Cerita Ngentot Dengan Istri Orang
By Blinger
—
Jumat, 16 Februari 2018
—
Add Comment
—
Cerita Dewasa,
Cerita Lesbian,
Cerita Mesum,
Cerita Ngetot,
Cerita Sex
Cerita Ngentot Dengan Istri Orang - Dengan pendidikan yang dan nilai nilai selalu membuat puas dimana aku lulus dengan nilai IP yang mampu dikatakan membanggakan, hal ini aku alami tidak membuat aku bahagia karena aku dididik dengan serius oleh orang bau tanah, dan seolah olah aku menjadi kurang pergaulan dan condong tipe pendiam, tapi bagiku ini tidak menyulitkan.
Cerita Dewasa Dengan Istri Orang
Bila pria yang apel ke rumahku berkesan norak dan cuma membawa kendaraan roda dua, jangan harap Mama akan mengijinkannya untuk apel lagi.
Selama bertahun-tahun, relasi kami baik-baik saja, kami dikaruniai dua orang anak, dan kami sangat berkecukupan di bidang materi.
Namun kadang kala tidak semuanya berlangsung tanpa kendala, ternyata suamiku tidak bisa lagi memberi nafkah batin kepadaku, ternyata dia mengalami dilema impotensi, alasannya adalah overworking. Tetapi aku tetap mencintainya karena ia jauh dari perselingkuhan dan ia sungguh perhatian kepadaku.
Walaupun dia sudah tidak dapat lagi memberiku kepuasan, tetapi saya tetap menahan diri dan menjajal untuk tidak berselingkuh. Semuanya berlangsung dengan baik sampai alhasil tiba Iwan.
Dia adalah rekan bisnis suamiku semenjak lama, namun saya gres sekian usang dapat bertemudengannya, dia seusia suamiku, menurutnya ia dan suamiku berpartner sejak mulai bekerja, kami kemudian menjadi akrab sebab beliau orangnya humoris.
Dasar laki-laki tampaknya beliau cukup tanggap dengan kondisi suamiku yang tidak bisa lagi membuat puas diriku sehingga balasannya dia akan membawaku ke jurang kehancuran, saya dapat mencicipi matanya yang jalang jika melihatku,
Terus terang saja aku merasa risih namun ada sensasi birahi dalam diriku bila dipandang mirip itu, aku tidak tahu mengapa, mungkin alasannya adalah saya tidak pernah mendapat perlakuan mirip itu, meskipun ketika masih mojang saya memiliki banyak kenalan laki-laki.
Suatu ketika ia menelepon dari hotelnya, ia menyuruhku menjemput suamiku yang katanya minum-minum hingga mabuk, aku ingat waktu itu masih pagi betul, memang suamiku kadang lembur sampai malam sekali, sehingga saya tidak tahu kapan ia pulang. Betapa bodohnya saya, aku menyadari suamiku tidak pernah minum alkohol, entah mengapa seruan Iwan mirip hipnotis sehingga saya tidak curiga sama sekali.
Akhirnya aku sampai di hotel GS daerah Iwan bermalam, aku memasuki kamarnya dan dengan paras tak berdosa dia memaksaku untuk masuk, tanpa curiga aku cepat-cepat masuk dan mencari suamiku, namun dikala saya sadar dia tidak ada datang-datang mulutku dibekap dari belakang,
Napasku sesak hingga saya pingsan, entah apa yang terjadi selanjutnya, saya merasa ada kegelian di dadaku, seseorang mengelus-elus dan meremas-remas bagian dadaku. Pelan-pelan aku terbangun, kulihat Iwan sedang memainkan payudaraku.
Oh, betapa terkejutnya saya, terlebih mendapati diriku terebah di daerah tidur dengan cuma baju atasan yang sudah terbuka dan BH-ku yang sudah dibuka paksa. Aku menyuruhnya melepaskanku kudorong dorong badannya namun ia tak bergeming.
Dia memegangi kedua tanganku dan menekuk kedua lenganku dan menaruhnya di samping kepalaku, sehingga aku praktis tidak mampu apa-apa, genggamannya terlalu berpengaruh, ia tertawa kecil dan menciumi kedua puting payudaraku, saya menolak namun entah kenapa saya merasa risih birahi.
