Cerita Sex Ngentot Putri Anak Keraton
By Blinger
—
Senin, 19 Februari 2018
—
Add Comment
—
Cerita Dewasa,
Cerita Lesbian,
Cerita Mesum,
Cerita Ngetot,
Cerita Sex
Pesonaceritaku.com - Cerita Sex Ngentot Putri Anak Keraton - Siang itu tampak rombongan pemburu berkuda tengah berkeliaran dilereng Gunung Arjuna. Rombongan itu terdiri dari dua orang gadis manis dan empat orang tentara pengawal. Dua orang gadis itu yaitu Putri dari Kerajaan Singosari. Dua orang putri ini sudah sungguh populer kecantikannya hingga ke pelosok negeri. Apalagi putri yang pertama, yakni Putri Tribuana Tungga Dewi yang berumur 19 tahun. Putri Tribuana memiliki bentuk tubuh tinggi semampai dengan buah dada yang sedang ranum-ranumnya. Wajahnya agak lonjong dengan bibir tipis yang menumbuhkan hasrat, serta mata yang bening dan hidung yang mancung. Rambutnya yang lurus dan panjangnya sampai punggung.
Cerita Sex Ngentot Putri Anak Keraton
Putri Tribuana menggunakan celana panjang berwarna hijau, sementara dipinggangnya melilit kain sebatas lutut yang sangat indah. Banyak sekali pangeran-pangeran dari kerajaan tetangga yang tergila-asing dan berupaya melamar, tapi Putri Tribuana selalu menolaknya.
Putri yang satu ialah adik dari Putri Tribuana yang bernama Putri Ayu Pualam. Putri Ayu gres berusia 15 tahun, tapi kecantikannya tidak kalah dengan kakaknya. Kulitnya putih mulus mirip susu, dengan buah dada yang tidak begitu besar, tetapi sudah terlihat menonjol. Wajahnya senantiasa ceria dengan bibir mungil yang selalu tampak berair kemerah-merahan. Putri Ayu Pualam tampak cantik duduk diatas kuda sambil tangannya memegang busur dan anak panah. Dua orang putri kerajaan itu memang gemar sekali berburu dan berpetualang. Kalau sudah berburu kadang hingga berhari hari. Kali ini rombongan Tuan Putri terlihat masuk jauh ke dalam hutan di lereng Gunung Arjuna. Kedua putri itu tampaknya ingin tau dengan sepinya hewan buruan. Tidak sadar bahwa hutan makin lebat dan gelap. “Tuan putri, maafkan hamba, tampaknya hari menjelang gelap, sebaiknya kita secepatnya mendirikan tenda, agaknya kita terpaksa menginap di hutan ini.” seorang prajurit berkata sambil jongkok menyembah. “Baiklah, agaknya kita harus menginap di sini Nimas Ayu.” Putri Tribuana memandang adiknya. Putri Ayu Pualam cuma mengangguk, lalu meloncat turun dari kudanya.
Malam itu Kedua putri itu tidur dalam satu tenda, sementara di luar tampak para serdadu berjaga secara bergiliran. Tanpa mereka pahami, dari jauh tampak beberapa pasang mata mengawasi mereka. Mereka yakni para perampok yang kebetulan juga bermalam di hutan itu, jumlah mereka 4 orang. Yang paling depan sepertinya pemimpin mereka, tubuhnya tinggi besar, mukanya sarat brewok dan cambang yang tidak terurus. “Siapa mereka kakang? kayaknya putri keraton. Wadoh.. doh.. dooh ..elok-elok lagi.” “Hmm.. jika dak salah, mereka itu dua orang putri dari Singosari yang sungguh terkenal kemolekannya itu.” Si brewok bergumam. “He..he..he.., malam ini kita akan pesta” “Hah.. Gila kau, Kang! Kalau benar ia putri dari Singosari, sama saja kita cari penyakit. Sang Prabu Singasari pasti akan sungguh marah, dan memerintahkan pasukannya untuk membunuh kita”. “Ah, goblok!! kita kan bisa lari ke Kediri, pasukan Singasari tidak akan berani mengubek-ubek Kediri. Atau kemanalah, pokoknya tidak di Singasari.”
