngremes aja,” kata Yani. Yani gadis yang agak bergairah dan keingintahuannya cukup besar.

Padahal beliau belum pernah punya pacar. Pacaran di sekolah dulu cuma sekedar jalan bareng, nonton, tidak lebih dari itu. Makara dia sesungguhnya belum pernah dijamah laki-laki. Aku tidak bisa tinggal diam, tanganku menjamah susunya yang tidak mengecewakan menggembung. Dari luar bajunya saya remas-remas. Yani kutarik dan kupeluk dari belakang. Tanganku dengan secepatnya menyusup ke balik bajunya dan masuk ke dalam bhnya. Bongkahan susu yang empuk dan kenyal aku remas-remas. Terasa pentilnya yang masih kecil aku pelintir-pelintir. Puas meremas susunya tanganku yang satu lagi membuka celana panjangnya dan langsung menelusup ke balik celana dalamnya. Disana saya meraba bulu-bulu yang tidak terlalu lebat. Ketika jari tengahku memperoleh celah belahan memeknya terasa ada lendir di rongganya. Kumainkan sebentar jari tengahku di rongganya kemudian aku tekan-tekan clitorisnya. Yani mendesah-desah. Aku makin bersemangat, sebab Yani nampaknya telah pasrah. Kugosok terus clitorisnya sekitar 5 menit hingga beliau hasilnya mencapai orgasme. Setelah itu kami menuntaskan permainan dan kembali membereskan baju kami masing-masing.

Akhirnya nyaris setiap hari saya melaksanakan petting berat di wc dengan Yani. Aku sudah tidak perduli lagi soal statusku dibanding dengan status Yani. Apalagi di depan orang lain beliau tampaknormal dalam bekerjasama denganku. Yang membedakannya upah berbelanja makan siang, kini kian besar. Tapi itu atas kemauanku sendiri. Hubunganku dengan Yani tidak terendus sedikitpun oleh pegawai-pegawai di kantorku. Jadinya aku merasa kondusif-kondusif saja. Setelah program petting berjalan beberapa waktu, saya ingin tau untuk mendapatkan yang lebih. Pagi itu aku sengaja datang setengah jam dari biasanya. Yani saat itu juga lagi menyapu ruang kerja. Kutarik dia masuk ke wc perempuan. Pegawai perempuan di lantai ini tidak terlalu banyak. Mereka biasanya gres muncul sekitar jam 10. Rasanya lebih aman bercumbu di wc perempuan. Aku tarik Yani masuk ke salah satu bilik wc perempuan. Toilet duduknya aku tutup dan aku secepatnya menurunkan celanaku. Baju Yani saya buka kancingnya dan BHnya aku lepas. Sedangkan celananya saya lepas seluruhnya. Yani aku pangku berhadapan. Aku berusaha memasukkan penisku ke celah kemaluannya.

Setelah posisinya sempurna aku mempesona Yani biar menurunkan badannya. Barangku perlahan-lahan ambles ke dalam rongga hangat kemaluan Yani. Pikiranku secepatnya berproses. Rasanya dia sudah tidak perawan lagi, alasannya adalah penisku tidak mendapatkan kesulitan berarti untuk tenggelam seluruhnya. Tapi nanti sajalah pertanyaan ini dicari jawabnya. Yani aku arah kan semoga bergerak-gerak sehingga aku merasa penisku di remas-remas. Aku lalu bersandar ke toilet dan memberi ruang lebih leluasa bagi Yani. Dia bergerak mengikuti nalurinya sambil tangannya berstumpu di kedua pundakku. Sensasi hidden sex begini memang luar biasa nikmatnya. Payudaranya berguncang-guncang sebab gerakan liar Yani. Gerakan susu yang cukup besar ini ialah pemandangan yang sungguh menarik. Kami bermain sekitar 10 menit. Rasanya Yani sempat meraih orgasme lalu menjelang saya orgasme saya buru-bur mencabut penis dari lubang lezat. Meski dalam keadaan sange saya sadar bahwa jika dia hamil, karirku mampu hancur. Setelah kami menyelesaikan permainan dan masih berpelukan, aku tanyakan ke Yani, apakah beliau sudah pernah melakukan mirip ini.

Dia terus terang mengaku bahwa ia pernah dikerjai pamannya dikala ia masih kelas 2 Sekolah Menengah Pertama. Pamannya sempat 3 kali menggumulinya. Tapi kata Yani ia waktu itu tidak tau apa-apa. Aku manjadi terbiasa main dengan Yani di WC perempuan di pagi hari. Memang tidak tiap hari, namun seminggu paling tidak kami melakukannya 2 kali. Aku kemudian menjadi cemas juga jikalau Yani hamil. Melalui bidan kenalanku ia dipasangsi spiral. Asyiknya yani tidak malu-malu mengajakku main, jikalau di merasa ingin. Kaprikornus rasanya lebih sering dia mengajak main dibanding aku. Yani memiliki nafsu yang cukup tinggi. Permainan satu ronde bagi ia masih belum cukup. Aku berulang kali mengajaknya bermalam di hotel. Kami melampiaskan hasrat sepuas-puasnya. Meskipun hubunganku dengan Yani telah sangat jauh, namun dia tidak menuntut apa-apa dari ku. Bahkan di depan pegawai lain ia bersikap wajar. Aku yang tidak tega, sehingga kemudian aku memberi uang bulanan yang agak lebih besar dari gajinya. Sekitar setahun hubunganku dengan Yani, dia mengadu bahwa dia sudah punya perjaka. Kata ia cowoknya cakep dan sudah kerja di asuransi.


“Pak saya tiap malam main ama cowokku, abis jika lagi kepengin kepalaku rasanya pening,” kata Yani. Permainan denganku masih terus sampai kesannya dia menikah dengan cowoknya. Menjelang pernikahannya saya minta bidan temanku untuk mencabut spiralnya. Kata yani, cowoknya tidak tahu jikalau ia pakai spiral

0 Response to "Cerita Akil Balig Cukup Akal Modern Dengan Cleaning Service"

sosial bar