728 x 90

Native bar

Kisah Seks Remaja Dengan Gadis Kampung

 Pesonaceritaku.com - Cerita Seks Dewasa Dengan Gadis Kampung - Kala itu saya numpang kost di rumah temanku yang sudah berkeluarga, sedang seorang gadis adik temanku kebetulan numpang juga di rumah itu, selaku pengasuh anak-anak temanku itu, berhubung suami istri melakukan pekerjaan . Pada awalnya saya menatap gadis itu Nani namanya, biasa-biasa saja, maklum saya walaupun sudah cukup dikatakan sampaumur (27) namun sekalipun belum pernah mengenal wanita secara khusus terlebih namanya pacaran, maklum orang tuaku menekankan belajar lebih utama untuk periode depan.


 Kala itu aku numpang kost di rumah temanku yang sudah berkeluarga Cerita Seks Dewasa Dengan Gadis Kampung
 Cerita Seks Dewasa Dengan Gadis Kampung

Apalagi sehabis aku simpulan kuliah dan eksklusif melakukan pekerjaan , saya merasa sukses menikmati hasilku selama ini. Itu sekedar background kenapa gadis itu aku pandang umumsaja, karena beliau hanya lulus Sekolah Dasar sehingga saya kurang peduli jikalau saya menyadari tingkat pendidikanku sendiri. Namun dari hari kehari Nani si gadis itu senantiasa melayaniku menawarkan makan, menjaga kebersihan kamarku, dan bahkan mencuci bajuku yang sering kali tanpa aku minta meskipun aku bekerjsama biasa mencuci sendiri, namun adakalanya saya cukup sibuk kerja, sehingga waktuku seringkali serasa di buru-buru.

Rupanya gadis itu sedikit meletakkan hati, namun saya tidak tanggap sekali. Terlihat dari cara memandangku, sehingga saya terkadang pura-pura memperhatikan ke arah lain. Sampai pada sebuah ketika, dimana temanku beserta anak istrinya mudik untuk suatu kebutuhan selama seminggu, sedangkan adik perempuannya alasannya adalah mesti menyediakan makan setiap kali untukku, tidak diikutkan pulang, sehingga tinggal aku dan si gadis Nina itu di rumah.

Rupanya kesendirian kami berdua menyebabkan situasi lain di rumah, dan sampai pada suatu pagi ketika gadis itu sedang menyapu kamarku yang kebetulan aku sedang bersiap berangkat kerja, masuklah gadis itu untuk menyapu lantai. Sebagai mana posisi orang menyapu, maka dikala gadis itu membungkuk, aduhh.., rupanya perh yang sedang bercermin tersapu juga oleh panorama yang menakjubkanku. Dua buah melon yang subur segar terhidang di depanku oleh gadis itu, dengan sedikit basa kedaluwarsa gadis itu menyapaku entah sadar atau tidak beliau sudah menarik perhatianku karena payudaranya yang tidak terbungkus BH, kecuali dibalut baju yang berpotongan dada rendah. Dengan tidak mencampakkan kesempatan saya nikmati keindahan payudara itu dengan leluasa lewat cermin selama menyapu dikamarku. Menjelang beliau tamat menyapu kamarku, datang-datang dia dekap perutnya sambil merintih kesakitan dan paras yang menampakkan rasa sakit yang melilit.