“Iya Kang, kapan lagi kita bisa menikmati tubuh putri keraton yang telah sungguh populer kecantikannya itu.” Perampok yang lain menyahut sambil jakunnya turun naik. Akhirnya keempat perampok itu sepakat. Maka disusunlah rencana. Keempat prajurut pengawal itu mesti dibunuh dulu dengan serangan mendadak yang dilakukan bersama-sama. Satu orang membunuh satu serdadu. Keempat perampok itu mempunyai ilmu kanuragan yang tidak mengecewakan, dengan ilmu meringankan tubuh mereka dengan hati-hati mendekat dengan menyelinap diantara rimbunan semak dan batang pohon. Si brewok memberi kode, maka berbarengan keempat perampok itu dengan golok terhunus menerkam serdadu pengawal itu. “Wuut.. wuut.. creess.. creess” Dua orang prajurit yang sedang tidur tanpa kesulitan mereka tebas batang lehernya hingga putus. Sementara dua orang prajurit yang sedang berjaga sempat menawarkan perlawanan. Tapi jadinya mereka roboh juga dengan perut robek dan dada tertembus golok. “Hei, pengawal. Apa yang terjadi di luar?” Putri Tribuana dan Putri Ayu Pualam meloncat keluar sambil membawa pedang. Tapi begitu sampai di luar tenda, Putri Tribuana ditubruk oleh dua orang perampok hingga jatuh terguling. Putri Tribuana menjerit, sementara pedangnya terlepas dari tangannya.
Perampok itu mendekap tubuhnya dari belakang dengan sungguh bersahabat. “Aduhh, hei.. lepaskan!! Apa kalian tidak tahu kami ialah putri dari kerajaan Singasari!!” “Heh.. heh.. heh.., siapa yang tidak tahu bahwa paduka yaitu putri dari Singasari. Tapi justru itu kami ingin sekali mencicipi bagaimana rasanya bersetubuh dengan putri keraton. Wuaahh.. niscaya lezat sekali.. waduuh.. nggak sabar saya heh.. heh.. heh.” “Kalian gila!! Kalian mampu disiksa dan dipancung jikalau kalian tetap nekat.” “Heh.. heh.. kami rela dipancung kok, asal bisa menikmati tubuh tuan putri.” kata perampok yang satu sambil tangannya secara kurang didik meremas-remas payudara Putri Tribuana yang masih tertutup baju. Sementara perampok yang mendekapnya berusaha mencium pipi sang putri yang putih mulus itu dari belakang. “Bangsat!! Lepaskan saya, lepaskan!!” Putri Tribuana meronta-ronta. Biarpun sang putri meronta-ronta sekuat tenaga, tapi tetap saja tenaganya kalah besar lengan berkuasa. Akhirnya Putri Tribuana lemas sendiri. Seorang perampok memasukkan tangannya ke dalam baju sang putri, tangannya yang agresif menemukan gundukan kenyal dengan puting ditengahnya.
“Woouu.. kenyal sekali susunya, masih kenceng lagi.” perampok itu dengan gemas meremas-remas payudara Putri Tribuana. Sementara nasib Putri Ayu Pualam tidak jauh berlawanan. Sang Putri telah tidak berdaya dalam dekapan kuat Si brewok. “Kakang, kita bawa ke mana mereka? Tak jauh dari sini ada gubuk kosong, kita bawa ke sana mereka. Totok dahulu mereka” Dua orang putri itu ditotok syarafnya sehingga tidak bisa bergerak. Lalu mereka dipanggul di bahu dan dibawa masuk lagi kedalam hutan. Gubuk itu tidak begitu luas, hanya mempunyai satu ruangan. Di dalamnya tidak ada daerah tidur, tapi ada beberapa tikar pandan. Putri Tribuana Tungga Dewi dan Putri Ayu Pualam ditidurkan di lantai dengan bantalan tikar pandan. “Wahh.. mimpi apa saya semalam, pasti mereka masih perawan” kata seorang perampok sambil tangannya mulai membuka busana putri Tribuana. Putri Tribuana cuma mampu menangis. Seorang perampok lalu menawan pakaian bawah Putri Tribuana hingga lepas. Perampok itu melotot menatap paha Putri Tribuana Tungga Dewi yang putih mulus karena senantiasa dirawat saban hari. Sementara ‘Veggy’nya yang bersih ditumbuhi bulu-bulu yang tidak begitu lebat. “Waduuhh.. sampek gemeteran tanganku nyentuh paha putri keraton yang putih mulus ini” tangan perampok itu tampak agak gemetar waktu mengelus dan meraba-raba paha putri Tribuana.
