Cerita Ngentot Berkat Obat Peransang
By Blinger
—
Sabtu, 10 Februari 2018
—
Add Comment
—
Cerita Dewasa,
Cerita Lesbian,
Cerita Mesum,
Cerita Ngetot,
Cerita Sex
Cerita Ngentot Berkat Obat Peransang - Sebut saja namanya Pak Salman ialah seorang tetanggaku yang tekenal suka bercanda khususnya yang berbau pornografi, Lalu beliau tiba-tiba nyeletuk katanya ia baru saja membeli sebuah obat perangsang perempuan Cair yang harganya begitu mahal, kemudia beliau mulai kisah banyak hal tentang khasiat obat Perangsang Cair tersebut, dan katanya bisa menghidupkan libido perempuan dengan cepat sekali, ah akupun iseng-iseng minta padanya obat perangsang perempuan itu, dengan dalih saya ingin membuktikannya, Dan alasannya kami memang telah sungguh akrab Pak salman tanpa banyak tanya eksklusif menunjukkan satu botol obat perangsang yang berskala kecil itu,
Cerita Ngentot Berkat Obat Peransang
Dan beliau berpesan jangan digunakan semua, sisanya beliau minta dikembalikan, percaya ga yakin akupun mengambilnya, Sebenarnya di dalam hati dia bertanya juga , obat perangsang itu mau dicobain ke siapa ya? Sementara perempuan yang tinggal di rumahku hanyaa pembantuku saja. Lalu istriku sedang pulang ke tempat tinggal orang tuanya….hmmmm .... yah sudahlah sementara obat ini kusimpan dahulu.
Pertandingan Sepakbola telah berlangsung sekitar 45 menit, Dan Acaranya diselingi oleh komentator serta iklan sponsor, Saat jeda seperti itu lazimnya bapak-bapak juga ikut komentar sambil ngobrol satu dengan lainnya. Akupun pergi ke luar sebentar untuk menjernihkan mataku yang agak pedes.
Ketika aku berada di halaman rumah beberapa saat kemudian muncullah dua anak SMA yang masih menggunakan seragamnya menyapaku dengan sopannya, alasannya adalah mereka melalui didepan rumahku, Sepertinya saya mengetahui mereka. Mereka berdua anak tetangga RT sebelah, yang namanya fanny dan Dita.
Sesaat sesudah Mereka berjalan beberapa langkah melewati depan rumahku , Lalu datang-tiba saja mereka berhenti dan sepertinya saling berbisik. Mereka kemudian kembali lagi mendekat kearahku sambil mereka menyodorkan sebuah Proposal untuk aktivitas Karangtaruna Ditempatku, Dan saya terima proposalnya lalu saya suruh mereka kembali lagi nanti sore untuk ambil uangnya di rumahku.
Akupun masuk lagi ke dalam rumahku untuk melanjutkan nonton pertandingan sepakbola yang semakin seru , Dan bapak-bapak mulai bersorak ketika tim favoritnyanya sudah sukses menjebol gawang musuhnya. Beberapa menit kemudian pertarungan telah final dengan score imbang 2-2.
Satu persatu mereka mulai pamit pulang, Sekarang rumahku kembali hening. Dina Pembantuku mulai sibuk membersihkan ruangan serta mencuci gelas-gelas kotor sebab tadi tetanggaku banyak sekali yang tiba. Dan tiba-datang Perutku mulai terasa lapar alasannya adalah dari tadi belum makan, selanjutnya akupun menuju ruang makan.
Dina Pembantuku membuatkan teh panas kesukaanku dan menaruhnya di dekatku, terlintas pandangan baru jahil yang tiba-tiba timbul didalam pikiranku, Rasanya ingin menguji khasiat dari obat perangsang cair yang diberi Pak Salman tadi, Dan kuteteskan obat Perangsang cair ke dalam teh panas Lalu aku mengundang pembantuku, “Dina, ini tehnya buat kau minum aja, soalnya aku dari tadi telah terlampau banyak minum teh anggun, ambilkan aku air putih saja”.