Dengan gerak refleks, saya pegang lengannya sambil saya tanya apa yang ia rasakan. Sambil tetap merintih ia jawab bahwa rasa mules perut datang-tiba, maka saya latih dia ke kamarnya dengan tetap merintih memegangi perutnya hingga ditempat tidurnya. Kusuruh beliau rebahan dan memintaku untuk diberikan obat gosok untuk perutnya. Segera aku ambilkan dan sambil berjaga ia gosok perutnya dari balik blousenya. Tetapi tiba-datang ketika menggosok lagi-lagi beliau mengerang dan mengaduh, sehingga membuatku sedikit panik dan membuatku segera ikut memegangi perutnya dan sambil ikut mengurut juga. Dan nampak sedikit agak menyusut rintihannya, sambil masih tetap kuurut perutnya. Kepanikanku mulai hilang dan aku mulai sadar lagi akan keindahan payudara gadis itu berbarengan dengan bangkitnya perasaan gadis itu selama aku urut tadi mulai menelusuk ke tubuhnya mencicipi kenikmatannya juga dan dengan datang-datang tanganku dipegangnya dan dibimbingnya tanganku ke taman berhiaskan buah melonnya yang subur segar dan saya turuti saja kenikmatan bareng ini untuk mengusap buah melon yang tidak terbungkus itu, dan tanganku terus menelusup diantara buah-buah itu sambil memetik-metik putingnya. Gadis itu mulai merintih lezat, dan erangan halus dan memberi kode tanganku untuk terus dan terus memilin puting buahnya yang kian menegang.

 Baru aku sadari bahwa untuk kali pertama aku mencicipi puting gadis yang menegang jikalau sedang terangsang dengan erangannya yang menciptakan penisku yang dari tadi ikut mengeras tambah menekan di dalam celanaku yang sebenarnya telah siap untuk berangkat kerja, tetapi untuk sementara tertunda. "Eehh.. Mas.. gelii.. tetapi lezat, aahh.. eehmm aduuhh lezat mass.." Posisi beliau ketika itu sambil duduk membelakangiku, dan datang-datang dia menyandar ke dadaku sambil menengadahkan mukanya dan mulutnya mengendus-endus leherku.

Tanpa buang waktu, mulutku pun kuenduskan ke lehernya dan berikutnya lisan kami saling berpautan, saling mengulum dan saling menjulurkan pengecap dengan sarat nafsu, sementara tanganku terus menyusuri buah-buah yang subur itu untuk memajukan kegairahannya, sedang tangan gadis itu mulai hilang kesadarannya oleh kenikmatan itu dengan ditandai kegairahannya untuk melepas kaitan rok bawahannya dan dilanjutkan ke kancing-kancing blousenya. Kembali kesadaranku terkesima untuk pertama kali saya menikmati keutuhan badan seorang gadis yang hanya mengenakan CD-nya. Namun untuk ketika itu juga saya terperanjat, "Eiitt, Nina ini sudah jam delapan, saya harus berangkat kerja wahh, aku terlambat", kataku. Kami saling terpana pandang dan saling senyum tertahan dan kemudian kami berpeluk cium, sambil saya berkata, "Entar saya berangkat dan aku secepatnya kembali, hanya untuk minta ijin bila saya ada kebutuhan yahh, gimana?". "He.. eh, Mas entar kita terusin lagi ya Mas, tapi kesepakatan lho, ehh tetapi Mas?".

"Kenapa Nan.." tanyaku. "Mas kemot dulu dong buah dadaku, ntar gres boleh berangkat". Achh lagi-lagi kenikmatan yang tak mampu ditangguhkan pikirku, dengan "terpaksa" aku kemot putingnya dan dengan sarat gairah aku kemot buah dadanya sampai hampir merata bekas kemotan di kedua buah dadanya, hingga-sampai si Nani tak percaya keganasanku. Kami saling melepas pelukan yang seolah yaitu kerinduan yang selama ini usang terpendam. Kebetulan kantorku cuma beberapa ratus meter dari rumah kost yang saya tempati. Selesai saya memberikan alasan yang mampu diterima atasanku, segera saya bergegas pulang lagi. Ketika saya sampai dirumah, yang memang setiap harinya sepi pada jam-jam kerja, maka memperbesar kegairahanku waktu saya membuka pintu depan yang tidak terkunci, dan eksklusif kukunci saat saya masuk. Tetapi pintu-pintu kamar tertutup. Maka yang pertama aku tuju yaitu kamarku. Aku buka kamarku untuk ganti baju kerjaku dengan maksud akan ganti baju kaos dengan celana pendek saja. Aku buka baju dan celanaku satu persatu, dan dikala aku cuma kenakan celana dalamku, datang-tiba dari belakang,

