Cerita Cukup Umur Di Tangga
By Blinger
—
Selasa, 20 Februari 2018
—
Add Comment
—
Cerita Dewasa,
Cerita Lesbian,
Cerita Mesum,
Cerita Ngetot,
Cerita Sex
Pesonaceritaku.com - Cerita Dewasa Di Tangga - Perkenalkan namaku Rudy. Aku umumdiundang Rudy Aku bekerja di sebuah bank di daerah Sudirman. Aku telah bekerja di bank ini selama hampir 2 tahun. ada project yang melibatkan kami bareng . Singkat kisah kami menjadi begitu bersahabat dan sungguh akrab. Kami sering berkirim pesan singkat dan bersenda gurau dikala jam makan siang. Aku mengagumi kecantikannya dan kemandiriannya sebagai seorang perempuan. Dia sering bercerita kepadaku bahwa ia ingin mempunyai sosok seorang lelaki yang mampu membuatnya merasa dipimpin dan nyaman. Perasaan tersebut ia dapatkan di dalam diriku. Sejenak aku melongo dan tatapan matanya menyatakan seakan-akan aku pria idamannya. Aku pun menyukainya.
Cerita Dewasa Di Tangga
Project yang kami kerjakan mempunyai deadline 2 bulan. Kami sering lembur bareng sampai pagi di kantor. Dia dan aku adalah dua orang yang begitu “workacoholic”. Aku menggemari hasil kerjanya dan kecantikannya yang luar biasa. Kulitnya yang putih mulus dengan kakinya yang jenjang dibalik rok hitam pendek yang umum dipakainya ke kantor membuat darahku berdesir kencang. Aroma tubuhnya yang begitu menggoda ditambah dengan buah dadanya yang menyembul di balik kemejanya membuat aku ingin melaksanakan relasi intim bersamanya. Sampai sebuah malam aku tidak dapat membuka pintu menuju kantorku di lantai 30 alasannya ID card ku tertinggal di dalam ruangan. Saat itu sekitar jam11 malam. Lift sudah berhenti beroperasi, sehingga saya terpaksa menggunakan tangga darurat menuju ke lantainya. Aku menelponnya untuk membukakan pintu kantornya supaya aku dapat mengakses folder-ku dari komputernya. Ternyata sehabis saya naik 5 lantai, saya mendapatinya sedang bangkit menatapku sambil tertawa kecil di tangga darurat itu. Dia berkata,
“Kamu niscaya telah renta ya Rudy Masa lupa sama ID Card sendiri .. Hahaha …” Walaupun kami tau bahwa kami seumuran, saya membalasnya dengan berkata,
“Mungkin nih aku telah renta. Tapi pinggang ke bawah masih muda … ” Kemudian dengan tanggannya bertolak di pinggang dan gayanya yang manja ia berkata,
“Ah periode sih … Aku ga yakin.” Saat itu juga gairahku berdiri dan berupaya untuk membuktikannya.
Lalu saya mulai merangkul pinggangya dan berbisik di telinganya,
“Akan saya buktikan kepadamu sayang.” Lalu aku menyibakkan rambutnya dan mencium daun telinganya.
Lalu saya mencium lehernya dan terus ke arah bibirnya. Aku pun menyandarkan dia di dinding. Lalu kami saling berciuman dengan lidah kami saling berpagutan. Lalu beliau saya membuka kancing kemejanya perlahan-lahan. Aku melihat dua gundukan di balik kemejanya.
Dengan bra merah yang bermotif bunga dan sedikit transparan aku bisa melihat pentil payudaranya di balik motif bunga yang ada. Dia pun mulai menawan
kemejaku ke atas. Aku membuka kemejanya dan totally saya menyaksikan bra merah dengan buah dada yang begitu menumbuhkan hasrat. Kulit putihnya yang mulus membuatku merasa semakin kasar dibuatnya. Kemudian saya pun membuka kemejaku sambil menciuminya di daerah leher dan berciuman bibir sambil memainkan lidah kami. Lalu aku membuka kaitan branya dan membuatnya topless tanpa sehelai benangpun menutup
buah dadanya yang mulus. Sesekali aku mendengar rintihan darinya ..
“Ahhhh Ehhhh” Dia pun mulai memegang ikat pinggangku dan kubantu untuk melepaskannya dan membuka kaitan celanaku dan menurunkan resleting celanaku.