Lalu menciumi paha yang mulus itu dengan nafas agak mengejar-ngejar . Mulut dan pipi perampok itu seakan ingin juga merasakan kemulusan dan kehangatan paha Putri Tribuana. Sementara perampok yang satunya mulai membuka pakaian atasnya hingga terlepas semua. Putri Tribuana telah telanjang bulat. Payudaranya yang sedang ranum-ranumnya itu kelihatan molek, dengan puting yang berwarna kemerah-merahan. “Waduh.. duh.. duuhh.. Elok tenan payudara Putri Tribuana.” Tangan bergairah perampok itu kemudian meremas-remas payudara bahenol Putri Tribuana dengan gemas. Puting payudara itu kadang dipilin-pilin dengan jari-jarinya. Lalu dia mulai menjilati puting susu yang kemerah-merahan itu.
Perampok itu mulai menyedot-nyedot payudara kanan yang ranum milik Putri Tribuana, sementara tangan kanannya meremas-remas payudara yang kiri. “Mmmaahh.. cuupp.. cuup.. wah.. kenyal banget” Putri Tribuana hanya mampu terisak ketika perampok yang satu mulai mengelus-elus ‘Veggy’nya. ‘Veggy’ yang selama ini ia rawat saban hari, sehingga ‘Veggy’ itu senantiasa higienis mempunyai busuk harum yang khas. Perampok itu membuka paha Putri Tribuana lebar-lebar, sehingga belahan ‘Veggy’ yang kemerah-merahan itu kelihatan.
Perampok itu mengelus-elus bagian ‘Veggy’ itu dengan jari-jari tangannya dari bawah ke atas hingga mendapatkan kelentit sang putri. Setelah beberapa ketika mempermainkan kelentitnya, kemudian perampok itu mulai menjilati dan menciumi kelentit dan ‘Veggy’ Putri Tribuana. “Aumm.. cuupp.. waahh harum sekali ‘Veggy’ Paduka.” Cukup usang perampok itu menjilati ‘Veggy’ dan kelentit sang putri. Sementara Putri Tribuana tanpa sadar merintih dalam tangisnya. Perampok itu tampak kian terangsang dan bersemangat melihat Putri Tribuana merintih. Lidahnya menjelajahi permukaan ‘Veggy’ yang kemerah- merahan. Lidah itu kemudian menelusuri kepingan ‘Veggy’ Putri Tribuana. Belahan ‘Veggy’ yang telah mulai berair itu dijilat dan dikecup. “Ahh.. cuupp.. cuupp..” Putri Tribuana terlihat menggeliat dan menggeleng-gelengkan kepalanya ketika pengecap perampok itu menjilati klitorisnya. Daging kecil sebesar kacang itu makin membesar ketika perampok itu mengecup dan menyedot-nyedot dengan bibirnya. Sementara ‘Veggy’nya kian lembap oleh cairan yang keluar dari dalam. Sementara itu, Putri Ayu Pualam juga bernasib sama dengan kakaknya.
Seorang perampok tampak meremas-remas payudara Putri Ayu Pualam. Payudara Putri Ayu Pualam tidak begitu besar, tapi sudah mulai menonjol. Sementara puting susunya agak kecil berwarna merah muda. Perampok itu tampak nafsu sekali meremas susu setengah ranum itu. Kadang mulutnya menyedut-nyedot puting susunya, lalu tangan yang satunya memilin-milin puting susu satunya. Sementara si brewok mulai melepas busana bawah Putri Ayu Pualam.
Hingga kini Putri Ayu Pualam telanjang lingkaran. Putri Ayu Pualam yang gres berumur 15 tahun itu hanya bisa menangis. Tubuhnya yang putih mulus tanpa cacat itu di gerayangi dua orang perampok. ‘Veggy’ Putri Ayu Pualam tampak menggembung mulus tanpa ditumbuhi bulu sedikitpun. Si brewok tidak tabah lalu menjilati ‘Veggy’ mulus itu, ‘Veggy’ Putri Ayu Pualam dijelajahi semuanya oleh pengecap si brewok, lalu si brewok mulai menghisap hisap ‘Veggy’ itu. Putri Ayu Pualam merintih perlahan, beliau tak kuasa menahan gejolak dan rangsangan yang muncul. Si brewok lalu membuka lebar-lebar paha Putri Ayu Pualam. Mulutnya mengecup-ngecup ‘Veggy’ Putri Ayu Pualam yang terlihat menggembung. Lalu klitoris yang kemerahan milik putri juga di jilati dan dihisap-hisap dengan semangatnya.