Nina si gadis itu sudah di belakang mendekapku dan ohh, menakjubkan.., rupanya sedari tadi ia aku tinggalkan, beliau tidak lagi kenakan bajunya sambil terus menunggu di kamarku. Maka kembali kenikmatan pagi itu aku lanjutkan lagi, dengan saling meraba dan dengan ciuman yang penuh nafsu dan kami masing cuma mengenakan celana dalam saja, sehingga kulit kami mampu saling bergesekan mencicipi dekapan secara sarat , sementara kami berpelukan dan ekspresi berciuman, penisku merasakan keempukan tonjolan daging di selangkangan Nani yang seolah terbelah dua memberikan sarang ke batang penisku. Sedangkan dadaku mencicipi tonjolan buah dadanya yang lembut dan torehan puting susunya di dadaku. Tanganku bergerak dari punggungnya beralih ke pantatnya yang bulat untuk saya remas-remas, sedang tangannya tetap memegang leher dan kepalaku dengan mulut, bibir dan pengecap saling mengulum. Lama kami pada posisi bangkit "Eeehh.. mmaas eehh eegh enaak sayang ngg.., teruss, teruss.. gelii.. egghh eenaak" erangnya yang setiap saat keluar dari mulutnya. Kegairahan pagi itu kami teruskan di lantai kamarku untuk saling berguling dan tetap saling peluk menaikkan gairah petting kami yang pertama kali di lantai kamarku. Maklum kamar indekost dengan daerah tidurku yang seadanya dan pas-pasan yang niscaya kurang pas untuk kegairahan petting yang memuncak di pagi itu.

Dengan leluasa tangan kami saling bergerak ke buah dada, penis, puting dan satu hal selama ini yang jadi obsesiku adalah harapan yang terpendam untuk mengemot puting jikalau melihat buah dada wanita yang sedemikian bahenol dan menggairahkan, maka aku tumpahkan obsesiku pada kenikmatan pagi itu untuk pertama kalinya. "Mass sayang terruss kemot pentilku.. mmaass gelii, geelii,.. eehm Mas lezat.. terus jilatin pentilku teruss saya peengin di jilatin terus pentilku..". Dengan penuh gairah pertama aku puaskan menjilati putingnya yang aku rasakan semakin menegang dan demikian juga dengan penisku, sambil saya gesek-gesekkan ke tonjolan daging di selangkangannya.

Aku kembali agak terkejut saat batang penisku merasa lembap saat saya gesekkan di tonjolan daging selangkangan Nina yang masih memakai CD, yang bahkan penisku sendiri belum mengeluarkan cairan sperma. Maka sambil mulutku mengemot dan menjilati puting susunya, tanganku menjajal meraba selangkangan Nina diantara kepingan daging, namun tiba-tiba ia memekik "A'aa ehh jangan dahulu Mas nggak tahan gelinya". Maka sementara saya lepaskan kembali dan tangan ku kembali meremas buah dadanya sambil memilin-milin putingnya "Mass.. he'eh begitu kemotin pentilku teruss.., susuku diremass-re'eemas.. e'eenak eeh.. ehghhm.. yangg geli..". Penisku terus saya gesek-gesekkan dicelah selangkangan Nina, "eeh, eehh.. eehh.. eehh.. eeheh.. eh". Demikian lenguhannya setiap saya gesek selangkangannya.