Dina pun segera menunjukkan air putih kepadaku kemudian menenteng teh panas itu ke dapur. “Ehhhh.....Jangan dibuang lo Din, kan sayang, Sebaiknya kamu minum aja teh manisnya”, kataku meyakinkannya .Nah kurasa jebakanku berhasil, Diam-membisu kuperhatikan dari ruang makan,
Dina mulai meminum teh panas yang telah kucampur dengan obat perangsang perempuan tadi. Sudah Habis setengah gelas dia tminum air tehnya , kemudian Dina melanjutkan mencuci gelas dan piring tadi, dan beberapa ketika lalu ia meminum lagi teh itu sekaligus menghabiskannya, Dan mungkin alasannya gelasnya mau di cuci sekalian. Wah, HeheHe.....jebakanku berhasil,
Dina sudah meminum semua teh tersebut, Sekarang aku tinggal menunggu bagaiman reaksi dari obat perangsang wanita tersebut. Lalu Beberapa menit berlalu Dina mengambil sapu untuk membersihkan ruang tamu, Seperti biasanya aku befrpura-pura dingin dan masuk ke kamar sambil membaca koran, tetapi pintu kamar kubiarkan terbuka, agar saya bisa leluasa mengamati gerak-gerik Dina dari kejauhan.
Dan ternyata benar sehabis beberapa dikala gelagat Dina mulai nampak ajaib, gerakan ia menyapu tak selincah umumnya, kemudian tatapannya seperti terdiam seperti orang yang sedang galau dan gusar. Dina pun meletakkan sapunya kemudian masuk ke dalam kamarnya. Akupun segera keluar kamar dan berpura-pura ke kamar mandi, sesampainya di depan kamar Dina secepatnya kuintip dia dari lubang kunci pintu.
Wah….ternyata benar dugaanku , Si Dina masturbasi dengan hebatnya untuk memuaskan nafsunya, dan ternyata khasiat obat perangsang wanita itu terbukti, kemudian kulanjutkan lagi mengintip Dina dan aku menjajal untuk tak mengeluarkan suara yang keras, takutnya mengganggu fokus Si Dina yang lagi horny banget di kamarnya.
Lagian aku ingin menikmati panorama itu, ohhhh...ternyata tubuh Dina sexy juga, dan parasnya kelihatan bagus dikala orgasme, Dina membuka lebar-lebar pahanya, dan selangkangannya diraba-raba dengan tangannya sendiri lalu satu lagi tangannya meremas-remas payudaranya sendiri.
Matanya merem-melek lalu bibirnya sedikit menggigit karena menahan nikmat yang hebat. beberapa ketika lalu jarinya mulai ia masukkan ke dalam Vaginanya yang cukup lebat dengan rambut hitam yang berkembang diareanya. Diapun mengesek-ukiran memek dengan jarinya.
Dengan gerakan keluar masuk kian cepat lalu melambat lalu dipercepat lagi, sambildimainkannya itil yang nampak berwarna merah muda, dan diputar-putar kemudian digesek-gesek. Wajahnya menengadah ke atas sambil memejamkan matanya kemudian Dina mulai mempercepat jarinya keluar masuk ke dalam memeknya.
Terus terperinci saja akupun ikutan terangsang, tanpa sadar saya membuka perlahan retsletingku dan kukeluarkan kontolku yang telah ngaceng dari tadi, lalu tangan kananku mulai mengurut penisku maju mundur, dan aku onani di depan pintu kamar Dina.
Sambil terus mengintip dari lubang pintu itu saya mulai membayangkan sedang menyetubuhi SiDina, Dengan posisi aku berada di atas tubuhnya Dina sambil kumasukkan penisku ke dalam memeknya, dan bayangan itu kian terperinci didalam pikiranku yang kian ga terkontrol, lalu saya mengocok penisku terus menerus dan berusaha tak mengeluarkan suara.