“Mmmaahh.. cuup.. cuupp.. edan tenan, bener-bener daun muda ini, putri keraton lagi.” Sementara dua orang perampok yang menggarap Putri Tribuana Tungga Dewi mulai melepas pakaian mereka hingga telanjang bundar. Penis mereka sudah bangkit tegang. Putri Tribuana tak bisa berbuat apa-apa dikala seorang perampok menciumi wajahnya. Pipinya dicium dan dikecup-kecup, kemudian bibirnya yang merah merekah dilumat oleh bibir perampok itu. “Mmmaahh keraton Singosari.” Sang putri tidak mampu melawan saat tangannya dengan dipegangi perampok itu dibimbing meremas-remas ‘Mr. Penny’nya. “Ahh.. enak sekali paduka.. yahhk..hangat dan empuk tangan tuan putri.” Perampok itu merem-melek keenakan ‘Mr. Penny’nya diremas-remas tangan Putri Tribuana, sementara perampok itu tetap meremas-remas payudara indah putri Tribuana. “Kang, aku perawani ya, Putri ini.” Perampok yang satunya terlihat menggosok-gosokkan ‘Mr. Penny’nya yang telah tegang di penggalan ‘Veggy’ Putri Tribuana. ‘Mr. Penny’ yang hitam tapi tidak begitu panjang itu (kira-kira12 cm) menyusuri bagian ‘Veggy’ yang sudah lembap dari bawah ke atas berulang ulang.
“Iya cepetan, gantian aku nanti. Wah.. wah.. wah.., Pangeran sejagat mesti ngantri untuk dapat bersalaman dengan Putri Tribuana, ehh.. kita ini perampok jalanan malah bisa menikmati tubuhnya sepuas-puasnya.” “Iya kang, beruntung bener ‘Mr. Penny’ku bisa masuk ke ‘Veggy’ Putri Tribuana.” katanya sambil mulai memasukkan ‘Mr. Penny’nya ke lobang ‘Veggy’ Putri Tribuana. ‘Mr. Penny’ itu agak sulit masuknya, sambil tangannya memegangi perut sang putri, perampok itu penekan besar lengan berkuasa tapi perlahan. Putri Tribuana meringis dikala kepala ‘Mr. Penny’ perampok itu mulai masuk ke dalam lubang ‘Veggy’nya. Putri Tribuana menjerit saat perampok itu makin menekan kedalam ‘Mr. Penny’nya. “Waduh.. alot kang, susah masuknya.” “Iya, namanya juga masih perawan, tekan aja terus.” ‘Mr. Penny’ perampok itu telah terbenam separoh di dalam ‘Veggy’ Putri Tribuana. Lalu perampok itu mempesona sedikit ‘Mr. Penny’nya, lalu dimasukkan lagi. Setelah berulang-ulang kesudahannya ‘Mr. Penny’ itu terbenam seluruhnya. Perampok itu berhenti mengambil napas.
Kemudian ia mulai mengocok ‘Mr. Penny’nya keluar-masuk ‘Veggy’ perlahan-lahan. Agaknya ia ingin menikmati ukiran ‘Mr. Penny’nya dengan dinding ‘Veggy’ Putri Tribuana Tungga Dewi. “Ahh.. sshh..enak tenan ‘Veggy’ tuan putri, hangat, masih rapet lagi, ahh.. sshh..oouuhh “ Perampok itu perlahan-lahan mulai mempercepat gerakannya. ‘Mr. Penny’ yang hitam itu mulai bergerak cepat keluar masuk ‘Veggy’ Putri Tribuana yang putih kemerahan. ‘Veggy’ itu menjepit ‘Mr. Penny’ hitam itu dengan ketat.
“Ahh.. oouuhh.. sshh..” Perampok itu mendesis desis keenakan. Sementara itu si brewok juga telah telanjang. ‘Mr. Penny’nya yang hitam tidak begitu besar tapi agak panjang. Si brewok tampak kesusahan memasukkan ‘Mr. Penny’nya ke ‘Veggy’ Putri Ayu Pualam yang telah kemerah-merahan itu akhir ciuman dan kecupan-kecupan si brewok. Setelah agak lama, risikonya si brewok sukses juga memasukkan ‘Mr. Penny’nya sampai seperoh di ‘Veggy’ putri Ayu Pualam. ‘Veggy’ Putri Ayu Pualam terlihat menjepit dekat ‘Mr. Penny’ si brewok. Si brewok tampak diam merem-melek menikmati jepitan ‘Veggy’ putri Ayu Pualam.