 "Mas.. tarik CD-ku dan lepaskan celanamu..", sampai pada ucapan Nina tersebut maka sementara kami lepas pergulatan itu sambil aku dengan ragu dan deg-degan menarik pelan-pelan CD-nya yang masih dalam kondisi telentang sementara saya duduk dan ia mulai angkat kakinya ke atas saat CD-nya mulai bergeser meninggalkan pantatnya, sambil terus kutarik perlahan-lahan dengan saling berpandangan mata serta senyum-senyumnya yang bandel, maka saya dihadapkan dengan sembulan apa yang disebut clitoris yang ditumbuhi rambut-rambut halus sedikit keriting dan bllaass, lepas telah CD-nya tinggalah celah rapat-rapat menganga semu pink dan semu lembap dengan sedikit leleran lendir dari lubang kenikmatan itu. "Nin.. kenapa sih" tanyaku nakal, "Apanya.. Mas" sahutnya sambil senyum, "Kalau dikemot-kemot payudaranya sama pentilnya tadi". "Aduh rasanya geli banget, rasanya kaya mau mati saja namun nikmat iih geli". "Enggak sakit dikemot dipentilnya tadi" tanyaku, "Enak.. Mas, rasanya pingin terus, jikalau telah yang kiri, terus pingin yang kanan, rasanya pingin dikemot bareng-bareng sama ekspresi Mas. Terus di liang kewanitaanku jadi ikut-ikutan geli nyut-nyutan hingga saya eeghh.. hemm gimana yach bergidik. hhmm" akunya.

"Terus pingin lagi nggak dikemot-kemot?" tanyaku penasaran. "Iiih.. Mas badung, ya.. Pingin lagi dong", sambil tangannya merayap ke selangkanganku yang masih pakai CD, memencet penisku yang mencolokdan juga meremas. "Kalau adik Mas rasanya gimana tuh jika kupegang-pegang gini?, geli nggak?" keingin-tahuannya besar juga. "Sama nikmat rasanya, pengin terus dielus-elus sama Nina terus, geli eh-eh.. eh" dengan penasaran ia mengesek-gesek pas lubang penisku, jadi geli rasanya. "Kalau ininya dipegang-pegang gini gimana Mas?" sambil dia pegang dan raba-raba buah pelirku." Yah lezat juga" tegasku sambil saya elus-elus pahanya yang tidak begitu putih tetapi mulus. "Eh.., Mas tadi kutipu, akal-akalan sakit, habis Mas tampaknya cuek saja", sambil beliau senyum badung menarik hati. Brengsek juga nih anak batinku, nekat juga ngerjain saya. "Mas.. selama sepekan ini kita cuma berdua saja dirumah, terus gimana enaknya Mas?" tanyanya sambil iseng meremas-remas penisku yang tetap tegak sedang aku memilin-milin puting susunya yang juga tetap tegang, "Kita kelonan terus saja sepekan ini siang ataupun malam". Kebetulan kerjaku selama ini hanya hingga jam 14.00 sudah pulang. Dia menarik hati "Terus nanti kalau kelonan terus Mas nanti nggak ada yang nyediain makan gimana dong".

 "Yah nggak usah makan asal kelonan terus sama Nina entar kenyang". Dia bangkit dan memelukku erat-bersahabat dan diciuminya bibirku sambil lidahnya dijulurkan ke kerongkonganku. Sambil melepas ia berkata "Mas kita kelonan lagi yuk hingga sore, terus nanti mandi bareng". Tanganku mulai mengelus clitorisnya dan mulutku terus mengulum bibirnya dan kembali ia telentang di lantai dan aku mulai menindihnya "Mas.. kalau gini terus aku rasanya mau pingsan kenikmatan eehh.. M eghhmm.. aduuh.. lezat Mas di memekku.. geli rasanya teruuss eeghh.. eghh". Dan saya rasakan clitorisnya semakin berair, dan dengan lahapnya jari tengahku aku cabut dari clitnya untuk kujilati jariku dan saya rasakan nikmat gurihnya lendir seorang wanita pertama kalinya. "Eeehh.. eennak.. aahh.. aahh uuhhgg uughhg uuhh.. ehhehh" saat jariku kembali menelusup kedalam lubang clitorisnya. Lenguhan mulutnya dan dengus napasnya menaikkan gairahku yang semakin berkembangtapi saya ragu untuk menuruti naluriku mencoba memasukkan penisku ke lubang senggamanya.