Yah...takutnya Dina mendengarnya, Nah beberapa ketika kemudian Dina mulai mengerang dan mencoba menahan suaranya, sambil pinggulnya nungging dan kepalanya mengarah ke samping dan tangannya keluar masuk memeknya yang kian cepat lalu mulai terhenti, Kemudian Dina terkulai lemas alasannya adalah beliau telah mencapai klimaksnya,
Dina sudah orgasme, lalu aku masih onani alasannya adalah tanggunglah nih penisku sedang nikmat-nikmatnya kuikocok, segera kuintip Dina yang masih terkulai lemas dan pahanya masih terbuka lebar, kemudian kukocok-kocok kembali semakin cepat sambil kuperhatikan bentuk memeknya yang lembap itu, oooooh sangat menumbuhkan hasrat sekali, dan tak lama kemudian aku pun segera mengeluarkan sperma di depan pintu kamar Dina.
Lalu secepatnya kubersihkan dengan kain pel yang ada di bersahabat pintu kamarnya lalu kumasukkan kembali kontolku, dan saya pun kembali ke kamarku sambil berpura-pura tidak terjadi apa-apa. Dan dari kamarku tampakDina mulai melanjutkan menyapu lantai ruang tamu, sesaat kuperhatikan Dina dan kuingat lagi pemandangan tadi , hmmmm ternyata Dina bagus juga ya ketika bugil tadi.
Jam telah menunjukkan pukul 5 sore, akupun keluar dari kamar untuk memberi makan ikan emasku di akuarium, kemudian Dina mendekatiku sambil menjinjing sebuah tas kecil, ia kelihatan bagus dan segar alasannya habis mandi. Dia berdandan dengan tata rias minimalis di parasnya, lalu dia segera pamit mau pulang alasannya adalah di rumahnya akan diadakan hajatan mungkin besok sore beliau kembali lagi.
Lalu saya memberinya uang Rp.50.000 untuk biaya naik angkot atau ojek. Dan Dina pun segera berlalu dari hadapanku, sesaat kuperhatikan dari belakang bodynya serta bokongnya yang sintal dan seksi, kumulai membayangkan dia telanjang seperti tadi sore dikala dia sedang masturbasi. hmm Dina ini memang cantik untuk ukuran seorang pembantu, namun sayang mungkin sebab faktor ekonomi jadi nya orangtuanya tidak bisa membiayainya untuk melanjutkan sekolah .
Dan beberapa dikala lalu terdengar pintu rumahku diketuk, kayaknya ada tamu. Dan tamunya ternyata Dita, Salah satu anak SMA yang tadi memberiku ajuan dan tadi saya suruh ke rumhku ketika sore hari. dengan komitmen aku mau menunjukkan pemberian sore ini, lalu aku menyuruhnya masuk.
“Lho Mana Fanny?”,tanyaku.
“Fanny sedang dirumah Pak RW buat ngambil perlindungan juga, om, Dan sekarang kami bagi peran Om”, jawab Dita.
Aku pun segera masuk ke dapur dan menyebarkan Dita minuman, kemudian disaat memasukkan gula ke dalam gelas, datang-datang muncul niat jahilku, dan aku teringat dengan obat tetes yang tadi sukses saat mengerjai Dina pembantuku .
Akupun menjajal untuk ngerjain Dita, kuteteskan beberapa tetes ke dalam teh yang saya buat untuk Dita dan kubawa ke ruang tamu. Aku mempersilakannya minum dan kukatakan padanya bahwa pembantuku sedang ada perlu dan pulang ke rumahnya, jadi aku yang membuatkan minuman.
“Ah ga lezat nih jadi ngrepotin om, makasih ya om”, kemudian Dita meminum seteguk dan kami pun lanjut ngobrol lagi, sesaat kuperhatikan Ditapun menjelaskan panjang lebar tentang aktivitas yang akan dikerjakan dan mulai kuperhatikan sesekali dia meneguk minuman yang sudah tercampur dengan obat tetes itu. Dengan tabah akupun menanti reaksinya sambil berpura-pura memperhatikan semua yang ia jelaskan padaku.