Aku coba merabah buah dadanya yang begitu menggairahkan dan sembari memainkan pentilnya yang begitu kencang. Kemudian saya membuka kaitan roknya yang ada di belakang dan menurunkan resletingnya. Aku membuka roknya dan mendapati ia memakai celana dalam hitam dengan motif transparan. Aku mampu melihat jembutnya di balik celana dalam itu. Lalu aku
menurunkan celana dalamnya dan menjadikannya bugil di hadapanku. Kemudian sambil meliuk-liuk dan turun ke bawah beliau memegang kontolku yang menegang keras. Ia berkata,
“Rudy, let me suck your dick”. Dan aku berkata,
“Yes baby, please suck my dick”. Lalu tanpa arahan dia pun menurunkan celana dalamku dan menyaksikan kontol yang begitu besar dan panjang
di depan mukanya. Tanpa sangsi ia langsung menjilat dan menghisap kepala kontolku, sambil berbalik dan aku bersandar di dinding, ia menghisap kontolku dalam posisi jongkok. Aku cuma mampu mendesah keenakan
“Ahhh baby … Yeah baby … Ahhh” Akupun menikmati setiap kuluman yang dia berikan terhadap kontolku.
Ia menawan kepalanya ke depan dan ke belakang untuk menerima semua kontolku di dalam mulutnya. Sambil mengocok kontolku, dia menghisap kembali kontolku. Dan aku cuma bisa keenakan dan berkata
“Oh baby …. ya baby”
Setelah beberapa dikala beliau menghisap kontolku, dia berkata,
“Kamu belum ngecrot juga Rudysl” dan aku berkata
“Belom honey ..” Aku pun mengangkatnya ke atas dan membalikkan tubuhnya sehingga kedua buah dadanya melekat ke dinding.
Sambil menahan kedua tangannya di tembok ala polisi amerika menangkap penjahat. Aku pun memegang kontolku dan memasukkannya ke lubang keperawanannya. Sambil memegang kedua tangannya di dinding saya terus memompa penisku ke dalam vaginanya. Sambil membisikkan beberapa kata-kata kotor ke telinganya membuat dirinya kian berangasan. Dia hanya mampu mendesah menikmati setiap hujaman penisku
“Ehhh …. Ehhh …. Ahhh …..Ahhhh …. Ehhh” Kemudian saya membalikkan tubuhnya dan mengangkat kedua kakinya ke pingganggku sambil memasukkan penisku ke vaginanya. Kedua tangannya merangkul bagian belakang leherku sambil sesekali menjambak rambutku. Aku terus menghujami vaginanya dengan penisku namun dengan gerakan yang kian cepat. Ia pun menggelinjang keenakan sambil cucuran keringatnya menetes dari dahinya. Dengan buah dadanya yang bergerak setiap kali aku mendesakkan penisku ke vaginanya membuatku kian bergairah untuk menghujamnya dengan penisku.
Setelah beberapa saat saya merebahkan punggungnya di atas tumpukan busana kami yang tergeletak di bawah, lalu aku mengangkat kedua kakinya ke bahuku dan aku memasukkan penisku perlahan ke lubang vaginanya. Ia pun menggelinjang keenakan. Sambil memejamkan matanya beliau mendesah dan berkata,
” Aaaahhhhh faster Rudy …. aaaahhhhhhh …. aaaahhhhh” Aku pun mempercepat gerakanku dan membuatnya semakin menggelinjang.
Kemudian saya membuka kedua kakinya sehingga aku dapat melumat bibirnya, meremas-remas buah dadanya, sambil menggerakkan penisku keluar masuk vaginanya. Dia begitu merasakan kenikmatan yang aku berikan.
Kemudian saya membantunya bangun dan sambil membungkuk dan memegang pegangan di tangga darurat, saya pun mulai kembali memasukkan penisku ke vaginanya. Sambil meremas kedua buah dadanya dan sesekali memainkan putingnya yang mengeras saya menggerakkan penisku di dalam vaginanya. Ia merasa sungguh-sungguh kenikmatan yang ada.
“Uuhhh … aahhhh …. uuuhhhhhh … ahhhh” desahnya dikala penisku bergerak maju mundur.
Sampai akhirnya aku merasakan cairan panas keluar dari vaginanya. Dan tidak selang beberapa usang saya pun mulai mengecrotkan spermaku di dalam vaginanya. Setelah itu kami saling berpelukan dan berciuman mesra.
Untungya malam itu kantor begitu sepi dan hanya kami berdua di tangga darurat. Sejak ketika itu kami sering melakukan hubungan seks sampai project kami habis pun kami tetap melakukan korelasi seks dengannya di aneka macam kawasan, mirip di hotel, di villa dikala kami berlibur berdua, dan berbagai daerah yang lain. Kami sangat menikmati petualangan seks yang kami kerjakan

0 Response to "Cerita Cukup Umur Di Tangga"