Putri Ayu Pualam menjerit keras dikala dengan buasnya si brewok menekan besar lengan berkuasa-kuat ‘Mr. Penny’nya. Si brewok kemudian dengan buasnya mengocok ‘Mr. Penny’nya keluar masuk. “Ahh..oohh.. mmhh..” lisan si brewok mendesis-desis keenakan. Sementara perampok yang meniduri Putri Tribuana semakin cepat gerakannya. “Ahh.. oohh.. oohh.. ahh.. ahh..” ‘Mr. Penny’nya keluar masuk dengan cepat. Agaknya ia akan orgasme. Putri Tribuana merintih, kepedihannya beliau mencicipi sensasi hebat. Sensasi yang selama ini belum pernah ia rasakan.
Tubuhnya mengejang, tangannya yang menggenggam dan mengocok ‘Mr. Penny’ perampok yang satunya tampak meremas kuat dan kocokannya makin cepat. Sementara perampok yang di kocok ‘Mr. Penny’nya itu tampak merem melek keenakan. “Ahh.. ss.. terus tuan putri.. ahh yaa.. begituu.. ohh..” Sementara tangannya tak berhenti meremas-remas buah dada Putri Tribuana. Sementara Gerakan perampok satunya makin cepat, tubuhnya mengejang, matanya mendelik ketika ‘Mr. Penny’nya menyemburkan sperma ke dalam rahim Putri Tribuana Tungga Dewi. “Ahh.. aahh.. ohh..” Agak lama ‘Mr. Penny’nya masih terbenam di ‘Veggy’ sang putri. “Dah, ayo ganti saya! Aku juga pingin ngerasain nikmatnya ‘Veggy’ Putri Tribuana Tungga Dewi. Cepet minggir!” Perampok satunya terlihat tidak tabah. Perampok itu alhasil mencabut ‘Mr. Penny’nya, kemudian menghindarduduk dipojok ruangan. Perampok satunya kemudian mulai memasukkan ‘Mr. Penny’nya yang hitam besar ke ‘Veggy’ Putri Tribuana. “Bleess.., ‘Mr. Penny’ itu amblas seluruhnya ke dalam ‘Veggy’ dengan mudah, sebab ‘Veggy’ putri Tribuana telah sungguh licin oleh sperma temannya. “Ahh.. ahh.. ohh..” perampok itu pribadi tancap gas.’Mr. Penny’nya keluar masuk dengan cepat.
Sementara tangannya meremas-remas payudara tuan putri. “Ohh.. sshh.. ahh..” Ketika mendekati klimak, perampok itu mendekap bersahabat tubuh Putri Tribuana, bibirnya mengecup bersahabat bibir sang putri. ‘Mr. Penny’nya mengejang dan berhenti bergerak di dalam ‘Veggy’ Sang Putri. Sambil menekan besar lengan berkuasa-berpengaruh ‘Mr. Penny’nya ke ‘Veggy’ Putri Tribuana, perampok itu meraih klimak dengan menyemburkan berbagai sperma ke dalam ‘Veggy’ Putri Tribuana. Sementara itu si brewok terlihat membalikkan badan Putri Ayu Pualam sehingga nungging.
Lalu dari belakang lalu si brewok menghujamkan ‘Mr. Penny’nya ke ‘Veggy’ sang putri. Dengan posisi itu si brewok semakin leluasa mengocok ‘Mr. Penny’nya. Serangannya kian hebat. “Ahh.. ahh.. sshh.. ahh..” si brewok merintih rintih keenakan. “Ahh.. cah ayuu.. sshh.. putri ayuu.. uuhh.. lezat sekali. ‘Veggy’mu.. ahh..ohh..” Si brewok menyemburkan mani berbagai ke dalam ‘Veggy’ Putri Ayu Pualam sambil tangannya meremas payudara sang putri. “Ahh..aahh..” ***** Malam itu Putri Tribuana Tungga Dewi dan Putri Ayu Pualam digilir secara bergantian oleh keempat perampok itu. Si brewok hingga 3 kali menyetubuhi Putri Ayu Pualam dan 2 kali meniduri Putri Tribuana Tunggadewi.

0 Response to "Cerita Sex Ngentot Putri Anak Keraton"