Kemudian ia memasukkan penisnya ke bagian kemaluanku, saya meringis-ringis dan berteriak, rasanya sakit sekali.
Tetapi aku sepertinya justru menginginkannya, di tengah pergumulan itu saya menyadari bahwa penis suamiku bantu-membantu terlalu kecil, saya secara perlahan-lahan merasakan kenikmatan, dasar laki-laki tampaknya Iwan sangat arif mengambil kesimpulan, aku pasrah pada kemauannya, ketika dia membalikkan badanku hingga mirip merangkak, dia sangat bergairah, namun aku mampu mengimbanginya alasannya telah usang aku tidak merasakan ini.
Dia kembali menghujamkan penisnya di kemaluanku dan meremas-remas payudaraku. Ahh, memang aku mencicipi kenikmatan yang hebat yang bahkan suamiku sendiri tidak pernah memberikannya. Kemudian merasa tidak puas dengan baju bab atasku yang masih melekat, ia melepaskannya, sambil lalu membuat posisiku mirip duduk dipangku olehnya.
Seperti kesetanan aku secara otomatis mengikuti irama kemauannya, dikala kedua tangannya memegang perutku dan menggerakkannya naik turun saya secara otomatis mempercepat dan memperlambat gerakanku secara terstruktur, beliau tersenyum penuh kemenangan, merasa beliau sudah menciptakan ramalan yang jitu.
Kurasakan beliau kembali meremas-remas dadaku ketika ia merasa aku dapat mengambil inisiatif. Sungguh mirip hewan saja aku, melaksanakan hal semacam itu di pagi hari, di mana seharusnya aku ada di rumah merencanakan sarapan dan mengurus anak-anakku.
Sempat kurasakan tiada selembar benangpun menempel di tubuhku kecuali celana jinsku di sebelah kanan yang belum terlepas seluruhnya, sepertinya Iwan tidak sempat melepasnya alasannya terlalu terburu nafsu.
Akhirnya beliau menyuruhku mengambil posisi telentang lagi dan beliau mengangkat dua kakiku direntangkannya kedua kakiku ke arah wajahnya dan beliau mulai memainkan penisnya lagi, dan kurasa ia sungguh meletakkan hati terhadap payudaraku, sebab lalu dia mengomentari payudaraku, menurutnya keduanya indah bagaikan mangkuk.
Hmm, aku sangat mencicipinya alasannya adalah suamiku sendiri tidak pernah memberi perlakuan spesial pada kedua payudaraku ini, paling dia hanya meremas-remasnya. Tetapi apa yang dilakukan Iwan sungguh-sungguh sangat mengejutkan dan memuaskan diriku, ia menghisap putingku dan memainkannya seperti dot bayi. Hanya sebentar rasanya saya mengalami orgasme, aku merasa lelah sekali dan kekurangan nafas hingga akhirnya dia juga hingga ke situ.
Setelah itu aku merasa sungguh murka dan menyesal kudorong Iwan yang masih menjajal mencumbuku, kumaki ia habis-habisan. Tampaknya beliau juga menyesal, dia tidak dapat berkata apa-apa. Iwan lalu hanya duduk saja sementara aku sambil menangis menggunakan kembali seluruh pakaianku.
Aku mencoba menenangkan diri, sampai kemudian Iwan mengancamku untuk tidak menyampaikan hal ini terhadap suamiku, beliau kembali menekankan bahwa bisnis suamiku ada di tangannya karena beliau adalah pembeli lebih banyak didominasi sarang burung walet suamiku.
Aku membenarkannya sebab suamiku pernah berkata bahwa Iwan yakni koneksinya yang paling penting. Aku bingung olehnya, gres-gres ini ketika ia pulang ke kotaku, beliau kembali memaksaku melakukan lagi hal serupa, bahkan beliau pernah berkata bahwa suamiku telah menyerahkan diriku padanya sebab ia merasa tidak bisa lagi membuat puas diriku

0 Response to "Cerita Ngentot Dengan Istri Orang"