Selang beberapa menit lalu nampak Dita mulai tersedak, dan omongannya mulai sedikit berantakan, akupun tersenyum kecil dan didalam hati aku bersorak sebab obat perangsang wanita itupun mulai menawarkan reaksinya, kelihatan kaki Dita mengusap kecil seperti menggesekkan pahanya ke bagian memeknya, namun ia berusaha menyembunyikan hal itu dariku, padahal aku telah tahu itu reaksi karena libidonya mulai naik.
“Minumnya dihabiskan dulu non, mumpung masih anget, apa perlu aku tambah lagi?” kataku.
“ahhh ssh.. u…udah ga usah ma…makasih”, jawabnya sambil sedikit terbata sambil berupaya menghabiskan minumnya,
Dita juga mulai bangkit dan mau pamit. kemudian dia mengulurkan tangannya untuk bersalaman, segera kupegang tangannya yang sedikit bergetar itu.
“Nanti aja pulangnya non, kita ngobrol dulu ya ”, sambil kudekati tubuhnya dan kupegangi tangannya yang satu lagi. kini kami pun saling berpegangan tangan dan bangkit berhadapan, Dita juga mulai salah tingkah, lalu kutarik tubuhnya secara perlahan-lahan kearah tubuhku, dan kurasakan dadanya berdegup kencang , diapun malu sambil menundukkan pandangannya.
Dan dengan pelan kuangkat dagunya lalu dia menatapku, kami bertatapan cukup usang, lalu dengan mesranya kusentuh bibirnya yang mungil itu, Dita pun membisu saja sambil kurasakan dadanya kian berdegup kencang. kemudian kudekatkan tubuhku sampai badan kami bersentuhan sambil kupegang pinggulnya, dan menariknya ke arah tubuhku secara perlahan-lahan.
Dengan pelan mulai kudekatkan bibirku ke wajahnya, kemudian kusentuh bibirnya dengan bibirku, Ditapun mendesah sambil memejamkan matanya seolah beliau mengizinkan saya menciumnya, kemudian bibir kami pun berpagutan, kami berciuman dengan nafsunya mirip dua orang yang saling mengasihi.
Tanganku sudah mulai bergerilya, sambilkuremas-remas bokongnya dengan tanganku, lalu kontolku mulai menegang alasannya adalah bersentuhan dengan memeknya yang tembem itu. Dan Tubuh kami bergerak-gerak seperti sedang menikmati kenikmatan yang mulai terasa mengalir di dalam darah kami masing-masing.
Sambil Kudorong tubuhnya ke pintu dan kupeluk ia dengan lembutnya, kemudian ciuman ku turunkan ke bab lehernya, ketika kuciumi lehernya yang putih dan itu Dita semakin pasrah dalam kenikmatannya, dan kuturunkan lagi wajahku menciumi bab dadanya, dengan perlahan tanganku mulai mengangkat kaosnya ke atas, sambil kuremas dadanya dengan tanganku bergantian,
Dia eksklusif menggelinjang ketika kuciumi kembali lehernya sambil kubuka pengait BHnya dari belakang. ohh....sekarang puting susunya nampak jelas di depanku, dan kumainkan dengan jariku sesekali kuremas-remas kemudian kuhisap-hisap dengan nafsunya, Reaksi Ditapun menggelinjang dan menggoyang-goyangkan tubuhnya. Dita seperti kesurupan, akupun semakin bernafsu saja melihat Dita yang pasrah sambil menyerahkan tubuhnya untukku.