Maka sementara saya tahan walupun penisku pun juga telah semakin lembap oleh lendirku juga. Aku mulai merayap kebawah selangkangannya dan mulutku berhadapan dengan clitorisnya tanpa ia sadari alasannya adalah matanya terpejam menikmati gairah yang dirasakan, ketika lidahku mulai menjilatlubang clitorisnya, kembali ia terpekik "aahhuughh huu.. hu.. egghh aduh.. eggh lezat, aduhh saya gimana nih Mass aahh aku nggak berpengaruh, Mass.. Mas.. eghh.. egh hhgeehh.. Mas." sambil ia aku perhatikan pantat, paha, perut dan kakinya seolah kejang seperti kesakitan tetapi saya bimbang kalau ia sakit, dan malahan kepalaku beliau tekan kuat ke selangkangannya sambil terus berteriak "hehehggheh ahh.. ehhehh.. huhh.. mass.. aku.. akuu rasanya.. eghh" dan beliau bangkit sambil menawan CD-ku yang masih aku kenakan, dan blarr, penisku menantang tegak "Mas masukkan Mas.. eeghheghh" dan dia angkat kakinya sambil telentang beliau bentangkan lebar selangkangannya sambil tangannya membimbing penisku memasuki clitorisnya.

 "Mas.. kocok Mas eghh Mas yang dalam.. kocok terus selangkanganku aduhh eghh Mas enakk". Sambil menekuk kaki, sementara tanganku selaku referensi dan dengan berat tubuhku aku tindihkan dan kuamblaskan penisku ke lubang yang sedari tadi telah menanti, dan saya rasakan sedotan lubang yang sangat berpengaruh pada batang penisku yang rasanya dikemot-kemot. "Eehhgehhg.. teruss. teruss Mas.. maass lezat kocok terus aduuh rasanya aku nggak besar lengan berkuasa mass ada yang keluar eghh.. eeghh. eehhgg aduuhh.. mass.." "ahhgg-agh.. Nani aku aduh egghh, Nani rasanya memekmu ngemot eghh eehhmm.. lezat.. terus sedot" "Mass nikmat.. sekali nikmat.. dalam sekali. Aahh aduh.. hhaghhah Mass.., saya mau keluarr".

 "Aku juga Nan.. ahhgh aku telah mau keluar.. ahgghhah". Dan aku cabut penisku saat dia demikian bergetar dan menyedot sedot penisku sehingga aku tak tahan lagi untuk menyemburkan spermaku dan dikala itu saya merasa beliau terlepas dari penisku, dia bangun dan menyongsong batang penisku dengan mulutnya menyambut semburan spermaku sambil tangannya menggosok lubang clitorisnya, ditimpali dengan lenguhannya yang tidak beraturan dimulutnya "Cppokklep.. plekk.. clepk.. clkek.. cslckek" bunyi mulutnya mengemot dan menguras penisku sementara aku terasa bergetar dan tenagaku berangsur-angsur lemas, hingga dia menjilati sisa sperma pada penisku dengan bersih. Sesaat kemudian aku tidur ditempat tidurku siang itu kelonan berdua yang tidak terasa telah jam 3 sore, dan gres lalu berdiri dengan tubuh terasa agak pegal. Kami kembali berpagut usang dengan saling rabaan dan remasan masih dalam keadaan tanpa pakaian. Akhirnya kami mandi bersama dengan air yang sebelumnya kami. Itulah pengalaman pertama kaliku menikmati kekerabatan seks dengan seorang gadis kampung berjulukan Nani.

0 Response to "Kisah Seks Remaja Dengan Gadis Kampung"

sosial bar