Tanganku mulai turun ke bawah sambil menyelinap ke dalam celana nya, kumulai merasakan kehangatan memek Dita, mulai lagi kugesek-gesek dengan jariku sambil kucoba memasukkan dengan lembut jari telunjukku ke dalam memeknya. Dan Dita memegang tanganku tampaknya menahan sambil menyuruhku memasukkan jariku dengan lebih lembut . Lalu aku memasukkan jariku lebih ke dalam lagi, Ditapun mendesah tandanya dia mencicipinya akupun juga kian bersemangat untuk mengocokkkan jariku ke dalam memeknya.
Tanganku yang dari tadi ingin bebas meraba-raba memeknya , maka aku turunkan saja celana dalamnya sekaligus celana dalamnya, Dan Dita mulai memelukku bersahabat sepertinya tidak ingin kehilangan kenikmatan itu. Dan kubalas pelukannya dengan ciuman di keningnya, lalu kuraba-raba memeknya sambil kujilati puting susunya yang kenyal itu . sangat aku sungguh menikmati permainan ini.
Segera kugendong tubuh Dita masuk ke dalam kamarku, lalu kurebahkan beliau di atas kasur, sambil kutelanjangi ia, Anehnya dia membisu saja hanya sedikit malu sambil tanganya menutupi memeknya. Dan akupun segera melepaskan baju dan celanaku, sehingga kini kami berdua telah sama-sama bugil. Dan tidak menduga aku bisa menerima rejeki nomplok kayak gini.
Ternyata seorang cewek bagus Sekolah Menengan Atas yang sedang ranumnya itu telah bertelanjang bulat di depanku sambil pasrah aku entot memeknya. Oh ini semua berkat obat perangsang perempuan Potenzol sumbangan dari Pak Salman. Akupun mulai membuka pahanya lebar-lebar dan menindihnya sambil kuciumi bibirnya dan tanganku mulai meremas-remas kedua belah dadanya,
Dan penisku seperti mendapatkan sarangnya yang selama ini diidamkanya , kemudian tangan Dita memegang penisku sambil mengarahkanya ke dalam lubang senggamanya, lalu beberapa dikala kemudian sleeppppp..sleeeppp... penisku mulai masuk ke dalam vaginanya, Lalu dinding vaginanya itu mulai memberikan sensasi kenikmatan yang hebat. dan penisku kayak disedot-sedot sama memeknya, sebab memeknya sempit kenyal dan juga hangat, betapa lezat sekali.
Dan dengan lembut kukeluar-masukkan Penisku di memeknya Dita, sambil kukocok-kocok dengan perlahan lalu kukeluarkan dan kumasukkan lagi tetapi lebih ke dalam memeknya . Dan Ditapun mengerang keenakan, dia menggigit bibirnya, Dan aku juga kian nikmat saja. Lalu Kuangkat pahanya ke atas, sambil kutarik penisku dan kembali lagi kontolku kumasukkan dari arah atas memeknya, dengan perlahan dan sleepp… risikonya kontolku masuk lagi ke lubang memeknya yang makin hangat, sekarang seutuhnya penisku sudah masuk lubang vagina Dita.
Ditapun memelukku dengan bersahabat, sambil terus kupacu kontolku keluar masuk memeknya dengan segera dan penisku terasa agak panas dan tampaknya spermaku mau keluar, lalu segera kucabut penisku , takutnya kalau spermaku masuk di dalam, nanti Dita mampu hamil. Lalu Kugesek-gesekkan kontolku diarea di potongan dadanya Dita, tangannya membantuku dengan mengurut-urut penisku, akhirnya .... cuuurrrr spermaku keluar membasahi pecahan dada Dita.
Oh... rasanya lezat sekali ngentotin memek anak Sekolah Menengan Atas, Dita kapan-kapan kita ML lagi ya, Dan Ditapun sudah bersedia menyerahkan tubuhnya padaku, ah siapa tahu besok Fera atau bahkan temannya yang lain kesini , Dan akan kuberi obat perangsang Ampuh juga , lalu karenanya …mereka semua kuentot juga… ahhh ahhh... hahahah .....aaaahhh nikmatnya.

0 Response to "Cerita Ngentot Berkat Obat Peransang"